Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Film Bumi Manusia Extended Tayang dalam 6 Part, Total 4 Jam

Film Bumi Manusia Extended Tayang dalam 6 Part, Total 4 Jam
Bumi Manusia Extended (dok. instagram.com/klikfilm)
Intinya Sih
  • Film “Bumi Manusia Extended” karya Hanung Bramantyo akan tayang eksklusif di KlikFilm mulai 5 Maret 2026, dibagi menjadi enam bagian berdurasi sekitar 40 menit tiap episode.
  • Versi terbaru ini menghadirkan adegan tambahan yang sebelumnya tidak muncul di bioskop, menggali lebih dalam konflik sosial, kolonialisme, dan dinamika karakter utama.
  • Hanung menilai selera penonton Indonesia kini lebih matang dan siap menikmati narasi panjang serta kompleks, seiring perubahan kebiasaan menonton pascapandemi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Tujuh tahun setelah rilis di bioskop, film Bumi Manusia (2019) kini hadir kembali dalam versi yang lebih panjang. Versi extended dari film yang diadaptasi dari novel karya Pramoedya Ananta Toer ini akan dirilis secara eksklusif di platform streaming KlikFilm.

Jika versi layar lebar sebelumnya memadatkan kisah Minke, Annelies, dan Nyai Ontosoroh ke dalam satu film, versi ini akan memperluas narasi menjadi beberapa bagian. Dengan durasi yang lebih panjang, cerita diharapkan mampu menggali konflik sosial, kolonialisme, dan pergulatan identitas yang lebih dalam.

1. Bumi Manusia Extended bakal tayang setiap Senin dan Kamis

Bumi Manusia Extended bakal tayang setiap Senin dan Kamis.jpg
Frederica saat ditemui di kantor Falcon Pictures, Jakarta Selatan, Rabu (4/3/2026) (dok. IDN Times/Shandy Pradana)

Bumi Manusia Extended terbagi menjadi enam bagian. Setiap bagian akan berdurasi sekitar 40 menit. Episode pertama mulai tayang pada Kamis, 5 Maret 2026. Episode selanjutnya akan hadir secara berkala setiap hari Senin dan Kamis.

"(Bumi Manusia Extended) Mulai besok, 5 Maret di KlikFilm akan ditayangkan setiap bagiannya itu di hari Senin dan hari Kamis," ujar Frederica, Produser KlikFilm saat ditemui di kawasan Duren Tiga, Jakarta Selatan, Rabu (4/3/2026).

Frederica menjelaskan bahwa versi extended baru dirilis sekarang karena dianggap menjadi momentum yang tepat. Tahun ini sekaligus menandai perayaan satu abad kelahiran Pramoedya Ananta Toer, penulis novel yang menjadi dasar cerita film tersebut.

"Tahun 2019 kita rilis, banyak banget footage yang tidak dirilis, karena memang durasinya sudah panjang. Makanya tahun ini, merayakan seabad Pram, kami merilis Bumi Manusia Extended dengan menambah dan dibagi menjadi enam bagian," jelasnya.

2. Hanung Bramantyo spill ada beberapa adegan tambahan di versi extended

Hanung Bramantyo spill ada beberapa adegan tambahan di versi extended.jpg
Hanung Bramantyo saat ditemui di kantor Falcon Pictures, Jakarta Selatan, Rabu (4/3/2026) (dok. IDN Times/Shandy Pradana)

Sutradara Hanung Bramantyo mengaku antusias dengan perilisan versi terbaru ini. Menurutnya, Bumi Manusia Extended akan menampilkan banyak adegan yang sebelumnya tidak sempat dimasukkan dalam film bioskop.

"Mungkin buat mereka yang pencinta novelnya ya, pada saat menonton dulu merasa bahwa ini adegannya kenapa cuma fokus pada percintaannya saja, gitu kan. Terus kenapa bagian yang ada di novelnya banyak yang hilang," jelasnya.

Lewat versi extended ini, berbagai elemen cerita yang sebelumnya hilang kini akan dimunculkan kembali. Relasi antartokoh, konflik identitas, hingga ketegangan kolonialisme akan digambarkan dengan lebih rinci.

"Nah, diharapkan dengan ini, dengan sajian yang sekarang, meski ya telah tujuh tahun gitu kan, itu kita bisa mendapatkan lagi (ruh ceritanya). Saya terutama bisa menghubung-hubungkan apa yang kurang yang ada di film. Itu aja sih sebetulnya," lanjut Hanung.

3. Hanung sebut selera penonton Indonesia sudah melesat 30 tahun

Hanung sebut selera penonton Indonesia sudah melesat 30 tahun.jpg
Hanung Bramantyo saat ditemui di kantor Falcon Pictures, Jakarta Selatan, Rabu (4/3/2026) (dok. IDN Times/Shandy Pradana)

Suami Zaskia Adya Mecca itu juga menilai bahwa selera penonton Indonesia kini jauh lebih siap menerima cerita yang kompleks dibandingkan beberapa tahun lalu. Menurutnya, pandemik mengubah cara orang menikmati film dan serial.

"Pandemi selama dua tahun itu banyak mengubah kondisi masyarakat kita, perubahannya pada selera dan pilihan cara menonton. Itu mengubah 30 tahun pola pikir mereka. Selera menonton anak muda kita sudah melesat 30 tahun ke depan," ujarnya.

Ia menyebut generasi muda sekarang memiliki kesabaran dan ketertarikan yang lebih tinggi terhadap narasi panjang serta cerita dan konflik yang berlapis. Film dengan storytelling yang lebih berani kini memiliki ruang lebih untuk berkembang.

"Kalau ditayangkan 7 tahun lalu, mungkin (film-film tersebut) cuma dapat 10 ribu penonton. Tapi sekarang masyarakat bisa menerima itu. Ini membuktikan bahwa industri film kita dan sistem memengaruhi filmmaker untuk berevolusi sedemikian cepat," tutup Hanung.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Zahrotustianah
EditorZahrotustianah
Follow Us

Latest in Hype

See More