Cara Membaca Label Nutrisi Produk Makanan Tinggi Protein, Perhatikan!

- Periksa takaran saji karena angka protein pada label berlaku per porsi, bukan otomatis untuk seluruh kemasan.
- Hitung jumlah sajian per kemasan dan kalikan dengan gram protein per sajian untuk mengetahui total protein yang dikonsumsi.
- Gunakan gram protein, %AKG, serta urutan sumber protein dalam komposisi untuk membandingkan produk, bukan hanya klaim di bagian depan kemasan.
Protein dibutuhkan tubuh untuk membantu membangun dan memperbaiki jaringan, sekaligus mendukung berbagai fungsi penting lainnya. Karena itu, melihat kandungan protein pada label makanan bisa menjadi kebiasaan sederhana untuk mengatur pola makan.
Cara baca label protein makanan penting buat kamu yang ingin lebih teliti memilih makanan sehari-hari. Informasi pada kemasan sebenarnya cukup lengkap, tetapi beberapa angka bisa bikin bingung kalau kamu belum tahu cara membacanya. Dengan memahami label nutrisi, kamu bisa mengetahui berapa banyak protein yang benar-benar masuk ke tubuh dari makanan yang dikonsumsi.
1. Periksa takaran saji (serving size)

ilustrasi membaca label nutrisi (pexels.com/Kampus Production) Langkah pertama dalam cara baca label protein makanan adalah melihat bagian takaran saji atau serving size. Angka protein yang tercantum pada label berlaku untuk satu takaran saji, bukan otomatis untuk seluruh isi kemasan. Misalnya, pada kemasan tertulis takaran saji sebesar 50 gram dan kandungan protein 5 gram. Artinya, setiap kamu mengonsumsi 50 gram makanan tersebut, kamu mendapatkan sekitar 5 gram protein sesuai informasi pada label.
Bagian ini sering terlewat karena ukuran kemasan terlihat seperti hanya satu porsi. Padahal, satu bungkus bisa saja terdiri dari beberapa takaran saji. Jadi, jangan langsung menganggap angka protein yang tertera sebagai jumlah protein dalam satu bungkus penuh.
2. Cek jumlah sajian per kemasan

ilustrasi belanja di supermarket (pexels.com/Ninthgrid) Setelah mengetahui takaran saji, lihat informasi mengenai jumlah sajian dalam satu kemasan. Informasi ini membantu kamu menghitung total protein kalau ternyata kamu menghabiskan makanan tersebut sekaligus.
Contohnya, satu bungkus makanan memiliki 3 sajian dan setiap sajian mengandung 5 gram protein. Jika kamu mengonsumsi seluruh kemasan, total protein yang masuk adalah 5 gram × 3, yaitu 15 gram protein.
Cara sederhana ini penting terutama ketika kamu sedang membandingkan makanan kemasan. Produk dengan angka protein yang terlihat tinggi belum tentu memiliki protein tinggi dalam satu bungkus jika jumlah sajinya berbeda.
3. Lihat angka gram protein (gr)

ilustrasi belanja di supermarket (pexels.com/Wheeleo Walker) Selanjutnya, cari baris bertuliskan protein pada tabel informasi nilai gizi. Angka dalam satuan gram menunjukkan berat protein yang terdapat dalam satu takaran saji. Sebagai contoh, jika label menunjukkan protein sebesar 5 gram, berarti satu takaran saji makanan tersebut mengandung 5 gram protein. Angka inilah yang bisa kamu gunakan untuk memperkirakan berapa banyak protein yang diperoleh dari makanan tersebut.
Jangan hanya melihat ukuran kemasan atau klaim seperti “tinggi protein” di bagian depan produk. Untuk mendapatkan informasi yang lebih jelas, tetap cek angka gram protein pada tabel nutrisi.
4. Perhatikan persen AKG (%AKG)

ilustrasi membaca label nutrisi (pexels.com/Kampus Production) Selain angka gram, label makanan biasanya mencantumkan persentase Angka Kecukupan Gizi (AKG). Persentase ini memberikan gambaran seberapa besar kandungan zat gizi dalam satu sajian dibandingkan kebutuhan harian berdasarkan acuan kebutuhan energi 2.000 kalori per hari.
Misalnya, semakin besar persentase AKG protein yang tercantum, semakin besar pula kontribusi satu sajian makanan tersebut terhadap kebutuhan protein harian berdasarkan acuan tersebut. Namun, kebutuhan protein setiap orang bisa berbeda tergantung usia, aktivitas fisik, kondisi tubuh, dan faktor lainnya.
Jadi, gunakan %AKG sebagai panduan untuk memahami kontribusi makanan, bukan sebagai patokan mutlak bahwa kebutuhan protein kamu sudah terpenuhi.
5. Cek daftar komposisi

ilustrasi label nutrisi (pexels.com/Harper Sunday) Terakhir, jangan lupa melihat daftar komposisi yang biasanya berada di bagian belakang atau samping kemasan. Bahan penyusun makanan dicantumkan berdasarkan urutan berat, mulai dari bahan dengan jumlah paling besar hingga yang lebih sedikit.
Kalau sumber protein seperti daging, ikan, telur, susu, atau kedelai berada di bagian awal daftar komposisi, bahan tersebut memiliki jumlah yang relatif dominan dibandingkan bahan yang berada setelahnya. Sebaliknya, jika sumber protein berada jauh di bagian belakang, jumlahnya bisa lebih kecil. Meski begitu, daftar komposisi sebaiknya tetap dibaca bersama tabel informasi nilai gizi. Keduanya memberikan informasi berbeda dan bisa membantu kamu menilai kualitas produk secara lebih menyeluruh.
Memahami cara baca label protein makanan sebenarnya gak sulit. Kamu cukup mulai dari melihat takaran saji, menghitung jumlah sajian dalam kemasan, mengecek gram protein, memperhatikan %AKG, lalu membaca daftar komposisi.
Dengan kebiasaan ini, kamu gak hanya lebih mudah mengetahui jumlah protein yang dikonsumsi, tetapi juga bisa membandingkan beberapa produk sebelum memilihnya. Jadi, mulai sekarang jangan cuma melihat tulisan di bagian depan kemasan. Luangkan waktu sebentar untuk membaca label nutrisinya.









![[QUIZ] Seberapa Kompetitif Kamu saat Olahraga?](https://image.idntimes.com/post/20260804/mwuep2hrca5w9qlbdxkci8rch_0a3c7963-22c0-42a8-afa2-de6c989c3307.png)










