Risiko tidak hanya berasal dari gesekan. Bawang putih mentah yang ditempelkan atau digosokkan ke kulit dapat menyebabkan dermatitis iritan, lepuh, dan luka yang tampak seperti luka bakar.
Tinjauan sistematis menemukan 39 kasus luka kulit yang dilaporkan setelah paparan bawang putih mentah. Bukti ini khusus untuk bawang putih mentah, jadi risikonya tidak bisa otomatis disamakan dengan bawang merah atau bahan lain.
Untuk mengurangi risiko, gunakan alat pribadi yang bersih, hindari menggosok kulit yang sedang luka, ruam, terbakar matahari, atau terinfeksi, dan jangan tempelkan bawang putih mentah pada kulit. Hentikan kerokan jika terasa sangat sakit atau kulit mulai lecet. Bila muncul lepuh, luka yang memburuk, atau tanda infeksi, periksakan ke tenaga kesehatan.
Referensi
Sang-Woo Park et al., “Cutaneous Mycobacterium massiliense Infection Caused by Skin Coining ‘Gua Sha’ in Korean Healthy Female,” Annals of Dermatology 33, no. 6 (2021): 572–76, https://doi.org/10.5021/ad.2021.33.6.572.
Prashant N. Samberkar, Snehlata P. Samberkar, and Roger W. Byard, “Potential Forensic Implications of Kerokan Therapy: A Traditional Indonesian Therapy Associated with Neck Bruising,” Medicine, Science and the Law 60, no. 4 (2020): 315–18, https://doi.org/10.1177/0025802420926867.
Arya Nielsen, Ben Kligler, and Brian S. Koll, “Safety Protocols for Gua Sha (Press-Stroking) and Baguan (Cupping),” Complementary Therapies in Medicine 20, no. 5 (2012): 340–44, https://doi.org/10.1016/j.ctim.2012.05.004.
Maja Hitl et al., “Garlic Burn Injuries: A Systematic Review of Reported Cases,” American Journal of Emergency Medicine 44 (2021): 5–10, https://doi.org/10.1016/j.ajem.2021.01.039.