Pada 1979, Cormack dan Hounsfield menerima Nobel Fisiologi atau Kedokteran atas pengembangan tomografi berbantuan komputer. Penghargaan itu mengakui dua bagian penting dari inovasi tersebut, yaitu dasar matematis untuk merekonstruksi gambar dan mesin yang membuatnya dapat digunakan dalam pemeriksaan klinis.
Dari pemindai yang membutuhkan waktu berhari-hari untuk menampilkan satu gambar, CT berkembang menjadi teknologi yang dapat menghasilkan banyak irisan tubuh dalam hitungan detik. Prinsip dasarnya tetap sama, yaitu mengumpulkan pengukuran sinar-X dari berbagai arah, lalu meminta komputer menyusunnya menjadi gambaran bagian dalam tubuh.
Referensi
Raymond A. Schulz, Jay A. Stein, and Norbert J. Pelc, “How CT Happened: The Early Development of Medical Computed Tomography,” Journal of Medical Imaging 8, no. 5 (2021): 052110, https://doi.org/10.1117/1.JMI.8.5.052110.
Cynthia H. McCollough and Prabhakar Shantha Rajiah, “Milestones in CT: Past, Present, and Future,” Radiology 309, no. 1 (2023): e230803, https://doi.org/10.1148/radiol.230803.
Godfrey N. Hounsfield, “Computerized Transverse Axial Scanning (Tomography): Part 1. Description of System,” British Journal of Radiology 46, no. 552 (1973): 1016–22, https://doi.org/10.1259/0007-1285-46-552-1016.
Nobel Prize Outreach, “The Nobel Prize in Physiology or Medicine 1979,” diakses September 2026.