Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

5 Film Fantasi Populer Era 90-an yang Jarang Dibahas

5 Film Fantasi Populer Era 90-an yang Jarang Dibahas
City of Angels (dok. Warner Bros./City of Angels)
Intinya Sih
  • Era 90-an disebut masa keemasan film fantasi dengan ide unik, visual berkembang, dan cerita beragam yang masih menarik ditonton ulang meski kini jarang dibahas.
  • Lima film seperti Warriors of Virtue, The Pagemaster, City of Angels, Edward Scissorhands, dan Jumanji menampilkan kisah magis hingga emosional dengan gaya khas zamannya.
  • Masing-masing film membawa pesan berbeda—dari keberanian, pencarian jati diri, cinta manusiawi, hingga makna menjadi ‘berbeda’—menunjukkan kekuatan naratif era 90-an yang tetap relevan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Era 90-an sering disebut sebagai masa keemasan film fantasi. Di periode ini, banyak film hadir dengan ide-ide unik, visual yang mulai berkembang pesat, dan cerita yang terasa berbeda dari film modern. Beberapa bahkan berhasil jadi ikon.

Namun, anehnya, seiring waktu berjalan, gak semuanya tetap sering dibicarakan. Padahal, kalau ditonton ulang sekarang, banyak film-film tersebut masih terasa seru dan punya daya tarik. Mulai dari kisah magis sampai cerita yang menyentuh emosi, semuanya pernah menjadi bagian dari masa kecil atau remaja banyak orang.

Nah, berikut ini lima film fantasi keren era 90-an yang dulu sempat mencuri perhatian, tapi sekarang mulai jarang dibahas. Kenapa, ya, kira-kira?

1. Warriors of Virtue (1997)

Warriors of Virtue
Warriors of Virtue (dok. MGM/Warriors of Virtue)

Kalau bicara soal film fantasi yang benar-benar unik, Warriors of Virtue mungkin salah satu yang paling aneh sekaligus menarik. Ceritanya mengikuti seorang anak laki-laki yang tersesat ke dunia mistis dan bertemu dengan para pejuang berkekuatan Tao yang berbentuk kanguru. Dari situ, ia harus menghadapi musuh jahat dan menemukan keberanian dalam dirinya.

Memang, film ini bukan yang terbaik dari segi kualitas dan sempat gagal secara komersial. Tapi justru karena keanehannya, film ini terasa sangat khas era 90-an. Konsepnya seperti campuran antara film bela diri, fantasi, dan karakter ala kartun. Meski terdengar aneh, ada daya tarik tersendiri yang membuat film ini sulit dilupakan bagi yang pernah menontonnya.

2. The Pagemaster (1994)

The Pagemaster
The Pagemaster (dok. 20th Century Studios/The Pagemaster)

The Pagemaster mungkin jadi salah satu film paling unik dalam daftar ini. Menggabungkan live action dan animasi, film ini mengikuti seorang anak yang sangat penakut dan selalu bergantung pada logika. Suatu hari, ia terjebak di dalam dunia buku, di mana berbagai cerita klasik hidup dan memaksanya menghadapi ketakutannya sendiri.

Meski saat rilis film ini kurang sukses dan mendapat kritik beragam, sebenarnya pesan yang dibawanya cukup dalam. Film ini bukan hanya soal petualangan membaca, tetapi juga tentang bagaimana cerita bisa membantu seseorang menemukan jati diri. Dengan konsep kreatif dan visual menarik, The Pagemaster adalah film yang mungkin dulu diremehkan, tapi sekarang layak ditonton ulang dengan perspektif baru.

3. City of Angels (1998)

City of Angels
City of Angels (dok. Atlas Ent/City of Angels)

City of Angels menjadi salah satu contoh kuat dari genre fantasi romantis yang berkembang di era 90-an. Ceritanya tentang seorang malaikat yang jatuh cinta pada manusia dan ingin merasakan kehidupan nyata demi bisa bersama orang yang ia cintai. Premisnya sederhana, tapi cara penyampaiannya penuh emosi dan cukup mendalam.

Film ini berkesan karena menggambarkan pengalaman manusia dari sudut pandang berbeda. Ada rasa haru, kehilangan, dan keindahan dalam hal-hal kecil yang sering kita abaikan. Ditambah lagi dengan akting Nicolas Cage dan Meg Ryan yang solid, film ini berhasil meninggalkan kesan mendalam. Meski jarang dibahas sekarang, film ini masih punya kekuatan untuk bikin penonton terbawa perasaan.

4. Edward Scissorhands (1990)

Edward Scissorhands
Edward Scissorhands (dok. 20th Century Studios/Edward Scissorhands)

Banyak orang mengenal Edward Scissorhands sebagai film klasik karya Tim Burton, tapi jarang yang benar-benar menyadari bahwa ini adalah film fantasi. Ceritanya mengikuti Edward, seorang manusia buatan yang belum selesai sempurna dan memiliki gunting sebagai pengganti tangan. Hidupnya berubah ketika ia dibawa ke lingkungan pinggiran kota yang tampak normal, tapi ternyata menyimpan banyak keanehan.

Film ini bukan sekadar unik secara visual, tetapi juga menyentuh secara emosional. Ada tema tentang kesepian dan bagaimana rasanya menjadi berbeda di tengah masyarakat. Dengan gaya khas Tim Burton dan akting Johnny Depp yang kuat, film ini terasa seperti dongeng modern yang gelap tapi indah. Sampai sekarang, pesannya masih relevan dan bikin penonton merenung.

5. Jumanji (1995)

Jumanji
Jumanji (dok. Columbia Pictures/Jumanji)

Jumanji versi 1995 sebenarnya masih diingat, tapi sering kali kalah populer dibanding versi modernnya yang dibintangi Dwayne Johnson dan kawan-kawan. Padahal, film ini punya daya tarik yang berbeda dan lebih liar secara konsep.

Ceritanya mengikuti dua anak yang menemukan permainan papan misterius yang bisa menghadirkan dunia hutan langsung ke dunia nyata, termasuk seorang pria yang terjebak di dalamnya selama puluhan tahun. Meskipun alurnya terasa agak aneh dan penuh kejutan, justru di situlah kekuatannya.

Efek visualnya untuk ukuran zamannya cukup mengesankan, dan penampilan Robin Williams benar-benar mencuri perhatian. Film ini terasa santai tapi tetap menegangkan, dan berhasil membawa penonton ke dunia yang benar-benar nggak terduga. Gak heran kalau sebenarnya film ini layak mendapat lebih banyak apresiasi.

Film fantasi era 90-an punya pesona yang sulit ditiru oleh film modern. Meski sekarang jarang dibahas, bukan berarti kualitasnya hilang begitu saja, justru banyak di antaranya yang masih seru untuk dinikmati ulang. Dari daftar ini, mana yang pernah kamu tonton dan menurutmu film mana yang paling layak diangkat lagi ke permukaan?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Naufal Al Rahman
EditorNaufal Al Rahman
Follow Us

Related Articles

See More