- Lebih banyak udara yang tertelan
Mengapa Makan Terlalu Cepat Bikin Perut Tidak Nyaman?

Makan terlalu cepat membuat makanan kurang terkunyah dan meningkatkan udara tertelan, sehingga lambung bekerja lebih keras serta memicu begah, kembung, gas, dan nyeri perut.
Sinyal kenyang baru diterima otak sekitar 20 menit setelah mulai makan; menghabiskan makanan dalam waktu singkat dapat membuat seseorang makan berlebihan dan merasa sesak.
Studi pada 10.893 dewasa di Korea Selatan mencatat makan kurang dari 5 menit berkaitan dengan risiko gastritis 1,7 kali lebih tinggi dibanding makan setidaknya 15 menit.
Pernah merasa perut begah, kembung, atau seperti penuh setelah makan, padahal porsinya tidak terlalu banyak? Salah satu penyebabnya adalah karena kamu makan terlalu cepat.
Makan terlalu cepat dapat mengganggu proses pencernaan dan membuat lambung bekerja lebih keras. Bahkan, kebiasaan ini juga dikaitkan dengan meningkatnya risiko gangguan pencernaan jika menjadi kebiasaanb.
Mengapa makan terlalu cepat bisa membuat perut tidak nyaman? Berikut penjelasannya.
Table of Content
1. Proses pencernaan dimulai sejak di mulut
Pencernaan dimulai sebelum makanan mencapai lambung. Saat mengunyah, makanan dipecah menjadi potongan-potongan kecil dan bercampur dengan air liur yang mengandung enzim pencernaan. Proses ini sangat penting karena membantu lambung mencerna makanan dengan lebih mudah.
Namun, ketika kamu makan terlalu cepat, makanan cenderung hanya dikunyah sebentar sehingga ukurannya masih besar saat masuk ke lambung. Akibatnya, lambung harus bekerja lebih keras untuk menghancurkan makanan tersebut. Hal inilah yang dapat memicu rasa penuh, begah, hingga gangguan pencernaan.
2. Tubuh membutuhkan waktu untuk merasa kenyang
Banyak orang baru menyadari dirinya terlalu kenyang setelah selesai makan. Hal ini terjadi karena otak tidak langsung menerima sinyal bahwa perut sudah terisi.
Dibutuhkan sekitar 20 menit sejak mulai makan hingga otak menerima sinyal kenyang dari saluran pencernaan melalui berbagai hormon, seperti leptin dan cholecystokinin (CCK).
Jika kamu menghabiskan makanan hanya dalam waktu 5 menit atau kurang, kemungkinan besar kamu sudah makan terlalu banyak sebelum tubuh sempat memberi tahu bahwa sebenarnya kamu sudah cukup kenyang. Kondisi ini membuat perut terasa sesak dan tidak nyaman setelah makan.
3. Mengapa makan cepat membuat perut tidak nyaman

ilustrasi perut tidak nyaman setelah makan terlalu cepat (unsplash.com/Towfiqu Barbhuiya) Ada beberapa mekanisme yang menyebabkan kebiasaan makan cepat memicu gangguan pada sistem pencernaan:
Saat makan terburu-buru, seseorang biasanya mengambil suapan lebih besar, mengunyah lebih sedikit, dan lebih sering menelan. Tanpa disadari, lebih banyak udara ikut masuk ke saluran pencernaan.
Kondisi yang dikenal sebagai aerofagia ini dapat menyebabkan perut kembung, sering bersendawa, banyak gas, hingga nyeri perut.
- Lambung harus bekerja lebih keras
Potongan makanan yang masih besar membutuhkan usaha lebih besar untuk dihancurkan di lambung. Lambung akan mengaduk makanan lebih kuat dan menghasilkan lebih banyak asam lambung agar proses pencernaan tetap berjalan. Akibatnya, muncul sensasi begah, rasa berat di perut, hingga gangguan seperti maag atau refluks asam pada sebagian orang.
- Lebih mungkin makan berlebihan
Karena sinyal kenyang datang terlambat, orang yang makan cepat cenderung mengonsumsi kalori lebih banyak daripada yang dibutuhkan tubuh. Makin banyak makanan yang masuk, makin lama pula lambung mengosongkan isinya. Ini membuat rasa penuh bertahan lebih lama dan meningkatkan risiko gangguan pencernaan setelah makan.
4. Penelitian
Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa kecepatan makan memang berhubungan dengan kesehatan saluran cerna.
Salah satu penelitian yang melibatkan lebih dari 10,893 orang dewasa di Korea Selatan menemukan bahwa mereka yang menghabiskan waktu makan kurang dari 5 menit memiliki risiko sekitar 1,7 kali lebih tinggi mengalami gastritis dibandingkan orang yang makan selama lebih dari 15 menit (Korean Journal of Family Medicine, 2015).
Selain itu, kombinasi antara kurang mengunyah makanan dan banyaknya udara yang tertelan menjadi penyebab utama munculnya perut kembung, rasa tidak nyaman setelah makan, serta meningkatnya gejala refluks asam lambung.
5. Cara mengurangi kebiasaan makan terlalu cepat
Jika kamu sering mengalami perut tidak nyaman setelah makan, cobalah memperlambat tempo makan dengan beberapa cara ini:
- Kunyah setiap suapan sekitar 20–30 kali sebelum ditelan.
- Letakkan sendok atau garpu sejenak di antara setiap suapan.
- Ambil suapan dalam ukuran yang lebih kecil.
- Hindari makan sambil bekerja, bermain HP, atau menonton agar lebih fokus.
- Usahakan waktu makan setidaknya sekitar 20 menit sehingga tubuh memiliki kesempatan mengirimkan sinyal kenyang.
Kesimpulannya, makan terlalu cepat bukan hanya membuatmu lebih mudah makan berlebihan, tetapi juga dapat mengganggu proses pencernaan.
Kebiasaan ini menyebabkan lebih banyak udara tertelan, makanan kurang dikunyah, serta membuat lambung bekerja lebih keras. Akibatnya, perut bisa terasa begah, kembung, nyeri, hingga meningkatkan risiko gangguan pencernaan jika terus dilakukan.
Karena itu, luangkan waktu untuk makan dengan lebih perlahan dan nikmati setiap suapan. Kebiasaan sederhana ini dapat membantu pencernaan bekerja lebih optimal sekaligus membuatmu merasa kenyang dengan porsi yang lebih sesuai.
Referensi
Henry Ford Health. Diakses pada Agustus 2026. "Are You Eating Too Fast?"
Kim, M.-K., Ko, B. J., Kim, E.-Y., Han, B.-D., & Cho, K.-H. (2015). "Fast eating speed increases the risk of endoscopic erosive gastritis in Korean adults." Korean Journal of Family Medicine, 36(6), 300–304. https://doi.org/10.4082/kjfm.2015.36.6.300.
Northwestern Medicine. Diakses pada Agustus 2026. "Eating Too Fast Unhealthy?"
ScienceInsights. Diakses pada Agustus 2026. "What Happens If You Eat Too Fast?"
The Atlantic. Diakses pada Agustus 2026. "Eating Fast Is Bad for You—Right?"
The Conversation. Diakses pada Agustus 2026. "Eating Quickly Saves Time, but It Takes a Toll on Your Health – Here’s How."
Time. Diakses pada Agustus 2026. Is Eating Too Fast Hurting Your Health?










![[QUIZ] Dari Aktivitas Fisik Harian Kamu, Ini Perkiraan Kalori yang Kamu Bakar](https://image.idntimes.com/post/20260811/gambar-artikel-88_a0d2c204-98d6-41f0-954e-b4f448a7c9b1.png)






![[QUIZ] Kami Bisa Tebak Gigi Kamu yang Sakit Perlu Dicabut atau Tidak](https://image.idntimes.com/post/20250426/teeth-5536858-1920-90b4732f5b8ce33b04ef8dd8f6c1ac74-cfab9bf08141f9b50d81a5faab87dcca.jpg)



