Setelah 10 tahun, risiko kanker paru-paru turun sekitar 50 persen dibandingkan dengan perokok aktif. Ini adalah salah satu bukti terkuat berhenti merokok memberi manfaat jangka panjang.
Meski demikian, risiko tidak sepenuhnya kembali ke nol, terutama jika seseorang telah merokok dalam jangka waktu lama. Namun, penurunan risiko ini tetap sangat signifikan dan menjadi alasan utama untuk berhenti merokok sedini mungkin.
Pemulihan paru-paru setelah berhenti merokok adalah proses yang nyata, bertahap, dan berbasis biologis. Setiap hari tanpa rokok memberi kesempatan berharga bagi tubuh untuk pulih. Timeline ini menunjukkan perubahan kecil yang konsisten dapat menghasilkan dampak besar dalam jangka panjang, terutama bagi kesehatan paru-paru.
Referensi
Centers for Disease Control and Prevention. "Benefits of Quitting Smoking." Diakses Maret 2026.
American Lung Association. "What Happens When You Quit Smoking." Diakses Maret 2026.
World Health Organization. "Tobacco and Lung Health." Diakses Maret 2026.
National Cancer Institute. "Smoking and Cancer Risk." Diakses Maret 2026.
Prabhat Jha et al., “21st-Century Hazards of Smoking and Benefits of Cessation in the United States,” New England Journal of Medicine 368, no. 4 (January 23, 2013): 341–50, https://doi.org/10.1056/nejmsa1211128.
Richard Doll et al., “Mortality in Relation to Smoking: 50 Years’ Observations on Male British Doctors,” BMJ 328, no. 7455 (June 22, 2004): 1519, https://doi.org/10.1136/bmj.38142.554479.ae.
Maria Elisa Di Cicco, Vincenzo Ragazzo, and Tiago Jacinto, “Mortality in Relation to Smoking: The British Doctors Study,” Breathe 12, no. 3 (August 31, 2016): 275–76, https://doi.org/10.1183/20734735.013416.