Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Profesi dengan Kematian Kanker Terkait Radiasi Tertinggi, Ada Pilot

Profesi dengan Kematian Kanker Terkait Radiasi Tertinggi, Ada Pilot
ilustrasi pilot (magnific.com/DC Studio)
  • Dari 503 jenis pekerjaan, awak kabin dan pilot menempati peringkat pertama dan kedua untuk proporsi kematian akibat kanker yang dikategorikan terkait radiasi.

  • Awak pesawat terpapar radiasi kosmik lebih tinggi karena bekerja berjam-jam pada ketinggian jelajah, dengan paparan meningkat pada penerbangan lebih lama, lebih tinggi, dan semakin jauh dari khatulistiwa.

  • Studi menunjukkan asosiasi, bukan sebab-akibat. Radiasi kosmik bukan satu-satunya kemungkinan faktor karena awak pesawat juga mengalami gangguan ritme sirkadian dan paparan lain.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Di ketinggian sekitar 10 kilometer, pekerjaan pilot dan awak kabin membawa risiko tersendiri. Salah satunya, makin jauh dari permukaan bumi, lapisan atmosfer yang melindungi manusia dari radiasi kosmik semakin tipis.

Akibatnya, orang yang menghabiskan sebagian besar kehidupan kerjanya di udara menerima radiasi ionisasi kosmik lebih banyak dibandingkan kebanyakan pekerja di darat. Kini, penelitian terbaru mengaitkan pekerjaan tersebut dengan pola kematian akibat kanker tertentu.

Studi yang dipublikasikan di JAMA Internal Medicine pada 17 Agustus 2026 menemukan bahwa awak kabin dan pilot memiliki proporsi kematian akibat kanker terkait radiasi tertinggi dan kedua tertinggi dari 503 pekerjaan yang diteliti di Amerika Serikat (AS).

  1. Data hampir 13 juta kematian

    Peneliti Harvard Medical School, Brigham and Women's Hospital, dan Massachusetts General Hospital menganalisis data National Vital Statistics System dari hampir 12,7 juta orang yang meninggal antara 2020–2024.

    Di dalamnya terdapat sekitar 14.000 pilot dan 7.000 awak kabin. Analisis memperhitungkan sejumlah faktor seperti usia saat meninggal, jenis kelamin, ras, etnis, pendidikan, dan status perkawinan.

    Kelompok “kanker terkait radiasi” dalam penelitian mencakup kanker payudara, sistem saraf pusat, multiple myeloma, beberapa jenis leukemia dan limfoma, kanker tiroid, prostat, melanoma, serta kanker kulit nonmelanoma.

    Temuannya, sekitar 6,9 persen kematian awak kabin dan 6,7 persen kematian pilot disebabkan oleh kelompok kanker tersebut—lebih tinggi daripada pekerjaan lain yang dianalisis. Dibandingkan seluruh kelompok pekerjaan, odds kematian akibat kanker terkait radiasi sekitar 50 persen lebih tinggi pada awak kabin dan 36 persen lebih tinggi pada pilot.

    Peningkatan yang signifikan terlihat antara lain pada kanker payudara, kanker sistem saraf pusat, kanker prostat, dan melanoma. Pada pilot, kematian akibat leukemia juga lebih tinggi.

    Sebaliknya, untuk kanker yang tidak dikategorikan terkait radiasi, pilot dan awak kabin berada di sekitar median pekerjaan lainnya.

    Bahkan teknolog kedokteran nuklir—pekerjaan yang jelas berhubungan dengan sumber radiasi—berada di peringkat ke-12.

    Sementara itu, mekanik dan perakit pesawat yang bekerja di industri penerbangan tetapi tidak menghabiskan jam kerja di ketinggian tidak menunjukkan peningkatan serupa.

  2. Dari mana radiasinya berasal?

    Ilustrasi awak kabin di dalam pesawat yang menggambarkan suasana pelayanan kepada penumpang selama penerbangan.
    ilustrasi awak kabin di pesawat (pexels.com/Farid S)

    Sumber utamanya diduga adalah radiasi kosmik, yaitu radiasi ionisasi berenergi tinggi yang berasal dari luar angkasa.

    Atmosfer bumi menyerap dan menghamburkan sebagian radiasi tersebut. Karena perlindungan atmosfer berkurang seiring bertambahnya ketinggian, paparan menjadi lebih besar ketika seseorang berada di pesawat. Dosis juga meningkat pada penerbangan yang lebih lama serta rute yang makin jauh dari khatulistiwa.

    Pilot dan awak kabin diperkirakan menerima sekitar 3–6 millisievert (mSv) radiasi kosmik per tahun, tergantung rute penerbangannya. Sebagai pembanding, peneliti memperkirakan seseorang yang melakukan 10 perjalanan pulang-pergi lintas Amerika Serikat dalam setahun menerima sekitar 0,4 mSv.

  3. Kekurangan studi ini

    Penelitian menggunakan data sertifikat kematian sehingga tidak mengetahui berapa tahun seseorang bekerja, berapa jam penerbangan yang ditempuh, rute yang dijalani, maupun total dosis radiasi yang diterima.

    Dengan desain potong lintang, penelitian juga tidak dapat membuktikan hubungan sebab-akibat.

    Awak pesawat pun menghadapi paparan lain yang berpotensi memengaruhi risiko kanker. Editorial pendamping di JAMA Internal Medicine menyoroti radiasi UVA yang dapat menembus sebagian jendela kokpit serta gangguan ritme sirkadian akibat kerja malam dan berulang kali melintasi zona waktu.

    Penelitian sebelumnya juga belum memberikan jawaban konsisten. Studi terhadap lebih dari 10.000 awak kabin di negara-negara Nordik menemukan insiden kanker payudara, leukemia, dan melanoma lebih tinggi pada perempuan, tetapi analisis lebih lanjut tidak menemukan hubungan yang jelas antara peningkatan tersebut dengan perkiraan dosis radiasi kosmik.

    Temuan baru ini tidak menyebut setiap pilot atau awak kabin akan sakit kanker, juga tidak menunjukkan bahwa perjalanan menggunakan pesawat berbahaya bagi penumpang biasa. Namun, ini memperkuat alasan untuk memperlakukan paparan radiasi kosmik sebagai isu kesehatan kerja yang perlu diperhatikan pada orang yang menghabiskan ribuan jam kerjanya di udara.

    Referensi

    Vishal R. Patel, Michael Liu, and Anupam B. Jena, “Cancer-Related Mortality Among US Pilots and Flight Attendants,” JAMA Internal Medicine, published online August 17, 2026, https://doi.org/10.1001/jamainternmed.2026.3635.

    National Institute for Occupational Safety and Health, “Aircrew and Cosmic Ionizing Radiation,” diakses Agustus 2026.

    Catherine M. Olsen and Ken Karipidis, “Cancer Mortality in Aircrew—High Altitude, Hard Questions,” JAMA Internal Medicine, published online August 17, 2026, https://doi.org/10.1001/jamainternmed.2026.3632.

    Eero Pukkala et al., “Cancer Incidence among Nordic Airline Cabin Crew,” International Journal of Cancer 131, no. 12 (2012): 2886–2897, https://doi.org/10.1002/ijc.27551.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More