Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Review 402 Rumah Sakit Angker Korea, Remake Gonjiam dengan Plot Twist!

Review 402 Rumah Sakit Angker Korea, Remake Gonjiam dengan Plot Twist!
402 Rumah Sakit Angker Korea (dok. MD Pictures/402 Rumah Sakit Angker Korea)
Share Article

Di tengah tren remake film horor Asia, 402 Rumah Sakit Angker Korea (2026) mencoba mengambil langkah yang cukup berani. Disutradarai Anggy Umbara di bawah payung MD Pictures, Umbara Brothers Film, dan Pichouse Films, film ini mengadaptasi salah satu film horor found footage paling ikonik asal Korea Selatan, Gonjiam: Haunted Asylum (2018). Namun, alih-alih menyalin mentah-mentah, versi Indonesia ini menambahkan elemen lokal seperti ritual jelangkung dan konten kreator Indonesia yang kebelet viral di negeri orang.

Ekspektasi terhadap film ini tentu sangat tinggi mengingat Gonjiam dikenal sebagai salah satu film found footage paling menyeramkan dalam satu dekade terakhir. Lantas, apakah 402 Rumah Sakit Angker Korea (selanjutnya bakal disebut 402 RSAK) berhasil menerjemahkan teror di rumah sakit tersebut, atau justru kehilangan nyawa dari film aslinya? Simak ulasannya di bawah!

Sinopsis 402 Rumah Sakit Angker Korea (2026)

Film ini mengikuti sekelompok konten kreator "Ghost Hunter" yang berambisi mendapatkan tiga juta penonton melalui siaran langsung. Mereka terdiri dari Juna (Arbani Yasiz), Adit (Saputra Kori), Arum (Diandra Agatha), Bara (Elang El Gibran), Yuri (Lea Ciarachel), Tyas (Aylena Fusil), serta Dae-Ho (Jang Hansol).

Demi menciptakan konten viral, mereka memutuskan melakukan penelusuran di sebuah rumah sakit tua yang telah lama ditinggalkan di Korea Selatan. Awalnya semuanya berjalan sesuai rencana, tetapi situasi berubah drastis ketika berbagai kejadian ganjil mulai menghantui mereka.

Apa yang semula dianggap sekadar konten hiburan perlahan berubah menjadi mimpi buruk. Satu per satu anggota tim mulai mengalami teror yang tak mampu dijelaskan secara logika. Mereka pun menyadari bahwa rumah sakit tersebut menyimpan sesuatu yang seharusnya tidak pernah dibangunkan.

402 Rumah Sakit Angker Korea
2026
2/5
Directed by Anggy Umbara
Producer

Manoj Punjabi

Writer

Lele Laila

Age Rating

D17

Genre

Horror, mystery

Duration

110 Minutes

Release Date

9 Juli

Theme

Found footage horror, supernatural horror

Production House

MD Pictures, Pichouse Films, Umbara Brothers Film

Where to Watch

Cinema XXI, CGV, Cinépolis Indonesia

Cast

Arbani Yasiz, Saputra Kori, Diandra Agatha, Elang El Gibran, Lea Ciarachel, Jang Han-Sol, Aylena Fusil

Trailer 402 Rumah Sakit Angker Korea (2026)

Cuplikan film 402 Rumah Sakit Angker Korea (2026)

1. Adaptasi yang cukup memuaskan dan tetap menghormati Gonjiam

Sebagai remake, 402 RSAK sebenarnya cukup menghormati materi sumbernya. Struktur cerita, sejumlah adegan ikonik, hingga konsep live streaming yang menjadi ciri khas Gonjiam masih dipertahankan. Jika menonton film aslinya, kamu akan menemukan banyak momen yang terasa familier.

Menariknya (atau anehnya), film ini tidak memindahkan latarnya ke Indonesia. Justru sebaliknya, para karakter Indonesia dikirim langsung ke Korea Selatan untuk menghadapi teror di rumah sakit angker yang memang menjadi inspirasi cerita aslinya. Pendekatan tersebut membuat remake ini tak terlihat seperti "mengindonesiakan" film horor Korea.

Penampilan para pemain juga cukup solid. Arbani Yasiz dan kawan-kawan berhasil membangun dinamika layaknya sekelompok kreator konten yang haus popularitas. Interaksi mereka cukup alami dan tidak terlalu teatrikal, walau kadang naskahnya masih terdengar "film" banget. Meski begitu, kesan found footage yang disajikan tetap terasa hingga akhir film.

2. Naskah kurang menggigit, atmosfer belum mampu menandingi Gonjiam

Sayangnya, kekuatan terbesar Gonjiam belum berhasil "ditiru" secara maksimal oleh film ini. Versi aslinya mengandalkan atmosfer sunyi, ruang kosong, dan rasa takut terhadap sesuatu yang bisa muncul kapan saja. Sebaliknya, 402 RSAK jauh lebih bising dengan penggunaan musik latar terus-menerus. Keheningan, suara angin, dan hela napas yang seharusnya menjadi senjata utama justru menghilang.

Babak awalnya juga berjalan lebih lambat dari Gonjiam, sebelum akhirnya memasuki rangkaian teror yang intens di pertengahan film. Ketika "pertunjukan utama" dimulai, ada beberapa adegan yang cukup menyeramkan dan bahkan lebih gore dibanding versi Korea. Namun, klimaksnya kehilangan daya ledak karena terlalu bergantung pada twist yang sebenarnya sudah bisa ditebak sejak awal.

Penambahan elemen jelangkung memang jadi pembeda. Sayang, keputusan tersebut justru menggeser identitas horor yang membuat Gonjiam begitu efektif. Teror kini hadir karena para streamer melakukan ritual tertentu, bukan semata-mata karena rumah sakit itu sendiri angker. Akibatnya, nuansa misterius yang menjadi jiwa Gonjiam terasa berkurang dan berganti menjadi formula horor Indonesia yang sudah cukup sering kita temui.

3. Apakah 402 Rumah Sakit Angker Korea direkomendasikan?

Jawabannya bergantung pada ekspektasimu sebelum masuk bioskop. Jika belum pernah menonton Gonjiam: Haunted Asylum, 402 RSAK mungkin menjadi tontonan horor found footage yang cukup menghibur. Beberapa adegan cukup menegangkan, akting pemainnya terbilang apik, dan konsep live streaming yang dibawakan terasa relevan dengan era media sosial saat ini.

Namun, bagi fans garis keras Gonjiam, remake ini bakal terasa kurang memuaskan. Atmosfer mencekam yang menjadi kekuatan utama film aslinya tidak pernah benar-benar terasa, sementara naskah dan twist di akhir justru membatalkan pengalaman horor secara keseluruhan.

Meski begitu, 402 Rumah Sakit Angker Korea tetap memiliki identitasnya sendiri melalui sentuhan budaya Indonesia dan beberapa adegan gore yang lebih berani. Film ini mungkin tidak mampu melampaui atau bahkan menyamai Gonjiam. Namun, masih cukup layak ditonton sebagai adaptasi yang mencoba menawarkan interpretasi berbeda terhadap salah satu film found footage terbaik Korea Selatan, atau bahkan dunia.

Share Article
Curated For You

Alasan 402 Rumah Sakit Korea Pakai Soundtrack Ritual Jelangkung

07 Jul 2026, 12:09 WIBHype
Topics
Editorial Team
Triadanti N
EditorTriadanti N

Related Articles

See More