Berbuka sebaiknya dimulai dengan minum dan makanan yang ringan serta mudah dicerna, yang memberi energi tanpa membebani perut. Pilihan seperti air putih, buah, atau makanan berkarbohidrat sederhana membantu tubuh beralih dari puasa ke makan kembali dengan lebih nyaman.
Air putih dan cairan elektrolit: Air putih adalah prioritas utama untuk mengganti cairan tubuh yang hilang selama berpuasa. Untuk membantu keseimbangan elektrolit, air kelapa atau minuman dengan sedikit garam dan kalium juga bisa berguna tanpa gula berlebih.
Buah segar atau kurma: Buah segar atau kurma memberikan gula alami yang dilepaskan secara perlahan, memberi energi tanpa lonjakan tajam gula darah sekaligus menyediakan serat, vitamin, dan mineral yang bermanfaat.
Sup sayuran atau kaldu: Sup hangat yang ringan memberikan hidrasi dan nutrisi sekaligus mendukung pencernaan sebelum makanan utama, tanpa kandungan lemak tinggi.
Protein ringan: Sumber protein mudah dicerna seperti telur rebus, ikan panggang, atau tahu bisa membantu perasaan kenyang lebih lama tanpa menambah lemak berlebih.
Yoghurt rendah lemak: Yoghurt rendah lemak dapat menjadi pilihan baik karena memberikan probiotik yang mendukung kesehatan usus, terutama setelah periode puasa sepanjang hari.
Gorengan mungkin terasa nikmat saat berbuka puasa, apalagi yang baru matang. Namun, pilihan ini memiliki sejumlah risiko jangka pendek dan jangka panjang, mulai dari gangguan pencernaan hingga meningkatnya risiko diabetes dan penyakit kardiovaskular. Bukannya melarang, tetapi frekuensi dan porsinya perlu dikontrol.
Pilihan makanan yang memberi hidrasi, energi stabil, dan nutrisi seimbang akan membantu tubuh beradaptasi secara optimal setelah puasa seharian. Menjadikan gorengan sebagai pilihan sesekali, bukan pilihan setiap buka puasa, dapat menjaga kesehatan jangka panjang.
Referensi
“Eating fried foods tied to increased risk of diabetes and heart disease.” Harvard T.H. Chan School of Public Health. Diakses Februari 2026.
“Why Is Fried Food Bad for You?” Cleveland Clinic. Diakses Februari 2026.
“Why Are Fried Foods Bad for You?” Healthline. Diakses Februari 2026.
“Fried food consumption linked to heart disease and stroke.” Diabetes.co.uk. Diakses Februari 2026.