Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Daftar Soundtrack Film Ghost in the Cell, Cicak-Cicak di Dinding Creepy
Ghost in the Cell (dok. Come and See Pictures/Ghost in the Cell)
  • Film horor Joko Anwar berjudul Ghost in the Cell resmi tayang 16 April 2026, menonjol lewat visual unsettling dan karakter Tokek yang bikin penonton merinding.

  • Soundtrack film ini memadukan komposisi orisinal gelap dengan lagu klasik serta aransemen ulang lagu anak-anak, termasuk 'Cicak-Cicak di Dinding' yang dipilih karena relevan dengan karakter hantu dalam cerita.

  • Cerita berlatar di Lapas Labuan Angsana, mengikuti narapidana Anggoro yang menghadapi teror entitas gaib pemburu aura negatif, dibintangi Abimana Aryasatya dan deretan aktor ternama lainnya.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Film terbaru Joko Anwar, Ghost in the Cell, akhirnya resmi tayang di Indonesia mulai 16 April 2026. Sejak perilisan poster hingga trailer, film ini sudah mencuri perhatian berkat visualnya yang unsettling, terutama lewat karakter Tokek yang memicu rasa tidak nyaman bagi sebagian penonton.

Selain visual, elemen musik dalam film ini juga punya peran besar dalam membangun atmosfer. Mulai dari lagu anak-anak yang diaransemen ulang hingga komposisi mencekam, semuanya diracik untuk memperkuat pengalaman horor yang terasa "nempel" di kepala penonton.

1. Inilah daftar soundtrack Ghost in the Cell

Ghost in the Cell (dok. Come and See Pictures/Ghost in the Cell)

Berikut deretan lagu yang mengisi Ghost in the Cell:

  • "The Rising Man" – Tony Merle dan Salim Lubis

  • "The Town Was Gone" – Tony Merle

  • "How Many Times" – Tony Merle dan Mesa Sinaga

  • "Cicak-Cicak di Dinding" (versi aransemen)

  • "Tonight You Belong to Me" – Patience and Prudence

Daftar soundtrack ini terasa seperti roller coaster emosi. Ada komposisi orisinal yang gelap dan atmosferik, berpadu dengan lagu klasik hingga lagu anak-anak yang diubah jadi terasa menyeramkan.

"The Rising Man" bahkan sudah diperkenalkan lebih dulu lewat teaser internasional di Berlin International Film Festival 2026, memberi gambaran awal tentang nuansa film yang intens di dalam penjara.

Sementara itu, "Tonight You Belong to Me" hadir sebagai penutup di credit scene, menciptakan kontras yang justru terasa ganjil. Terdengar manis, tapi menyisakan rasa aneh di belakang telinga.

2. Alasan Joko Anwar memakai lagu anak-anak di Ghost in the Cell

Ghost in the Cell (dok. Come and See Pictures/Ghost in the Cell)

Salah satu elemen paling ikonik adalah penggunaan lagu "Cicak-cicak di Dinding," lagu anak ciptaan A. T. Mahmud. Lagu ini diaransemen ulang menjadi sesuatu yang jauh dari kesan ceria. Tentunya, pemilihan lagu ini bukan tanpa alasan.

"Cicak-Cicak di Dinding dipilih karena kelakuan dari hantunya itu seperti cicak di dinding. Sesuai dengan lirik Cicak-Cicak di Dinding," kata sutradara yang akrab disapa Jokan itu saat ditemui di Jakarta, Senin (23/2/2026).

Ia bahkan sempat bercanda bahwa tidak ada lagu populer tentang tokek sehingga lagu ini jadi pilihan paling mendekati. Tokek sendiri merupakan salah satu karakter kunci dalam film ini yang diperankan Aming. Namun di balik candaan itu, tersimpan konsep yang cukup mengganggu. Entitas dalam film ini melata di dinding seperti cicak, lalu "melahap" mangsanya dalam diam.

3. Ghost in the Cell mengisahkan apa, sih?

Ghost in the Cell (dok. Come and See Pictures/Ghost in the Cell)

Ghost in the Cell mengambil latar di Lapas Labuan Angsana, sebuah penjara yang terasa seperti negara mini dengan aturannya sendiri. Cerita berpusat pada Anggoro (Abimana Aryasatya), seorang narapidana yang tinggal menunggu 7 bulan menuju kebebasan. Namun, situasi berubah saat Dimas (Endy Arfian), tahanan baru dengan masa lalu misterius, datang.

Ketika beberapa narapidana mulai ditemukan tewas secara brutal, kecurigaan mengarah pada Dimas. Tapi Anggoro merasa ada sesuatu yang lebih gelap dari itu. Perlahan, terungkap bahwa ada entitas hantu yang memburu "aura negatif" para tahanan. Di dalam penjara, mereka tak hanya berhadapan dengan sesama manusia, tapi juga sesuatu yang tak terlihat dan tidak bisa dipahami.

Dibintangi Abimana Aryasatya, Bront Palarae, Danang Suryonegoro, Endy Arfian, Lukman Sardi, Mike Lucock, Yoga Pratama, Morgan Oey, Aming, Kiki Narendra, Rio Dewanto, Tora Sudiro, Arswendy Bening Swara, film ini menghadirkan ensemble cast yang kuat untuk menghidupkan dunia penjara yang penuh misteri. Ghost in the Cell sedang tayang di seluruh bioskop Indonesia.

Editorial Team