Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Ozempic sebagai Pelangsing, Dokter Jelaskan Cara Kerja dan Risikonya

Ozempic sebagai Pelangsing, Dokter Jelaskan Cara Kerja dan Risikonya
ilustrasi seorang laki-laki menggunakan obat GLP-1 Ozempic untuk menurunkan berat badan (IDN Times/NRF)
Intinya Sih
  • Ozempic, obat suntik diabetes berbahan semaglutide, kini viral karena dianggap mampu membantu menurunkan berat badan dengan cepat di luar fungsi medis utamanya.
  • Semaglutide bekerja menekan nafsu makan di otak dan memperlambat pengosongan lambung, membuat pengguna merasa kenyang lebih lama sehingga asupan kalori berkurang.
  • Efek samping yang mungkin muncul meliputi mual, kembung, pusing, hingga muntah; penggunaannya harus disesuaikan kondisi individu dan diawasi dokter.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Beberapa tahun lalu, obat suntik untuk diabetes mungkin hanya dikenal di kalangan pasien dan tenaga medis. Namun, kini banyak orang membicarakannya (dan menginginkannya). Bukan karena fungsinya mengontrol gula darah, tetapi karena manfaatnya dalam menurunkan berat badan dengan cepat.

Tren penggunaan Ozempic beberapa tahun belakangan bergeser, dari terapi medis menjadi “jalan pintas” penurunan berat badan yang banyak dicari. Di balik popularitasnya, muncul pertanyaan soal bagaimana sebenarnya cara kerja obat ini dan seberapa aman digunakan untuk tujuan menurunkan berat badan?

Table of Content

Apa itu Ozempic?

Apa itu Ozempic?

Ozempic adalah salah satu nama dagang dari semaglutide, obat yang termasuk dalam golongan GLP-1 receptor agonist. Obat ini awalnya dikembangkan untuk membantu mengontrol kadar gula darah pada pasien diabetes, tetapi dalam perkembangannya juga digunakan untuk membantu menurunkan berat badan.

Menurut Prof. Dr. dr. Ari Fahrial Syam, Sp.PD-KGEH, dokter penyakit dalam subspesialis konsultan gastroenterologi dan hepatologi, semaglutide bekerja dengan cara yang cukup unik karena memengaruhi tubuh dari dua sisi sekaligus.

“Semaglutide ini bekerja secara sentral di otak dengan menekan nafsu makan, kemudian secara lokal dia memperlambat pengosongan lambung, sehingga pasien merasa lebih cepat kenyang,” kata Prof. Ari dalam program Health Talk by IDN Times.

Efek penurunan berat badan yang terjadi, dikatakan oleh Prof. Ari, sebenarnya bukan karena obat ini langsung membakar lemak, melainkan karena asupan makanan yang berkurang hasil dari rasa kenyang yang lebih cepat dan bertahan lebih lama.

“Awalnya ini memang obat untuk diabetes, untuk membantu kerja insulin. Tapi dalam penggunaannya, ternyata ada efek menekan nafsu makan dan membuat cepat kenyang, sehingga berat badan ikut turun,” Prof. Ari menjelaskan.

Kenapa Ozempic bisa efektif menurunkan berat badan?

Ilustrasi seorang perempuan menggunakan obat GLP-1 Ozempic untuk menurunkan berat badan.
ilustrasi seorang perempuan menggunakan obat GLP-1 Ozempic untuk menurunkan berat badan (IDN Times/Novaya Siantita)

Efek penurunan berat badan dari semaglutide tidak terjadi secara instan. Sebaliknya, obat ini bekerja dengan mengubah cara tubuh mengatur rasa lapar dan kenyang.

Secara sentral, semaglutide memengaruhi otak untuk menekan nafsu makan. Sementara secara lokal, obat ini memperlambat pengosongan lambung, sehingga makanan bertahan lebih lama di perut dan membuat kamu merasa cepat kenyang.

“Semaglutide ini bekerja secara sentral di otak dengan menekan nafsu makan, kemudian secara lokal dia memperlambat pengosongan lambung, sehingga pasien merasa lebih cepat kenyang,” jelas Prof. Ari.

Kombinasi mekanisme itulah yang membuat asupan kalori harian otomatis berkurang. Dalam jangka waktu tertentu, akhirnya itu berkontribusi terhadap penurunan berat badan.

Namun, efek tersebut juga berkaitan erat dengan munculnya efek samping. Karena proses pengosongan lambung diperlambat, sebagian orang dapat mengalami keluhan pada saluran cerna, terutama jika sebelumnya sudah memiliki gangguan pencernaan. Gejala yang umum muncul antara lain rasa kembung, mual, pusing, hingga muntah.

Meski demikian, efek samping ini bersifat individual. Tidak semua orang akan merasakan keluhan yang sama karena respons tubuh terhadap obat dapat berbeda-beda.

Bedanya dengan obat diet biasa

Dibandingkan dengan obat diet pada umumnya, semaglutide memiliki mekanisme kerja yang lebih kompleks. Selama ini, obat diet dikenal memiliki cara kerja yang beragam, tetapi biasanya hanya menargetkan satu mekanisme tertentu dalam tubuh.

“Obat diet itu macam-macam. Ada yang kerjanya hanya menekan nafsu makan di otak, ada juga yang menghambat penyerapan lemak di usus, dan ada yang memang dibuat untuk memberikan efek cepat kenyang,” Prof. Ari mengatakan.

Sebagai contoh, obat penekan nafsu makan bekerja pada sistem saraf pusat, tetapi kerap disertai efek samping seperti sakit kepala. Sementara itu, obat penghambat lemak bekerja di saluran cerna dengan cara mengurangi penyerapan lemak dari makanan.

Berbeda dengan itu, semaglutide bekerja melalui dua jalur sekaligus, yaitu sentral dan lokal. Artinya, obat ini tidak hanya menekan nafsu makan dari otak, tetapi juga memperlambat pengosongan lambung sehingga rasa kenyang bertahan lebih lama. Kombinasi inilah yang membuat efeknya dinilai lebih menyeluruh dibandingkan obat diet konvensional.

Namun, seperti halnya terapi medis lainnya, penggunaannya tetap perlu disesuaikan dengan kondisi masing-masing individu dan diawasi oleh dokter.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Nuruliar F
EditorNuruliar F
Follow Us

Latest in Health

See More