Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Review Film Semua Akan Baik-Baik Saja, Apakah Semewek Itu?

Review Film Semua Akan Baik-Baik Saja, Apakah Semewek Itu?
poster film Semua Akan Baik-Baik Saja (Instagram.com/baimwong)
Intinya Sih
  • Film Semua Akan Baik-Baik Saja mengisahkan perjuangan keluarga menghadapi duka kehilangan anak sulung, dengan Langit berusaha menjadi figur pengganti bagi keponakannya yang masih berduka.
  • Disutradarai Baim Wong, film ini memadukan drama dan komedi secara natural, menciptakan pengalaman emosional yang realistis dan hangat tanpa terasa dipaksakan.
  • Aksi para pemain mendapat pujian, terutama Alim dan Aquene Aziz yang tampil kuat dan autentik, didukung sinematografi serta soundtrack yang memperkuat nuansa emosional film.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Belakangan ini, bioskop Indonesia diramaikan oleh film-film drama yang mengangkat dinamika kehidupan keluarga, khususnya kelas menengah. Salah satunya adalah film Semua Akan Baik-Baik Saja yang resmi tayang di bioskop mulai 13 Mei 2026.

Sebelum penayangan perdananya, saya berkesempatan menyaksikan film ini lebih dulu dalam acara press screening yang digelar di XXI Epicentrum pada Rabu (6/5/2026). Saat itu, suasana studio terasa hangat sekaligus emosional. Film ini pun ditutup dengan tepuk tangan meriah dari para awak media yang hadir.

Mengangkat kisah tentang sebuah keluarga yang dirundung duka dan berusaha melanjutkan hidup setelah kepergian sang anak sulung, apakah film Semua Akan Baik-Baik Saja benar-benar menyajikan cerita yang semewek itu? Berikut review-nya!

Sinopsis Film Semua Akan Baik-Baik Saja (2026)

Film Semua Akan Baik-Baik Saja menceritakan kehidupan sebuah keluarga yang tengah dirundung duka setelah kepergian sang anak sulung. Sepeninggal kakaknya, Langit sebagai anak kedua mau tidak mau harus mengambil tanggung jawab menjadi figur pengganti orangtua bagi ketiga keponakannya.

Namun, usaha Langit untuk mengisi peran itu ternyata tidak berjalan mudah. Ia harus menghadapi penolakan dari ketiga keponakannya yang juga masih berusaha menerima kehilangan besar dalam hidup mereka.

Semua Akan Baik-Baik Saja
2026
4.7/5
Directed by Baim Wong
Producer

Muhamad Ibrahim

Writer

Oka Aurora, Baim Wong

Age Rating

13+

Genre

Drama

Duration

113 menit Minutes

Release Date

13-05-2026

Theme

Kehilangan, dinamika keluarga

Production House

Tiger Wong Entertainment

Where to Watch

XXI, CGV, Cinepolis

Cast

Reza Rahadian, Christine Hakim, Raihaanun, Ari Irham, Happy Salma

Trailer Film Semua Akan Baik-Baik Saja (2026)

Cuplikan Film Semua Akan Baik-Baik Saja (2026)

1. Slice of life yang menyentuh dan penuh makna

Alih-alih drama keluarga biasa, saya lebih suka menyebut Semua Akan Baik-Baik Saja sebagai film bergenre slice of life. Jadi, jika kamu mencari film dengan satu konflik besar dan sepenuhnya berfokus pada kehidupan karakter utama, mungkin film ini bukan pilihannya.

Namun, bagi penikmat film slice of life dengan cerita yang realistis, hangat, dan terasa dekat dengan kehidupan sehari-hari, film ini menjadi pilihan yang pas.

Patut diakui, Baim Wong sebagai sutradara mampu merangkai film ini bukan hanya dengan sentuhan dramatisnya saja, melainkan juga penuh makna. Pada akhirnya, film ini mengingatkan kembali bahwa setiap orang juga sedang berjuang dengan cara masing-masing.

Pada awal cerita, film ini memang lebih banyak menyoroti perjuangan Langit sebagai sosok orangtua pengganti bagi ketiga keponakannya. Meski menjadi karakter utama, Langit juga digambarkan sebagai sosok yang jauh dari kata sempurna. Seiring berjalannya cerita, setiap karakter kemudian tampil dengan dinamika dan pergulatannya masing-masing. Menariknya, seluruh konflik dan perkembangan karakter disajikan secara masuk akal sehingga terasa natural tanpa terkesan dipaksakan.

2. Bumbu komedi yang ciptakan pengalaman roller coaster emosi

Satu hal yang cukup mengejutkan bagi saya, film ini ternyata juga dibungkus dengan sentuhan komedi kuat tanpa terasa dipaksakan. Menariknya, hampir semua adegan komedi yang dihadirkan berhasil mengundang tawa. Bukan hanya saya, para awak media yang hadir dalam acara press screening pun juga ikut terbawa suasana hingga gelak tawa beberapa kali memenuhi studio.

Jadi, kalau ada yang bertanya apakah film ini bakal “semewek” itu, jawabannya tidak selalu. Alasannya, ya balik lagi karena di balik kisah keluarga yang penuh duka, film ini juga dibungkus dengan unsur komedi yang cukup dominan.

Gak bisa dimungkiri, hal tersebut mungkin akan menjadi bak pisau bermata dua. Bagi penonton yang kurang menyukai perpaduan drama dan komedi, kombinasi ini mungkin membuat emosi film terasa kurang mengena sehingga pengalaman menontonnya jadi kurang menghayati. Namun bagi saya, justru kombinasi tersebut menjadi daya tarik tersendiri yang berhasil menciptakan roller-coaster emosi yang terasa dekat dengan kehidupan nyata. Sebab pada akhirnya, hidup memang tidak sepenuhnya dipenuhi kesedihan dan ironi. Di tengah masa sulit sekali pun, selalu ada momen-momen kecil, candaan sederhana, atau tawa yang tanpa disadari membantu manusia untuk tetap bertahan.

3. Akting pemainnya top, Alim bahkan mampu bermain di atas ekspektasi

Karena diperankan oleh jajaran aktor bertabur bintang, kualitas akting para pemain Semua Akan Baik-Baik Saja tentu tak perlu diragukan lagi. Namun di sini, saya tidak akan membahas penampilan Reza Rahadian, Raihaanun, maupun Christine Hakim yang memang sudah diakui.

Sebaliknya, sorotan justru tertuju pada penampilan Alim, anak berkebutuhan khusus yang juga memerankan karakter bernama Alim. Kehadirannya bukan sekadar pelengkap. Alim mampu tampil dan berakting layaknya aktor profesional lainnya. Saat karakternya merasa bahagia, saya pun ikut tersenyum. Saat Alim berakting marah, saya pun ikut terbawa emosi.

Akting Aquene Aziz juga tak kalah mencuri perhatian. Meski film ini menjadi debutnya sebagai aktris, Aquene mampu menyampaikan berbagai luka dan kemarahan yang dipendam karakternya dengan cukup kuat. Ia memerankan sosok anak pertama yang hidup di tengah tekanan keluarga yang tidak harmonis, kehilangan ibu hingga harus memikul tanggung jawab memastikan kedua adiknya tetap baik-baik saja walaupun harus mengabaikan dirinya sendiri.

Menurut saya, penonton yang merasa relate dengan karakter yang dibawakan oleh Aquene Djorghi kemungkinan akan ikut merasakan ledakan emosi dan kemarahan yang ia tampilkan di sepanjang film.

4. Soundtrack dan set produksinya mantap!

Satu hal lagi yang gak boleh dilupakan dari film ini adalah soundtrack-nya yang berfungsi dengan sangat baik dalam menghidupkan cerita film. Sebelum memasuki dunia Langit yang penuh sesak, mood penonton akan lebih dulu digebrak dengan lagu “Dalam Hitungan dari” .Feast.

Kombinasi sinematografi unik yang menyoroti suasana di rusun pun membuat visualnya terasa mahal. Soundtrack-soundtrack lainnya yang dibawakan oleh Barsena Bestandhi dan Aquene Djhorgi juga membuat suasana terasa semakin mewek.

Set produksi film ini juga patut diapresiasi. Pengambilan gambar yang dilakukan di kawasan permukiman sekitar rel kereta dan rusun terasa begitu autentik dan hidup. Detail-detail visual yang dihadirkan membuat suasana film terasa semakin dekat dengan kehidupan keluarga middle class di pinggir perkotaan.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Zahrotustianah
EditorZahrotustianah
Follow Us

Related Articles

See More