- Pastikan asupan kalori cukup
Kenapa Pelari Maraton Kurus? Berikut Penyebabnya

Pelari maraton cenderung kurus karena latihan intensitas tinggi membakar banyak kalori, mengurangi lemak tubuh, dan membuat tubuh beradaptasi.
Untuk mencegah tubuh terlalu kurus, pelari disarankan menjaga asupan kalori dan protein serta mengombinasikan latihan lari dengan strength training guna membangun massa otot.
Lari rutin memperkuat kaki, perut, dan punggung karena melibatkan banyak otot sekaligus, membantu postur tubuh lebih baik serta meningkatkan daya tahan dan kekuatan fisik secara keseluruhan.
Lari maraton dikenal sebagai olahraga yang membutuhkan stamina, konsistensi, dan latihan dengan intensitas tinggi. Tidak heran kalau banyak pelari maraton memiliki tubuh yang terlihat lebih ramping dibandingkan atlet dari cabang olahraga lain. Bentuk tubuh ini tak cuma dipengaruhi faktor genetik, tetapi juga pola latihan dan kebutuhan energi selama berlari jarak jauh.
Lantas, kenapa pelari maraton kurus? Hal ini terjadi karena latihan maraton membakar banyak kalori, membantu mengurangi lemak tubuh, dan membuat tubuh beradaptasi menjadi lebih ringan agar lebih efisien saat berlari. Selain itu, jenis latihan endurance juga lebih fokus meningkatkan daya tahan dibanding membentuk otot besar. Yuk, simak penjelasan lengkapnya!
Table of Content
1. Kenapa pelari maraton kurus?
Pelari maraton umumnya memiliki tubuh yang cenderung kurus dan ringan karena jenis latihan yang mereka jalani memang berfokus pada daya tahan tubuh. Dalam rutinitasnya, pelari maraton sering melakukan long run, tempo run, hingga interval training dengan volume latihan tinggi. Latihan seperti ini membakar kalori dalam jumlah besar hampir setiap hari sehingga lemak tubuh lebih mudah berkurang.
Selain membakar banyak kalori, tubuh yang lebih ringan juga membantu pelari menghemat energi saat menempuh jarak maraton sejauh 42 kilometer. Semakin sedikit berat yang dibawa tubuh, makin kecil energi yang dikeluarkan untuk mempertahankan kecepatan lari. Karena itulah, tubuh pelari maraton biasanya beradaptasi menjadi lebih ramping agar bisa berlari lebih efisien dalam jarak jauh.
Di sisi lain, latihan maraton juga tidak terlalu berfokus pada pembentukan massa otot besar seperti latihan gym atau bodybuilding. Tubuh pelari lebih diarahkan untuk meningkatkan efisiensi penggunaan energi dan ketahanan tubuh. Meski asupan makan biasanya meningkat untuk mengganti kalori yang terbakar, berat badan pelari maraton cenderung tetap stabil atau bahkan turun. Bahkan saat lomba berlangsung, berat badan bisa berkurang sementara akibat kehilangan cairan tubuh melalui keringat sehingga tidak heran kalau banyak pelari maraton terlihat lean dan kurus.
2. Cara agar tidak kurus meski rutin lari

Rutin lari memang membuat tubuh membakar banyak kalori sehingga berat badan sering lebih sulit naik. Namun, kamu tetap bisa menambah berat badan dan massa otot dengan pola makan serta latihan yang tepat. Berikut beberapa tips yang bisa dicoba,
Untuk membangun massa otot, tubuh membutuhkan kalori lebih banyak daripada yang dibakar setiap hari. Mengingat lari membakar banyak energi, kamu perlu memastikan asupan makan tetap mencukupi agar tubuh tidak kehilangan massa otot.
Selain itu, perbanyak konsumsi protein karena nutrisi ini membantu proses pembentukan dan pemulihan otot setelah latihan. Protein shake atau suplemen juga bisa menjadi tambahan jika kebutuhan protein harian belum terpenuhi.
- Kombinasikan dengan latihan beban
Kalau ingin otot lebih terbentuk, kardio sebaiknya dibarengi dengan weight training. Fokuslah pada compound movements seperti squat, deadlift, bench press, atau lunges karena gerakan ini melatih beberapa kelompok otot sekaligus. Untuk membantu pertumbuhan otot, tingkatkan beban latihan secara bertahap dengan repetisi yang lebih rendah agar tubuh mengalami muscle hypertrophy atau pembesaran otot.
- Seimbangkan kardio dan strength training
Menggabungkan lari dan latihan beban bisa memberikan manfaat yang lebih seimbang bagi tubuh. Strength training membantu meningkatkan kekuatan dan massa otot, sedangkan kardio membantu menjaga stamina dan daya tahan tubuh. Latihan beban juga mengaktifkan fast-twitch muscle fibers yang mendukung kekuatan saat berlari, sedangkan lari membantu meningkatkan endurance agar tubuh lebih kuat menjalani sesi latihan beban yang intens.
3. Bagian tubuh yang terpengaruh karena lari
Rutin lari bisa membuat beberapa bagian tubuh menjadi lebih kuat, lean, dan terbentuk. Hal ini karena lari melibatkan banyak otot sekaligus dan membakar cukup banyak kalori. Berikut beberapa bagian tubuh yang paling terpengaruh karena kebiasaan berlari.
- Kaki menjadi lebih ramping dan kuat
Lari termasuk olahraga weight-bearing yang menggunakan hampir seluruh otot kaki, terutama paha depan (quads), hamstring, betis, dan area pinggul. Saat berlari, otot-otot tersebut terus berkontraksi di setiap langkah sehingga membantu membentuk kaki lebih kencang dan ramping.
- Otot perut lebih terlatih
Saat berlari, otot inti dan perut ikut bekerja untuk menjaga keseimbangan serta stabilitas tubuh. Rutin lari juga membantu mengurangi lemak tubuh, termasuk lemak di area perut, sehingga otot perut bisa terlihat lebih jelas seiring waktu. Meski hasilnya tidak instan, kebiasaan lari yang konsisten dapat membantu membuat area core terasa lebih kuat dan stabil.
- Punggung lebih kuat dan postur lebih baik
Otot punggung ikut aktif saat berlari untuk menjaga posisi tubuh tetap tegak dan seimbang. Karena itu, lari bisa membantu memperkuat otot punggung sekaligus memperbaiki postur tubuh. Pada beberapa orang, kebiasaan lari juga dapat membantu mengurangi nyeri punggung ringan yang disebabkan oleh postur buruk atau lemahnya otot punggung.
Banyaknya kalori yang terbakar selama latihan hingga adaptasi tubuh untuk berlari lebih efisien menjadi alasan kenapa pelari maraton kurus. Meski terlihat ramping, tubuh pelari maraton tetap kuat dan memiliki daya tahan tinggi untuk menempuh jarak jauh. Semoga informasi ini membantu, ya.
FAQ seputar kenapa pelari maraton kurus
| Kenapa pelari maraton kebanyakan kurus? | Karena latihan maraton membakar banyak kalori dan membuat tubuh lebih efisien untuk berlari jarak jauh. |
| Apakah lari maraton bisa membuat otot mengecil? | Bisa, terutama jika latihan cardio terlalu berlebihan tanpa diimbangi asupan protein dan latihan beban. |
| Apakah semua pelari maraton pasti kurus? | Tidak selalu. Bentuk tubuh pelari tetap dipengaruhi pola makan, genetik, dan jenis latihan yang dilakukan. |
Referensi
"Why Marathon Runners Are Thin and What the Ideal Weight Is". HD Sports. Diakses Mei 2026.
"Why Do People Who Participate in Marathons Tend to Have Smaller Muscles?". Back Muscle Solutions. Diakses Mei 2026.
"Why Are Runners So Skinny? 3 Tips How not Lose Much Weight". Torokhtiy Weightlifting. Diakses Mei 2026.



![[QUIZ] Warna Tumbler Kamu Bisa Ungkap Tipe Self-Care Kamu](https://image.idntimes.com/post/20260503/pexels-cottonbro-3737803_749b93ce-12fb-4e36-a427-a18f836f46ef.jpg)

![[QUIZ] Pilih Karakter Upin & Ipin, Kami Tebak Kamu People Pleaser atau Bukan](https://image.idntimes.com/post/20250528/cover-quiz-10-497ec7ed7fc94e6ef9b9654a1b85ba9a.png)






![[QUIZ] Warna Outfit Favoritmu Bisa Ungkap Cara Kamu Menghadapi Stres](https://image.idntimes.com/post/20250507/1000344956-3159a2704e4b6062c72c7e3be406df32-fff34f8ff180b130eb70c4bcc95165ea.jpg)

![[QUIZ] Dari Jenis Rasa Lapar yang Sering Kamu Alami, Ini Pola Metabolismemu](https://image.idntimes.com/post/20250219/salinan-dari-blue-cute-dog-quotes-desktop-wallpaper-11-f966ff7a7b2fe3f18673439831ee292b-5138268e3be9de90e9dfdf73ffc3760f.jpg)


![[QUIZ] Playlist Favoritmu Bisa Menunjukkan Cara Kamu Melawan Rasa Malas](https://image.idntimes.com/post/20250514/pexels-viralyft-16897649-8ed9de860b0ace40589a8766fe9a17d0-bcead74174e00b2d4a0e1455f0676a42.jpg)
