Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
4 Risiko Kerokan bagi Kesehatan yang Perlu Diketahui
ilustrasi kerokan (IDN Times/NRF)
  • Bekas merah keunguan setelah kerokan biasanya berupa bintik perdarahan atau memar kecil di bawah kulit.

  • Gesekan kuat dapat menyebabkan lecet atau lepuh; alat yang kotor berisiko membawa kuman jika kulit terluka.

  • Bawang putih mentah yang ditempelkan ke kulit dapat memicu iritasi hingga luka bakar. Bukti ini khusus untuk bawang putih, bukan semua bahan kerokan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Saat badan pegal atau meriang, beberapa orang mengambil koin, potongan bawang, atau benda lain untuk menggosok punggung dan leher.

Bekas merah atau ungu yang muncul memang lazim saat kerokan. Gesekan dapat membuat pembuluh darah kecil di bawah kulit merembeskan darah. Namun, jika dilakukan terlalu kuat atau memakai bahan tertentu, kerokan juga bisa mencederai kulit.

Berikut ini beberapa risiko kerokan bagi kesehatan.

1. Memar dan nyeri sementara

Bintik merah keunguan atau memar kecil merupakan efek yang sengaja ditimbulkan dalam teknik scraping seperti kerokan. Bekas itu bukan tanda “angin” atau zat kotor keluar dari tubuh.

2. Lecet atau lepuh akibat gesekan kuat

Gesekan yang terlalu keras atau berulang bisa membuat kulit lecet, nyeri, bahkan melepuh.

Sebuah laporan kasus kerokan di Indonesia mencatat adanya lecet, lepuh, dan memar pada kulit. Laporan kasus menunjukkan bahwa hal ini dapat terjadi, tetapi tidak memberi tahu seberapa sering dialami orang yang kerokan.

3. Infeksi jika kulit terluka dan alat tercemar

ilustrasi kerokan (vecteezy.com/Miftachul Huda)

Jika kulit sampai terbuka atau berdarah, alat yang dipakai bersama atau tidak dibersihkan dapat membawa kuman. Peneliti pernah melaporkan infeksi kulit setelah seseorang menjalani gua sha menggunakan koin di salon. Sumber kumannya tidak dipastikan, tetapi alat, minyak, handuk, atau sarung tangan yang tercemar diduga mungkin berperan.

Karena bukti komplikasi ini berupa laporan kasus, belum bisa disimpulkan seberapa sering infeksi terjadi.

4. Iritasi kulit dari bahan yang digunakan

Risiko tidak hanya berasal dari gesekan. Bawang putih mentah yang ditempelkan atau digosokkan ke kulit dapat menyebabkan dermatitis iritan, lepuh, dan luka yang tampak seperti luka bakar.

Tinjauan sistematis menemukan 39 kasus luka kulit yang dilaporkan setelah paparan bawang putih mentah. Bukti ini khusus untuk bawang putih mentah, jadi risikonya tidak bisa otomatis disamakan dengan bawang merah atau bahan lain.

Untuk mengurangi risiko, gunakan alat pribadi yang bersih, hindari menggosok kulit yang sedang luka, ruam, terbakar matahari, atau terinfeksi, dan jangan tempelkan bawang putih mentah pada kulit. Hentikan kerokan jika terasa sangat sakit atau kulit mulai lecet. Bila muncul lepuh, luka yang memburuk, atau tanda infeksi, periksakan ke tenaga kesehatan.

Referensi

Sang-Woo Park et al., “Cutaneous Mycobacterium massiliense Infection Caused by Skin Coining ‘Gua Sha’ in Korean Healthy Female,” Annals of Dermatology 33, no. 6 (2021): 572–76, https://doi.org/10.5021/ad.2021.33.6.572.

Prashant N. Samberkar, Snehlata P. Samberkar, and Roger W. Byard, “Potential Forensic Implications of Kerokan Therapy: A Traditional Indonesian Therapy Associated with Neck Bruising,” Medicine, Science and the Law 60, no. 4 (2020): 315–18, https://doi.org/10.1177/0025802420926867.

Arya Nielsen, Ben Kligler, and Brian S. Koll, “Safety Protocols for Gua Sha (Press-Stroking) and Baguan (Cupping),” Complementary Therapies in Medicine 20, no. 5 (2012): 340–44, https://doi.org/10.1016/j.ctim.2012.05.004.

Maja Hitl et al., “Garlic Burn Injuries: A Systematic Review of Reported Cases,” American Journal of Emergency Medicine 44 (2021): 5–10, https://doi.org/10.1016/j.ajem.2021.01.039.

Curated For You

Editorial Team

Related Article