6 Film Adaptasi Novel Dibintangi Raline Shah, Terbaru Dilan ITB 1997

- Raline Shah melakukan comeback lewat film Dilan ITB 1997 yang diadaptasi dari novel Pidi Baiq, menandai kembalinya ia ke layar lebar setelah dua tahun vakum.
- Sejak debut di film 5 cm (2012), Raline telah membintangi enam film adaptasi novel populer, termasuk 99 Cahaya di Langit Eropa, Supernova, dan Surga yang Tak Dirindukan.
- Dalam Dilan ITB 1997, Raline berperan sebagai Milea yang kembali hadir di kehidupan Dilan versi mahasiswa, menghadirkan konflik emosional dan refleksi masa lalu.
Raline Shah kembali menarik perhatian lewat comeback film terbarunya, yaitu Dilan ITB 1997 (2026), yang diadaptasi dari novel berjudul sama karya Pidi Baiq. Film terbaru Raline ini juga ajang comeback-nya ke layar lebar setelah hampir 2 tahun vakum.
Sejak debut akting pada 2012 lalu, Raline memang sudah cukup sering membintangi film-film yang diadaptasi dari novel. Terbaru ada Dilan ITB 1997, berikut daftar enam film Raline Shah yang diadaptasi dari novel.
1. 5 cm (2012)

Film debut Raline Shah merupakan film yang diadaptasi dari novel berjudul sama karangan Donny Dhirgantoro. Berjudul 5 cm, film ini bercerita tentang 5 orang sahabat dengan kepribadian yang berbeda-beda.
Grup itu beranggotakan Genta (Fedi Nuril), sosok yang bijaksana dan paling dewasa, Zafran (Herjunot Ali), lelaki puitis dan penuh percaya diri, Arial (Denny Sumargo), pemuda maskulin berbadan kekar yang mudah grogi ketika berhadapan dengan wanita, Riani (Raline Shah), sosok perempuan mandiri, cerdas, dan ambisius, dan Ian (Igor Saykoji), pria paling humoris dalam geng.
Suatu hari, mereka mulai merasakan kejenuhan dalam kehidupan masing-masing. Pada akhirnya mereka sepakat berpisah sementara selama tiga bulan tanpa komunikasi demi menemukan kembali tujuan hidup mereka. Setelah waktu berlalu, kelima sahabat itu kembali bertemu dan merencanakan pendakian ke puncak Gunung Semeru sebagai simbol persahabatan.
2. 99 Cahaya di Langit Eropa (2013)

Selanjutnya, ada film 99 Cahaya di Langit Eropa yang diangkat dari kisah Hanum Salsabiela Rais dan Rangga Almahendra. Film ini berkisah tentang jurnalis bernama Hanum Salsabiela Rais (Acha Septriasa) yang menemani suaminya, Rangga Almahendra (Abimana Aryasatya), dalam studi doktoralnya di Vienna, Austria. Kehidupan di negeri orang membawa mereka pada perjalanan baru yang tidak hanya menguji ketahanan mental, tetapi juga memperkaya wawasan tentang peradaban Islam yang pernah berkembang di Eropa.
Dalam perjalanannya, Hanum bertemu dengan Fatma Pasha (Raline Shah), seorang wanita keturunan Turki yang menetap di Austria. Fatma memperkenalkannya pada berbagai peninggalan sejarah Islam di Eropa. Selain itu, Hanum juga berkenalan dengan Marion Latimer (Dewi Sandra), seorang ilmuwan di Arab World Institute Paris yang memiliki perjalanan spiritual hingga akhirnya menjadi mualaf. Pertemuan ini semakin memperkaya pemahamannya tentang keberagaman Islam di berbagai belahan dunia.
3. Supernova: Ksatria, Putri, & Bintang Jatuh (2014)

Supernova: Ksatria, Putri dan Bintang Jatuh merupakan film yang diadaptasi dari novel karya Dee Lestari. Film ini diawali dengan adegan dua orang mahasiswa asal Indonesia, Ruben (Arifin Putra) dan Dimas (Hamish Daud) yang bertemu di salah satu acara. Lambat laun hubungan mereka menjadi sangat akrab dan mereka membuat janji untuk 10 tahun ke depan, yaitu menulis buku tentang cerita roman dan sains yang akan menggugah perasaan banyak orang. Mereka sepakat untuk menulis cerita tentang Ksatria, Putri, & Bintang Jatuh.
Sepuluh tahun kemudian, keduanya tengah berimajinasi untuk membuat mahakarya tersebut. Mereka pun mulai menciptakan tokoh-tokoh mereka, yang mereka namakan Ksatria, Putri, dan Bintang Jatuh. Bersamaan dengan itu, di bagian dunia lain hiduplah Ferre (Herjunot Ali), pengusaha muda yang sukses dan memiliki mimpi masa kecil menjadi ksatria. Ferre menjalin hubungan dengan Rana (Raline Shah), wartawan yang ia sebut sebagai putri. Kisah cinta mereka persis dengan apa yang ditulis Dimas dan Ruben dalam novelnya.
4. Surga yang Tak Dirindukan (2015)

Film adaptasi novel karya Asma Nadia ini bercerita tentang pernikahan Arini (Laudya Cynthia Bella) dan Pras (Fedi Nuril), yang mendatangkan kebahagiaan dengan hadirnya Nadia (Sandrinna Michelle), putri mereka. Pras yang baik dan setia selalu menenangkan Arini.
Berbagai kisah perselingkuhan di sekelilingnya, termasuk sahabat dekatnya, tidak sekalipun mengusik kepercayaan Arini terhadap sang suami. Namun, perjalanan takdir kemudian berujung pada ujian bagi cinta Arini dan Pras.
Suatu hari, dalam perjalanan menuju kantor, Pras menolong Meirose (Raline Shah) yang berusaha bunuh diri setelah ditinggal oleh laki-laki yang berjanji menikahinya. Padahal, di perutnya ada janin berusia 7 bulan. Pras yang tidak tega pun berjanji akan menikahi Meirose. Pras semakin hari semakin merasa bersalah pada Arini. Akhirnya, kenyataan poligami Pras diketahui juga oleh Arini. Bahtera perkawinannya yang ideal runtuh seketika.
5. Catatan Harian Menantu Sinting (2023)

Diangkat dari novel berjudul sama karya Rosi L. Simamora, Catatan Harian Menantu Sinting mengikuti kisah Minar (Ariel Tatum) dan Sahat (Raditya Dika) yang baru saja menjadi sepasang suami istri. Karena Sahat berasal dari Batak, Minar secara resmi bergabung ke dalam keluarga besarnya. Setelah menikah, mereka tinggal bersama ibu Sahat (Lina Marpaung). Awalnya, semua berjalan baik-baik saja. Namun, kondisi ini tidak berlangsung lama. Konflik justru semakin sering muncul di rumah tersebut.
Mamak Mertua menyuruh Minar dan Sahat untuk tetap tinggal di rumahnya sampai mereka berhasil mendapatkan anak laki-laki. Minar, yang sejak awal sangat ingin pindah dari rumah mamak mertua, menjadi semakin stres. Di sisi lain, Sahat dilanda perasaan bimbang, antara menuruti permintaan ibunya dan memboyong Minar pergi dari rumah demi kehidupan pernikahan yang lebih damai. Dalam film ini, Raline Shah berperan sebagai Intan, pasangan kakak Sahat, Monang (Robby Purba).
6. Dilan ITB 1997 (2026)

Terbaru, ada Dilan ITB 1997 yang mengisahkan sosok Dilan (Ariel Noah) yang kini menjalani kehidupan sebagai mahasiswa tingkat akhir di Fakultas Seni Rupa dan Desain ITB. Sosoknya sudah jauh berubah dari anak SMA yang gemar tawuran menjadi pribadi yang lebih tenang, reflektif, dan kritis terhadap keadaan sekitar. Di fase ini, Dilan menjalin hubungan yang stabil dengan Ancika (Niken Anjani). Namun, dinamika emosional mulai muncul ketika Milea (Raline Shah), mantan Dilan sewaktu SMA, kembali ke Bandung.
Pertemuan mereka menghadirkan konflik batin yang tidak sederhana. Bukan sekadar nostalgia, tetapi juga refleksi tentang pilihan hidup dan masa lalu yang belum sepenuhnya selesai. Di sisi lain, kehidupan kampus membawa Dilan ke lingkungan yang penuh diskusi intelektual dan pencarian jati diri. Sebagai mahasiswa seni, ia mulai melihat dunia dengan perspektif yang lebih filosofis.
Sejauh ini, film-film adaptasi novel yang dibintangi Raline Shah kerap mendapat respons positif dan bahkan sukses meraih jutaan penonton. Apakah film Dilan ITB 1997 ini juga akan kembali meraih kesuksesan?



















