Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

7 Manfaat Tidur dalam Kegelapan, Lampu Mati Ternyata Bagus

Seorang perempuan tidur di kamar yang gelap.
Ilustrasi tidur di kamar tidur yang gelap (pexels.com/Polina)
Intinya sih...
  • Tidur dalam kamar yang gelap total membantu tubuh mengatur ritme sirkadian melalui peningkatan produksi hormon melatonin, hormon yang berperan penting dalam kualitas tidur.
  • Paparan cahaya di kamar saat tidur, bahkan yang redup, dapat mengganggu produksi melatonin dan ritme biologis tubuh, yang berdampak negatif pada tidur dan kesehatan secara keseluruhan.
  • Tidur dalam gelap dikaitkan dengan kualitas tidur yang lebih baik, suasana hati lebih stabil, sistem imun lebih kuat, dan risiko penyakit kronis lebih rendah.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Tidur adalah kebutuhan dasar yang memengaruhi hampir setiap aspek kesehatan. Mulai dari metabolisme dan suasana hati hingga fungsi imun dan pemulihan sel. Namun, kualitas tidur sering diremehkan, padahal selain durasi, lingkungan tidur itu sendiri memainkan peran besar dalam bagaimana tubuh beristirahat dan memulihkan diri.

Salah satu faktor lingkungan yang sering diabaikan adalah cahaya di kamar tidur. Di era modern ini, lampu jalan, perangkat elektronik, maupun lampu kamar yang tidak dimatikan dapat memengaruhi ritme biologis tubuh tanpa disadari. Ada bukti ilmiah yang menunjukkan bahwa tidur dalam kegelapan total atau hampir total dapat membawa sejumlah manfaat kesehatan yang penting.

Berikut ini rangkuman beberapa manfaat tidur dalam gelap dan penjelasan kenapa ini akan mendukung tidur yang lebih berkualitas untuk kesehatan jangka panjang.

1. Meningkatkan produksi melatonin

Melatonin sering disebut sebagai hormon tidur karena perannya dalam mengatur ritme sirkadian tubuh. Ritme sirkadian adalah mekanisme internal yang memberi tahu tubuh kapan waktu tidur dan bangun.

Produksi melatonin meningkat secara alami ketika lingkungan menjadi gelap, memicu rasa kantuk dan membantu tubuh memasuki fase tidur yang lebih dalam dan pulih. Ketika cahaya masuk ke mata, bahkan dalam intensitas rendah, produksi melatonin bisa menurun atau tertunda, sehingga menghambat proses tidur.

Dengan tidur di kamar yang gelap, tubuh diberikan sinyal yang jelas bahwa sudah waktunya untuk tidur, sehingga melatonin dapat diproduksi secara optimal dan ritme biologis tetap teratur.

2. Membantu mengatur ritme sirkadian

Tidur dengan kamar tidur gelap.
ilustrasi tidur di kamar gelap (pexels.com/cottonbro studio)

Ritme sirkadian adalah jam biologis internal yang mengatur siklus bangun-tidur selama 24 jam. Cahaya adalah sinyal kunci yang memberi tahu tubuh kapan harus bangun dan kapan harus tidur.

Tidur dalam gelap membantu tubuh mempertahankan siklus ini sesuai dengan ritme alami, mendukung produksi hormon yang sesuai waktu dan memperbaiki kualitas tidur. Paparan cahaya, bahkan yang redup, dapat mengacaukan ritme ini, membuat tubuh “bingung” dan mengganggu pola tidur.

Ritme sirkadian yang teratur penting bagi kesehatan secara keseluruhan—termasuk pencernaan, pengaturan gula darah, dan keseimbangan hormon lainnya—sehingga tidur dalam gelap memiliki efek yang lebih luas daripada sekadar membantu tidur.

3. Tidur lebih cepat dan lebih nyenyak

Kegelapan membuat tubuh lebih cepat mengantuk karena melatonin bekerja sebagai penanda waktu internal. Tanpa paparan cahaya yang mengganggu, otak dan tubuh dapat memasuki fase tidur lebih cepat dan mempertahankan tidur yang lebih stabil sepanjang malam.

Banyak orang mungkin tidak menyadari bahwa lampu kecil, lampu jalan dari luar, atau cahaya layar yang dipantulkan di kamar bisa mengurangi kualitas tidur, karena cahaya tersebut memberi sinyal kepada tubuh bahwa masih siang, sehingga produksi melatonin tertunda.

Dengan suasana tidur yang gelap, gelombang tidur yang lebih dalam dan puncak produksi melatonin dapat terjadi lebih konsisten, yang berkontribusi pada tidur yang terasa lebih reparatif.

4. Menurunkan risiko penyakit kronis

Kamar tidur yang gelap dan tenang.
ilustrasi kamar tidur yang gelap dan tenang (freepik.com/freepik)

Riset menunjukkan bahwa paparan cahaya saat tidur, terutama jika sering terjadi, dapat meningkatkan risiko sejumlah kondisi kesehatan jangka panjang seperti obesitas, diabetes, dan penyakit kardiovaskular. Cahaya yang mengganggu ritme sirkadian dapat merusak metabolisme dan respon insulin tubuh.

Selain itu, penurunan produksi melatonin akibat paparan cahaya telah dikaitkan dengan risiko kanker tertentu dalam penelitian observasional, terutama kanker payudara dan prostat, karena melatonin juga memiliki aktivitas antioksidan dan peran dalam pertahanan sel.

Dengan tidur dalam kegelapan total, tubuh menunjukkan pola hormonal dan fisiologis yang lebih mendukung metabolisme normal serta regulasi sel yang sehat, yang bisa berdampak positif pada pencegahan penyakit kronis.

5. Menenangkan sistem saraf dan mengurangi stres

Tidur berkualitas dalam kondisi gelap membantu menenangkan sistem saraf pusat. Ketika melatonin meningkat dan ritme sirkadian stabil, tubuh masuk ke mode rest-and-digest yang mengurangi kadar hormon stres seperti kortisol pada malam hari.

Suasana kamar yang gelap juga berarti gangguan visual minimal, yang membantu otak "mematikan" respons kewaspadaan yang berlebihan dan menjadikan tidur lebih teratur. Interupsi cahaya sering membuat tidur menjadi lebih ringan dan sering terbangun, yang memperburuk stres fisiologis.

Dengan tidur lebih pulas dan sedikit gangguan, pola stres menurun, suasana hati membaik, dan perbaikan jaringan lebih efektif.

6. Memperkuat sistem imun

Tidur di ruangan gelap.
ilustrasi tidur di ruangan gelap (unsplash.com/Annie Spratt)

Tidur yang baik merupakan fondasi sistem imun yang tangguh. Melatonin sendiri memiliki sifat antioksidan dan membantu modulasi respons imun, sehingga tidur dalam kegelapan yang meningkatkan produksinya memberikan suasana internal yang mendukung regenerasi sel imun.

Tidur terganggu oleh cahaya dapat mempersingkat durasi tidur REM (rapid eye movement) atau fase tidur dalam yang esensial untuk fungsi imun, sehingga paparan cahaya kecil pun dapat menurunkan efisiensi pertahanan tubuh terhadap infeksi.

Dengan kualitas tidur yang lebih baik, tubuh memperbaiki sel imun secara optimal sepanjang malam, membantu melawan patogen dan mengurangi peradangan kronis.

7. Regulasi hormon yang lebih baik

Selain melatonin, ritme tidur-bangun gelap-terang juga memengaruhi hormon lain seperti kortisol (yang terkait stres), serta hormon yang mengatur nafsu makan dan metabolisme. Ketika tidur lebih sinkron dengan siklus gelap-terang alami, regulasi hormon hormonal menjadi lebih tertata.

Paparan cahaya pada malam hari yang terus-menerus dapat mengacaukan pola hormon ini, meningkatkan rasa lapar tidak pada jamnya atau gangguan metabolik lainnya.

Kegelapan total membantu tubuh memulihkan ritme hormon yang konsisten, yang berdampak pada suasana hati, nafsu makan, dan energi sepanjang hari berikutnya.

Tidur dalam gelap, baik itu seluruh kamar minim cahaya atau menggunakan tirai gelap, membantu tubuh mengoptimalkan produksi melatonin, menjaga ritme sirkadian yang sehat, serta memperbaiki kualitas tidur secara keseluruhan. Suasana tidur semacam ini berkontribusi pada fungsi imun yang lebih kuat, regulasi hormon yang sehat, dan pemulihan sistem saraf.

Kesadaran akan pentingnya keadaan gelap saat tidur adalah strategi sederhana namun berdampak signifikan terhadap kesehatan jangka panjang. Menciptakan kamar yang benar-benar gelap dapat menjadi investasi kecil dengan manfaat besar bagi kualitas tidur dan kesejahteraan umum.

Referensi

"Light & Sleep: Effects on Sleep Quality." Sleep Foundation. Diakses Februari 2026.

“Study Reveals Why Even a Little Light Can Disrupt Your Sleep Patterns." Verywell Health. Diakses Februari 2026.

Ivy C. Mason et al., “Light Exposure During Sleep Impairs Cardiometabolic Function,” Proceedings of the National Academy of Sciences 119, no. 12 (March 14, 2022): e2113290119, https://doi.org/10.1073/pnas.2113290119.

“Sleeping in Light, Darkness or Dim Light: Which is Best." Times of India. Diakses Februari 2026.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Bayu D. Wicaksono
Nena Zakiah
3+
Bayu D. Wicaksono
EditorBayu D. Wicaksono
Follow Us

Latest in Health

See More

[QUIZ] Pilih Warna Kamar Tidurmu, Ini Dampaknya ke Psikologis

08 Feb 2026, 09:35 WIBHealth