Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Bagian Blender Ini Bisa Menjadi Tempat Bakteri Bersembunyi

Bagian Blender Ini Bisa Menjadi Tempat Bakteri Bersembunyi
ilustrasi menyalakan blender untuk membuat jus (pexels.com/Yaroslav Shuraev)
  • Gasket atau cincin karet di bagian bawah wadah atau tabung menjadi salah satu bagian blender yang paling mudah terlewat ketika dibersihkan.

  • Studi pernah menemukan Salmonella, E. coli, ragi, dan jamur pada gasket blender yang digunakan di rumah.

  • Membersihkan blender sebaiknya tidak berhenti pada membilas wadah. Bagian yang dapat dilepas perlu dibongkar, dicuci, dibilas, dan dikeringkan sesuai petunjuk produsen.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Sehabis membuat smoothie, blender mungkin terlihat bersih setelah diisi air dan sabun, dinyalakan beberapa detik, lalu dibilas. Dinding wadah atau tabung kembali bersih dan sisa buah sudah tidak terlihat. Namun, ada bagian yang sangat mudah luput dari perhatian, yaitu gasket atau cincin karet.

Cincin karet ini berfungsi membantu membuat sambungan di sekitar pisau tetap rapat agar cairan tidak bocor. Masalahnya, letaknya bisa tersembunyi di antara komponen yang saling menempel. Sisa makanan dan kelembapan dapat tertinggal jika blender tidak dibongkar saat dicuci.

  1. 1. Gasket adalah bagian yang paling perlu diperhatikan

    Dalam Household Germ Study yang dilakukan oleh National Sanitation Foundation (NSF), gasket blender termasuk tiga area paling banyak ditemukan mikroorganisme di antara peralatan dapur yang diuji. Pada gasket tersebut, peneliti menemukan Salmonella, Escherichia coli (E. coli), ragi, dan jamur.

    Gasket berada di tempat yang sempit dan biasanya perlu dilepas agar seluruh permukaannya bisa dibersihkan. Jika hanya mencuci bagian dalam jar, permukaan yang terjepit di bawah rakitan pisau tidak ikut tersentuh secara menyeluruh.

    Gasket pada peralatan pengolahan makanan dapat menjadi titik kontaminasi ketika mulai retak, berlubang kecil, atau mengalami kerusakan. Celah-celah tersebut dapat menahan mikroorganisme dan membuat permukaannya lebih sulit dibersihkan.

    Temuan tersebut menunjukkan bahwa gasket layak mendapat perhatian khusus saat kamu membersihkan blender.

  2. 2. Kontaminasi blender pernah menyebabkan wabah Salmonella

    Pada 2009, terjadi wabah Salmonella Enteritidis di sebuah kamp di New Hampshire, Amerika Serikat. Penyelidikan yang kemudian diterbitkan dalam Foodborne Pathogens and Disease mengidentifikasi 133 orang sakit, termasuk 47 kasus yang terkonfirmasi melalui laboratorium.

    Penyelidik menemukan bakteri yang sama pada puding dan pada komponen pencampur internal immersion blender yang digunakan untuk membuatnya. Pola laboratorium isolat dari pasien, makanan, dan blender juga sama.

    Para peneliti menduga segel pada poros blender yang tidak berfungsi dengan baik memungkinkan kontaminasi terjadi.

  3. 3. Rakitan pisau dan celah-celahnya juga jangan dilewatkan

    Pisau blender berbahan logam dengan bilah tajam sebagai ilustrasi komponen penghalus bahan makanan
    ilustrasi pisau blender (pexels.com/Mike Jones)

    Kamu direkomendasikan memilih blender yang memungkinkan untuk dibongkar; jar, pisau, gasket, dan tutup dicuci setelah setiap penggunaan.

    Bagian di sekitar rakitan pisau mudah terlewat karena lokasinya berada di dasar wadah. Begitu pula ulir, sambungan, atau lekukan pada tutup yang terkena cipratan makanan.

    Dalam studi tahun 2026, para peneliti mengambil 268 sampel dari 77 rumah yang membuat makanan blender untuk nutrisi enteral. Dari meja, blender, botol nutrisi, dan tangan orang yang menyiapkan makanan, blender memiliki jumlah bakteri aerob paling tinggi dibanding botol nutrisi. Pembersihan blender yang tidak memadai juga berkaitan dengan jumlah E. coli, stafilokokus, dan bakteri aerob yang lebih tinggi.

    Populasi penelitian tersebut sangat spesifik—keluarga yang menyiapkan nutrisi enteral di rumah—sehingga hasilnya tidak dapat langsung diterapkan pada setiap orang yang membuat jus atau smoothie. Namun, temuan ini tetap menunjukkan bahwa cara blender dibersihkan berpengaruh terhadap tingkat kontaminasinya.

  4. 4. Apakah cukup menyalakan blender dengan air sabun?

    Cara ini berguna untuk melepaskan sisa makanan di dalam jar, tetapi tidak selalu menggantikan proses membongkar bagian yang memang dirancang untuk dilepas.

    Cabut blender dari listrik, lepas wadah, kemudian bongkar rakitan bagian bawah termasuk pisau dan gasket jika memungkinkan. Komponen kemudian dicuci menggunakan air panas dan sabun, dibilas, serta dikeringkan sebelum dirakit kembali. Jika komponennya aman untuk dishwasher, ikuti petunjuk produsen.

    Membersihkan dengan sabun dan air dapat mengangkat kotoran sekaligus sebagian besar mikroorganisme dari permukaan. Sanitasi atau disinfeksi tambahan di rumah umumnya tidak selalu diperlukan, kecuali dalam situasi tertentu—misalnya ketika seseorang sedang sakit atau permukaan terkontaminasi bahan pangan mentah yang berisiko.

  5. 5. Selalu cek kondisi karetnya

    Saat gasket sudah dilepas, lihat kondisinya sebelum dipasang kembali.

    Karet yang retak, robek, berubah bentuk, atau memiliki celah yang sulit dibersihkan sebaiknya tidak terus digunakan. Kerusakan kecil pada gasket dapat membuat bakteri masuk ke retakan yang makin sulit dijangkau oleh proses pembersihan.

    Keringkan pula seluruh komponen sebelum blender dirakit atau disimpan. Lingkungan yang terus lembap dapat membantu ragi dan jamur bertahan, sementara sisa makanan memberikan material tambahan bagi mikroorganisme.

    Gasket, rakitan pisau, serta berbagai sambungan yang tersembunyi perlu perhatian lebih. Sesekali menyalakan blender dengan air sabun bisa membantu membersihkan jar. Namun, jika model blender memungkinkan komponen bawahnya dilepas, jangan lupa membongkarnya secara rutin sesuai petunjuk produsen. Bagian kecil yang tidak terlihat itulah yang paling berisiko menjadi sarang kuman jika tidak rutin dibersihkan.

    Referensi

    NSF, “Clean the Germiest Kitchen Items,” based on the 2013 NSF Household Germ Study, diakses Agustus 2026.

    U.S. Food and Drug Administration, “Microbiological Contamination of Equipment Gaskets with Product Contact,” Inspection Technical Guide, diakses Agustus 2026.

    Elizabeth R. Daly et al., “Salmonella Enteritidis Infections Associated with a Contaminated Immersion Blender at a Camp,” Foodborne Pathogens and Disease 7, no. 9 (2010): 1083–1088, https://doi.org/10.1089/fpd.2010.0537.

    Marcelly Caroline Pires Fernandes et al., “Sanitary Risk in the Handling of Home-Prepared Enteral Formulations: A Cross-Sectional Assessment of Microbiological Contamination and Food Safety,” Nutrition in Clinical Practice, published online January 29, 2026, https://doi.org/10.1002/ncp.70095.

    Centers for Disease Control and Prevention, “Cleaning and Disinfecting,” diakses Agustus 2026.

    Centers for Disease Control and Prevention, “Preventing Food Poisoning,” diakses Agustus 2026.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More