ilustrasi migrain (IDN Times/Novaya Siantita)
Sebelum nyeri kepala, sebagian orang mengalami tanda awal seperti lelah atau sulit berkonsentrasi. Setelah nyeri mereda, rasa lelah dan gejala lain juga bisa tersisa. Karena itu, pengalaman migrain dapat berlangsung lebih lama daripada fase sakit kepalanya saja. Tidak semua orang mengalami setiap fase, dan polanya bisa berbeda dari satu serangan ke serangan lain.
Perubahan obat, kurang tidur, melewatkan makan, dan stres dapat berperan pada sebagian orang. Namun, penyebab pasti serangan yang berkembang menjadi status migrainosus belum diketahui.
Migrain juga dapat muncul tanpa pemicu yang jelas, bukan berarti seseorang lalai mengelola kondisinya.
Penanganan migrain biasanya lebih efektif apabila mengikuti rencana yang sudah disepakati dengan dokter dan dilakukan saat gejala mulai muncul. Ketika serangan berkembang, obat yang biasa digunakan bisa kurang membantu. Mual dan muntah juga dapat menyulitkan seseorang untuk menelan atau mempertahankan obat minum maupun cairan.
Penggunaan obat akut secara berulang selama berbulan-bulan bisa berkaitan dengan sakit kepala akibat penggunaan obat berlebihan. Kondisi ini memiliki kriteria khusus, yaitu sakit kepala sedikitnya 15 hari per bulan dan penggunaan berlebihan selama lebih dari tiga bulan, dengan ambang hari penggunaan yang bergantung pada jenis obat.