Peran hewan mulai tergantikan setelah ilmuwan mengembangkan tes berbasis antibodi pada tahun 1960. Antibodi dapat mengenali hCG secara langsung dari sampel urine sehingga pemeriksaan menjadi lebih cepat dan murah.
Pada awal tahun 1970-an, peneliti mengembangkan antibodi yang lebih spesifik terhadap subunit beta-hCG. Perkembangan tersebut membantu membedakan hCG dari hormon lain yang strukturnya mirip. Tes kehamilan rumahan pertama kemudian mendapat persetujuan di Amerika Serikat pada 1976 dan mulai dipasarkan luas pada 1977.
Prinsip dasarnya masih bertahan sampai sekarang. Test pack modern tetap mencari hCG dalam urine. Perbedaannya, sel telur katak telah digantikan oleh garis berwarna yang terbentuk melalui reaksi antibodi.
Dengan demikian, sejarah tes kehamilan menunjukkan bagaimana hormon hCG dibaca dengan teknologi yang terus berubah.
Referensi
Gurdon, John B., and Nick Hopwood. “The Introduction of Xenopus laevis into Developmental Biology: Of Empire, Pregnancy Testing and Ribosomal Genes.” International Journal of Developmental Biology 44, no. 1 (2000): 43–50. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/10761846/.
Lis, Kinga. “From Cereal Grains to Immunochemistry—What Role Have Antibodies Played in the History of the Home Pregnancy Test.” Antibodies 12, no. 3 (2023): 56. https://doi.org/10.3390/antib12030056.
Office of NIH History and Stetten Museum. “Thin Blue Line: A History of the Pregnancy Test.” National Institutes of Health. Diakses September 2026.
Olszynko-Gryn, Jesse. “The Demand for Pregnancy Testing: The Aschheim–Zondek Reaction, Diagnostic Versatility, and Laboratory Services in 1930s Britain.” Studies in History and Philosophy of Biological and Biomedical Sciences 47 (September 2014): 233–47. https://doi.org/10.1016/j.shpsc.2013.12.002.
Shapiro, H. A., and H. Zwarenstein. “A Rapid Test for Pregnancy on Xenopus lævis.” Nature 133, no. 3368 (May 19, 1934): 762. https://doi.org/10.1038/133762a0.