Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Uji Klinis Ungkap Manfaat Tak Terduga Metformin untuk Diabetes Tipe 1

Uji Klinis Ungkap Manfaat Tak Terduga Metformin untuk Diabetes Tipe 1
ilustrasi obat metformin untuk diabetes (pexels.com/Anna Shvets)
Intinya Sih
  • Uji klinis acak menunjukkan metformin tidak memperbaiki resistensi insulin pada diabetes tipe 1.

  • Namun, metformin terbukti menurunkan total kebutuhan insulin harian untuk menjaga kadar gula darah tetap stabil.

  • Temuan ini dapat membantu dokter menyempurnakan strategi terapi dan mengurangi beban harian pasien.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Selain suntik insulin, hidup dengan diabetes tipe 1 juga melibatkan penghitungan karbohidrat, penyesuaian dosis, memantau gula darah, hingga mempertimbangkan aktivitas fisik. Studi menunjukkan orang dengan diabetes tipe 1 membuat sekitar 180 keputusan kesehatan tambahan setiap hari terkait pengelolaan kondisinya.

Diabetes tipe 1 adalah penyakit autoimun yang menghancurkan sel beta pankreas penghasil insulin. Tanpa produksi insulin alami, terapi insulin seumur hidup menjadi satu-satunya cara menjaga kadar glukosa tetap dalam batas aman. Diabetes tetap menjadi masalah kesehatan global dengan beban komplikasi kardiovaskular yang signifikan.

Seiring waktu, sebagian orang dengan diabetes tipe 1 juga mengalami resistensi insulin, yaitu kondisi ketika sel tubuh menjadi kurang responsif terhadap insulin, sehingga memerlukan dosis lebih tinggi untuk mencapai kontrol gula darah yang sama. Resistensi insulin ini meningkatkan kompleksitas terapi dan berpotensi meningkatkan risiko penyakit jantung, salah satu penyebab utama komplikasi dan kematian pada kelompok ini.

Uji klinis INTIMET dan hasil yang mengejutkan

Selama bertahun-tahun, metformin (obat oral yang umum digunakan pada diabetes tipe 2) diresepkan secara off-label (obat diberikan untuk indikasi, dosis, usia, atau cara pemberian yang tidak tercantum dalam izin edar atau label resminya) pada pasien diabetes tipe 1 untuk membantu mengatasi resistensi insulin. Praktik ini lebih banyak didasarkan pada pengalaman klinis dibanding bukti uji klinis yang kuat.

Kini, uji klinis acak terkontrol yang dipimpin oleh Garvan Institute of Medical Research memberikan jawaban yang lebih jelas. Studi yang dipublikasikan di Nature Communications ini melibatkan 40 orang dewasa dengan diabetes tipe 1 jangka panjang.

Peserta diacak untuk menerima metformin atau plasebo selama enam bulan. Para peneliti menggunakan teknik penelitian canggih bernama hyperinsulinemic-euglycemic clamp study, yang dianggap sebagai standar emas dalam mengukur resistensi insulin di berbagai jaringan tubuh.

Hasilnya tidak sesuai dugaan. Metformin tidak memperbaiki resistensi insulin, dan tidak menunjukkan perubahan signifikan pada kadar gula darah rata-rata. Namun, ada satu temuan penting, bahwa obat ini menurunkan total kebutuhan insulin harian untuk menjaga glukosa tetap dalam kisaran target.

Temuan ini menantang asumsi lama tentang mekanisme kerja metformin pada diabetes tipe 1. Pada diabetes tipe 2, metformin bekerja dengan meningkatkan sensitivitas insulin dan mengurangi produksi glukosa di hati. Pada tipe 1, efeknya tampaknya berbeda.

Apa artinya bagi pasien dan dokter?

Seorang pasien diabetes suntik insulin.
ilustrasi pasien diabetes suntik insulin (IDN Times/Novaya Siantita)

Penurunan kebutuhan insulin mungkin terdengar sederhana, tetapi implikasinya besar. Dosis insulin yang lebih rendah dapat berarti risiko hipoglikemia yang lebih kecil, fluktuasi gula darah yang lebih stabil, serta potensi pengurangan beban terapi sehari-hari.

Namun, penting dicatat bahwa metformin bukan pengganti insulin pada diabetes tipe 1. Insulin tetap terapi utama dan esensial. Terapi insulin adalah fondasi pengelolaan diabetes tipe 1.

Temuan dari studi ini membantu dokter memahami bahwa manfaat metformin pada tipe 1 mungkin bukan pada memperbaiki resistensi insulin secara langsung, melainkan mengurangi total kebutuhan insulin. Dengan kata lain, obat ini dapat menjadi terapi tambahan yang dipertimbangkan secara individual, bukan solusi universal.

Ke depannya, penelitian lanjutan diperlukan untuk memahami mekanisme biologis yang mendasari efek ini dan untuk mengidentifikasi pasien mana yang paling mungkin mendapat manfaat.

Referensi

Jennifer R. Snaith et al., “Effect of Metformin on Insulin Resistance in Adults With Type 1 Diabetes: A 26-week Randomized Double-blind Clinical Trial,” Nature Communications 16, no. 1 (November 24, 2025): 9884, https://doi.org/10.1038/s41467-025-65951-1.

“IDF Diabetes Atlas.” International Diabetes Federation. Diakses Maret 2026.

Mandeep Bajaj et al., “Summary of Revisions: Standards of Care in Diabetes—2026,” Diabetes Care 49, no. Supplement_1 (December 8, 2025): S6–12, https://doi.org/10.2337/dc26-srev.

“Use of Common Drug Reduces Insulin Needs in Type 1 Diabetes.” Garvan Institute of Medical Research.Diakses Maret 2026.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Nuruliar F
EditorNuruliar F
Follow Us

Latest in Health

See More