Untuk mendukung penurunan berat badan, camilan paling berguna ketika kamu lapar di antara dua waktu makan yang berjauhan. Bagi banyak orang dengan pola makan siang dan makan malam konvensional, ini dapat berarti sore hari.
Namun, jika tidak lapar, tidak ada alasan untuk nyemil. Sebuah studi menegaskan bahwa frekuensi makan memiliki sedikit atau tidak ada pengaruh terhadap penurunan berat badan ketika total asupan energi sudah diperhitungkan.
Itu artinya, tubuh tidak memiliki jam nyemil pembakar lemak. Waktu nyemil terbaik adalah waktu yang membantu mengendalikan rasa lapar tanpa membuat total makanan sepanjang hari berlebihan.
Referensi
Alan Flanagan, “Is the Timing of Eating Relevant for Weight Loss?,” Proceedings of the Nutrition Society 85, no. 1 (2026): 59–67, https://doi.org/10.1017/S0029665124007547.
Angela Kong et al., “Associations between Snacking and Weight Loss and Nutrient Intake among Postmenopausal Overweight to Obese Women in a Dietary Weight-Loss Intervention,” Journal of the American Dietetic Association 111, no. 12 (2011): 1898–1903, https://doi.org/10.1016/j.jada.2011.09.012.
Kate M. Bermingham et al., “Snack Quality and Snack Timing Are Associated with Cardiometabolic Blood Markers: The ZOE PREDICT Study,” European Journal of Nutrition 63, no. 1 (2024): 121–133, https://doi.org/10.1007/s00394-023-03241-6.
Nina Vujović et al., “Late Isocaloric Eating Increases Hunger, Decreases Energy Expenditure, and Modifies Metabolic Pathways in Adults with Overweight and Obesity,” Cell Metabolism 34, no. 10 (2022): 1486–1498.e7, https://doi.org/10.1016/j.cmet.2022.09.007.
Hsin Jen Chen, Yun Chi Tsai, Yi Tien Hsu, and Jung Chu, “Effect of Recommendations of Breakfast and Late-Evening Snack Habits on Body Composition and Blood Pressure: A Pilot Randomized Trial,” Chronobiology International 41, no. 7 (2024): 1021–1033, https://doi.org/10.1080/07420528.2024.2363492.