Comscore Tracker

COVID Toes: Inflamasi Jari Kaki akibat Infeksi COVID-19

Fenomena COVID toes terjadi di seluruh dunia

Seperti yang kita tahu, infeksi COVID-19 memiliki gejala umum seperti batuk, demam, pusing, dan susah bernapas. Akan tetapi, para dokter dibingungkan dengan kondisi unik pasien COVID-19 yang mengalami inflamasi pada jari kaki. Para ahli menyebut fenomena ini sebagai COVID toes

COVID toes adalah kondisi ketika jempol kaki, jari-jari kaki, atau keduanya mengalami inflamasi atau peradangan. Kondisi inflamasi jari kaki biasanya hanya terjadi pada saat kondisi cuaca dingin. 

Menurut informasi dalam laman National Geographic, fenomena COVID toes terjadi di seluruh dunia. Para ahli masih melakukan penelitian lebih lanjut untuk memahami kasus ini. 

1. Gejala

COVID Toes: Inflamasi Jari Kaki akibat Infeksi COVID-19ilustrasi gejala COVID toes (commons.wikimedia.org/Marpu98)

Dilansir WebMD, pasien dengan COVID toes akan mengalami pembengkakan pada jempol kaki atau jari-jari kaki. Jari yang mengalami inflamasi akan berwarna merah yang kemudian berubah menjadi ungu.

Walaupun pasien kondisi ini biasanya tidak merasakan apa-apa, tetapi dalam beberapa kasus gejala bisa disertai:

  • Kulit melepuh.
  • Gatal.
  • Rasa sakit.
  • Benjolan yang menyakitkan.
  • Area kulit menjadi kasar.

2. Penyebab

COVID Toes: Inflamasi Jari Kaki akibat Infeksi COVID-19ilustrasi virus COVID-19 (unsplash.com/Fusion Medical Animation)

Untuk saat ini, penyebab COVID toes masih belum bisa dipastikan. Menurut studi yang diterbitkan dalam British Journal of Dermatology, kondisi ini bisa disebabkan oleh reaksi imun tubuh terhadap paparan virus SARS-CoV-2 penyebab COVID-19.

Pasien dengan COVID toes memiliki tingkat protein imun tubuh yang tinggi yang disebut dengan autoantibodi. Protein ini secara keliru menyerang jaringan sehat mereka sendiri yang akhirnya menyebabkan COVID toes.  Mereka juga memiliki tingkat protein interferon tipe 1 yang tinggi. 

3. Bisa terjadi pada pasien segala usia

COVID Toes: Inflamasi Jari Kaki akibat Infeksi COVID-19ilustrasi pasien (unsplash.com/National Cancer Institute)

Kondisi ini bisa terjadi pada siapa saja. Menurut American Academy of Dermatology, anak-anak, remaja, dan orang dewasa muda mempunyai kemungkinan lebih besar untuk mengalami COVID toes

Para pasien muda yang mengalami kondisi ini termasuk sehat dan tidak memiliki gejala umum COVID-19 seperti batuk, demam, dan sulit bernapas. Saat pasien COVID toes mengalami gejala umum tersebut, gejalanya cenderung ringan. 

Baca Juga: Infeksi COVID-19 Bisa Menurunkan Kesehatan Otak

4. Pengobatan

COVID Toes: Inflamasi Jari Kaki akibat Infeksi COVID-19ilustrasi salep (unsplash.com/Mathilde Langevin)

COVID toes umumnya akan hilang dengan sendirinya. Akan tetapi, kamu perlu mengobati kondisi tersebut jika gejala yang ditimbulkan terus-menerus, makin parah, atau sampai mengganggu aktivitas.

Kamu bisa menggunakan salep hydrocortisone untuk meredakan peradangan, gatal, atau rasa sakit. Jika salep tersebut tidak berpengaruh atau gejala makin parah, sebaiknya segera periksa ke dokter untuk mendapatkan perawatan yang tepat.  

5. Masih menjadi misteri

COVID Toes: Inflamasi Jari Kaki akibat Infeksi COVID-19ilustrasi penelitian (unsplash.com/National Cancer Institute)

Fenomena COVID toes menjadi kasus unik yang masih sulit untuk dijelaskan. Alasan utamanya karena kondisi ini sangat mirip chilblains, sebuah kondisi inflamasi jari kaki yang disebabkan oleh suhu dingin. 

Dilansir Nature, fenomena COVID toes muncul pada pasien yang berstatus positif COVID-19 dan pasien yang berstatus negatif. Ini menyebabkan kebingungan di antara para ahli terkait penyebab fenomena COVID toes.

Fenomena COVID toes merupakan topik yang masih terus digali oleh para ahli di bidang kesehatan. Apabila kamu merasa mengalami COVID toes atau gejala umum COVID-19, tetap di rumah, konsultasi dengan dokter, dan tanyakan apakah kamu perlu menjalani tes COVID-19. Ini khususnya sangat penting bila kamu belum mendapatkan vaksin COVID-19 atau hidup dengan orang yang belum menerima vaksin COVID-19 atau vaksin dosis lengkap.

Baca Juga: Studi: Meski Ringan, COVID-19 Menyebabkan Pembekuan Darah

Topic:

  • Nurulia

Berita Terkini Lainnya