Apa Saja Jobdesk Art Department di Sebuah Produksi Film?

- Dalam produksi film Ghost in the Cell (2026), Dennis Sutanto menjelaskan bahwa Art Department terdiri dari sekitar 110–120 kru dengan berbagai subdepartemen yang memiliki tanggung jawab berbeda.
- Art Department mencakup peran seperti Art Director, Set Designer, Graphic Designer, Propman, hingga Construction Department yang masing-masing berfokus pada aspek visual dan teknis pembangunan set.
- Setelah konstruksi selesai, tim Set Dresser bertugas menata detail interior agar set tampak hidup, sementara Standby Set memastikan kelancaran visual selama proses syuting berlangsung.
Surabaya, IDN Times - Setelah mendengar cerita Dennis Sutanto tentang proses membangun set penjara hingga menciptakan Macabre Art di film Ghost in the Cell (2026), saya dibuat penasaran dengan jobdesk-jobdesk Art Department. Terlebih lagi, Dennis bercerita bahwa saat memproduksi film Ghost in the Cell (2026), ia memiliki sekitar 110 - 120 kru yang bertugas di bagian Art Department dan memiliki basecamp sendiri bernama Perkampungan Set.
Dengan kuantitas yang tidak sedikit, sebenarnya bagaimana sih pembagian tugas mereka? Berikut penjelasan Dennis Sutanto, Production Designer dari film Ghost in the Cell (2026), soal jobdesk apa saja yang ada di Art Department melalui program #COD (Cerita Orang Dalam)!
1. Tugas Art Director dalam sebuah film

Art Department umumnya dipimpin oleh Production Designer yang bertanggung jawab atas segala aspek di bidang tersebut, baik dari segi kreatif hingga manajerial. Sementara di bawah Production Designer, ada Art Director hingga Production Designer Assistant.
"Sebenarnya di Art Department itu punya sub Art Department yang banyak. Jadi mulai dari Production Designer jelas. Terus ada Art Director yang tugasnya lebih ke manajerial dan traffic. Terus aku juga punya Production Designer Assistant," ungkap Dennis Sutanto melalui wawancara virtual pada 24 April 2026 lalu.
2. Art Department juga memiliki Set Designer, Graphic Designer, hingga Motion Graphic

Bergeser ke bidang kreatif, Art Department memiliki Set Designer. Tugas sub departemen ini untuk membantu memvisualisasikan desain atau gambar yang telah didiskusikan oleh Production Designer bersama Head of Department lainnya.
"Set Designer yang membantu memvisualkan tadi itu. Dia menggambar dan kita diskusi juga, brainstorming," kata Dennis.
Art Department juga memiliki Graphic Designer dan Motion Graphic, lho. Namun, tugas mereka fokus menyiapkan visual yang dibutuhkan sebagai properti. Contohnya seperti desain atau grafik gerak di layar handphone dan laptop.
"Graphic Designer juga bekerja dari awal sih. Jadi dari tahap perumusan, dari tahap pembuat, merancang, dari awal ada tim Graphic Designer. Ada beberapa properti yang, seperti handphone atau laptop, kita butuh grafiknya digerakkan. Kita punya tim Motion Graphic juga," ujarnya.
3. Jobdesk Propman dibagi menjadi beberapa bagian lagi

Properti merupakan salah satu elemen penunjang sebuah adegan dalam film layar lebar. Nah, Art Department menyerahkan tanggung jawab mempersiapkan properti kepada Propman. Dennis bercerita, karena syuting Ghost in the Cell (2026) berada di dua lokasi, Bandung dan Jakarta, maka masing-masing set memiliki tim Propman berbeda.
"Kemudian ada Propman juga yang mencari barang-barang. Jadi kita punya Propman di Bandung, kita punya Propman di Jakarta, kita punya Propman di beberapa kota lain yang seandainya aku butuh barang dari lokasi lain," jelas Production Designer dari film Pengepungan di Bukit Duri (2025) ini.
Departemen Properti juga memiliki beberapa sub, seperti Prop Buyer, Prop Hunter, hingga Prop Maker yang tugasnya berbeda dan sudah dijelaskan di dalam manual book. Oh iya, mobil tahanan yang kamu lihat di Ghost in the Cell (2026) juga termasuk properti, lho. Hanya saja, Vehicle Department yang bertanggung jawab untuk mengurusi mobil tersebut.
"Terus Vehicle Department itu ngurusin khusus mobil. Memang di film ini sebenarnya gak terlalu banyak mobil, cuma ada dua ya mobil tahanan. Tapi untuk membawa mobil tahanan dari sekeliling Jawa ternyata agak susah izinnya. Jadi kita harus nyari mobil yang seperti apa? Kita butuh juga Vehicle Department di situ," tuturnya.
4. Construction Department juga masuk ke dalam Art Department

Khusus untuk film-film yang membangun sendiri set lokasinya, seperti Ghost in the Cell (2026), Construction Department adalah salah satu jobdesk penting. Untuk film arahan Joko Anwar ini, mereka memiliki sekitar 75 sampai 80 kru, lho.
"Construction Department juga departemen yang cukup besar sih. Construction Department atau Set Builder untuk film ini sekitar mungkin 75 sampai 80 orang," ucap Dennis.
Tugas kru di dalam Contruction Department pun berbeda-beda, Dennis melanjutkan, "Ada dari carpenter maksudnya builder-nya, tukang kayunya, ada tukang besinya, tukang las, ada yang departemen kebersihan."
Dennis sempat bercerita, meski lapas di film Ghost in the Cell (2026) tampak kumuh, tapi kondisi di belakang layarnya cukup nyaman, lho. Sebelum syuting Ghost in the Cell (2026) di mulai, semua sel dibersihkan dan seprai dicuci.
5. Set Dresser yang bertugas mendandani set baru mulai bekerja setelah Construction Department selesai

Setelah sel selesai dibangun, tim pertama yang masuk ke lokasi syuting adalah Set Dresser. Proses men-dressing ini dilakukan mendekati hari syuting. Dennis pun menjelaskan perbedaan tugas Construction Department dan Set Dresser dengan bahasa yang mudah dipahami.
"Istilahnya kalau Set Contruction itu dia membuat arsitekturnya. Nah, teman-teman dari Set Dresser itu sebagai desainer interiornya. Jadi dia masuk ke set setelah bangunan sudah selesai. Kemudian kita nge-dress dan menambahkan detail-detail yang menurut kita membuat set-nya menjadi lebih hidup," terang Production Designer dari serial Joko Anwar's Nightmares and Daydreams (2024) ini.
Ternyata, di dalam Art Department juga ada jobdesk Standby Set, lho. Tugas mereka itu sama dengan kru Art Department pada umumnya, tapi yang bertanggung jawab saat syuting sedang dilakukan.
"Karena kadang-kadang aku gak sepenuhnya bisa ada di titik syuting, kadang-kadang aku harus ngurusin set lain, ke Jakarta, atau lagi ke mana. Jadi ada juga Standby Set," sambungnya,
Nah, jobdesk Standby Set juga beragam, mulai dari Art Director on Set hingga Runners Standby. Setelah menyimak jobdesk-jobdesk Art Department di atas, kamu paling berminat bekerja di bagian apa, nih?
![[QUIZ] Anak Bola Sejati Pasti Bisa Jawab Judul Lagu Piala Dunia Ini!](https://image.idntimes.com/post/20260516/upload_6c615e55302554d179734986ef662fdc_cbb718c1-ed44-4f61-b122-b44a306026e7.jpg)
![[QUIZ] Penonton Masha and The Bear, Bisa Jawab Siapa Kerabat Beruang Ini?](https://image.idntimes.com/post/20260510/upload_d123a7689a8d96cff7af2f6e5f20771c_606984f3-66cb-4f10-af8e-0bfcbc6b9412.jpg)
![[QUIZ] Pilih Hewan di Upin & Ipin, Ini Karakter Calon Jodohmu!](https://image.idntimes.com/post/20260517/upload_f00234f313d17dfcd7c0a9427507a80e_7bf45889-94f5-4107-b0c9-f4363a2ac2aa.jpg)
















