Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Francis Karel Garap Lagu Buat Adik-Adiknya, Michelle dan Maura
Michelle Karla, Francis Karel, dan Maura Gabriella (IDN Times/Elizabeth Chiquita)

Jakarta, IDN Times - Francis Karel dikenal sebagai musisi asal Indonesia yang berkiprah di industri musik internasional. Namanya masuk dalam kredit penulisan lagu “Sweet Misery” milik SHINee dan “Background” dari album solo Jin BTS. Di luar proyek tersebut, Francis juga menjalani peran sebagai produser untuk kedua adiknya, Maura Gabriella dan Michelle Karla, yang kini mulai merintis karier sebagai solois.

Dalam wawancara di kantor IDN pada Rabu (21/10/2026), Francis bersama Maura dan Michelle berbagi cerita tentang proses kreatif mereka sebagai saudara sekaligus partner bermusik. Meski tumbuh di rumah yang sama, ketiganya punya selera musik berbeda, lho. Bagaimana kisahnya?

1. Maura dan Michelle rilis lagu solo untuk tunjukkan karakter masing-masing

Maura Gabriella pada Rabu (21/10/2026) (IDN Times/Elizabeth Chiquita)

Alih-alih membuat grup trio dengan kakaknya, Maura Gabriella dan Michelle Karla memutuskan merilis lagu sebagai solois. Keduanya ingin memperkenalkan karakter musik masing-masing. Maura hadir lewat “Read The Sign”, sedangkan Michelle memperkenalkan diri melalui “Digital Pillow Talk”.

“Mungkin buat sekarang, apalagi buat kita berdua juga, ini lagu pertama kan yang kita rilis debut. Jadi kita mau kasih lebih lihat personality kita masing-masing sebelum kita, mungkin akan ada waktunya untuk ada duet atau ada featuring. Tapi kita mau ada personality masing-masing untuk perkenalan,” ujar Maura.

2. Michelle Karla merasa nyaman diproduseri kakak sendiri

Michelle Karla pada Rabu (21/10/2026) (IDN Times/Elizabeth Chiquita)

Sementara bagi Michelle Karla, bekerja dengan Francis sebagai produser terasa menyenangkan, karena mereka sudah saling mengenal sejak kecil. Meski begitu, ketika memasuki proses kreatif, Francis tetap bisa bersikap profesional dan fokus pada pekerjaan.

“Sebenernya kalau kita lagi nulis bareng itu, emang Abang (Francis) tuh producer mode banget sih. Jadi itu kayak ya udah, 'This is our co-writer.' Terus kalau ada sesuatu, justru enak, karena kita siblings,” ujar Michelle sambil tertawa.

Francis juga menjelaskan, hubungan mereka sebagai saudara tidak menjadi hambatan untuk berdiskusi secara terbuka. Perbedaan pendapat soal musik bisa diselesaikan di ruang kerja tanpa terbawa ke hubungan pribadi mereka. Apalagi, mereka sudah terbiasa berkomunikasi secara terbuka di rumah.

“Kayaknya kita juga karena dari kecil selalu berani blak-blakan juga, ya. Jadi kalau untuk masalah lagu, opini kita beda, di luar itu sih aman-aman aja. Maksudnya kalau kita lagi kerjain lagu, ya udah kita kerjain lagu gitu. Apapun yang dari luar dinamik itu gak kita bawa ke writing room,” jelas Francis Karel.

3. Francis Karel belajar dari selera musik adik-adiknya

Francis Karel pada Rabu (20/10/2026) (IDN Times/Elizabeth Chiquita)

Bekerja bersama Maura dan Michelle juga menjadi kesempatan bagi Francis untuk terus belajar. Menurutnya, kedua adiknya memiliki selera musik yang berbeda dari dirinya maupun satu sama lain. Hal itu mendorongnya untuk mengeksplorasi referensi baru agar bisa memahami karakter musik yang ingin mereka hadirkan. Apalagi untuk memahami elemen produksi yang sesuai dengan karakter mereka.

“Jadi untuk bisa belajar kayak, 'Oh Maura seleranya kayak begini.' Berarti aku harus dengerin musik-musik yang kayak begini juga. Biar bisa ngerti elemen-elemen produksi di lagu kayak yang punya Maura itu bisa kayak apa. Kalau punya Michelle juga mikirin itu juga. Jadi banyak challenges juga sih buat aku,” lanjutnya.

Di sisi lain, Francis Karel juga baru-baru ini meluncurkan lagu baru bertajuk "Purple Skies" yang menjadi comeback-nya setelah dua tahun. Kamu sudah dengar lagu-lagu dari tiga bersaudara ini?

Curated For You

Editorial Team

Related Article