Windah Basudara (instagram.com/windahbasudara)
Untuk menjalankan kampanye tersebut, Windah bekerja sama dengan MotionKlip, platform yang memfasilitasi kampanye pembuatan klip pendek oleh kreator konten. Secara umum, sistem platform ini memungkinkan peserta mengikuti kampanye, membuat konten sesuai ketentuan, mengunggah atau mengirimkan hasilnya, lalu memperoleh bayaran berdasarkan ketentuan kampanye dan jumlah penayangan yang memenuhi syarat. Melalui format ini, materi yang menarik dari sebuah peristiwa dapat dipotong menjadi klip singkat untuk TikTok atau Instagram. Kreator juga dapat menyajikannya dalam format slideshow, sehingga dokumentasi demonstrasi bisa tersebar melalui berbagai bentuk konten.
Windah turut menegaskan bahwa pembayaran untuk para kreator tidak berasal dari pihak yang dituduhkan warganet, melainkan dari dana pribadinya.
"Gw gaaji pake duit gw sndiri, bukan duit Anies, Soros, Mafia, antek2 asing...," tulisnya.
Adapun demo pada Rabu, 28 Oktober 2026 yang bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda ini digelar oleh aliansi mahasiswa dan masyarakat sipil, termasuk Komite Sadar dan BEM UI, sebagai aksi lanjutan dari demonstrasi 20 Oktober 2026 untuk mengevaluasi hampir dua tahun masa pemerintahan Prabowo-Gibran. Melalui maklumat Komite Sadar, massa menyampaikan lima tuntutan pokok kepada pemerintah dan mengusung tema Tepati atau Pergi dalam aksinya.
Kamu tertarik ikutan?