Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

5 Gangguan Mental Homelander di The Boys, Psikopat Sampai NPD

5 Gangguan Mental Homelander di The Boys, Psikopat Sampai NPD
psikopat Homelander (dok. Sony Pictures Television/The Boys)
Intinya Sih
  • Homelander digambarkan sebagai superhero ideal yang ternyata menyimpan trauma masa kecil, obsesi validasi, dan kebutuhan untuk dipuja, menjadikannya villain paling kompleks di serial The Boys.
  • Ia menunjukkan berbagai gangguan mental seperti NPD, ASPD, C-PTSD, God Complex, dan BPD yang membuat perilakunya semakin ekstrem dan berbahaya bagi orang di sekitarnya.
  • Kombinasi kekuasaan mutlak, luka batin mendalam, serta ketergantungan pada pujian publik menjadikan Homelander sosok tragis sekaligus ancaman besar dalam dunia The Boys.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Homelander (Antony Starr) adalah villain utama dalam serial The Boys. Ia digambarkan sebagai seorang superhero ideal seperti Superman dari komik DC. Namun, di balik citra superhero sempurna, Homelander sebenarnya adalah bom waktu psikologis yang bisa meledak kapan saja. Trauma masa kecil, obsesi terhadap validasi, hingga kebutuhan untuk dipuja membuat karakter ini menjadi salah satu villain paling kompleks di dunia serial modern.

Ngomong-ngomong, di balik sifat kejam dan kekuatannya yang dahsyat, Homelander ternyata berjiwa rapuh. Ia terindikasi memiliki banyak gangguan mental yang membuatnya semakin berbahaya. Adapun, berikut daftar gangguan mental yang dimiliki Homelander berdasarkan analisis penulis. Perlu diingat, analisis ini bersifat interpretasi karakter dan bukan diagnosis medis resmi, ya!

1. Narcissistic Personality Disorder (NPD)

Homelander menikmati perhatian masyarakat
Homelander menikmati perhatian masyarakat (dok. Kripke Enterprises/The Boys)

Narcissistic Personality Disorder (NPD) adalah gangguan mental yang membuat penderitanya memiliki rasa percaya diri berlebihan, kebutuhan untuk dikagumi secara ekstrem, dan kehilangan rasa empati. NPD ini menjadi gangguan mental yang paling sering ditunjukkan oleh Homelander.

Sebagai superhero nomor satu, ia percaya bahwa dirinya lebih superior daripada yang lainnya sehingga layak menjadi pusat perhatian. Bahkan, ketika Soldier Boy (Jensen Ackles) mencuri perhatian publik, Homelander sampai mengalami depresi. Di balik persona kuatnya, Homelander memiliki ketergantungan pada pujian dan validasi dari publik. Ini ditunjukkan dalam lima musim The Boys. Namun, musim kelima menjadi yang paling gencar menampilkan hal tersebut.

2. Gangguan Kepribadian Antisosial (ASPD)

Homelander tersenyum setelah selesai melakukan pembantaian.
Homelander tersenyum setelah selesai melakukan pembantaian. (dok. Kripke Enterprises/The Boys)

Antisocial Personality Disorder (ASPD) merupakan sebuah gangguan mental yang membuat penderitanya kehilangan empati, rasa bersalah, dan keinginan untuk menyakiti orang lain. Umumnya, mereka juga jago menutupinya dari publik. ASPD sering diasosiasikan dengan perilaku psikopat. Dalam The Boys, Homelander terlihat berwibawa dan bijak di depan publik, tetapi sangat brutal saat tidak ada yang melihat.

ASPD Homelander sudah muncul sejak kecil. Dibesarkan di laboratorium tanpa kasih sayang, Homelander mulai mendapatkan kepuasan dengan membunuh. Ada banyak tindakan psikopat Homelander yang bikin penonton ngeri. Mulai dari membantai staf laboratorium pada musim keempat hingga membunuh kriminal yang sudah menyerah. Itu semua ia lakukan dengan senyum sumringah di wajahnya.

3. Complex Post-Traumatic Stress Disorder (C-PTSD)

Homelander kecil disiksa sebagai bentuk uji coba kekuatannya.
Homelander kecil disiksa sebagai bentuk uji coba kekuatannya. (dok. Kripke Enterprises/The Boys Presents: Diabolical)

Lebih parah dari PTSD biasa, Complex Post-Traumatic Stress Disorder (C-PTSD) tercipta dari trauma yang terjadi berulang kali dalam waktu yang lama. Pada The Boys Season 3, kita akhirnya dikasih tahu bagaimana Homelander bisa memiliki gangguan mental ini. Ternyata, ia dibesarkan di laboratorium dan menjadi bahan percobaan tidak manusiawi.

Homelander disiksa setiap hari untuk menguji ketahanan tubuhnya. Mulai dari dipanggang di ruangan pembakaran hingga direbus hidup-hidup. Hal ini berakibat fatal. Homelander jadi kesulitan membangun ikatan, memiliki emosi yang meledak-ledak, dan juga mengalami disosiasi.

4. God Complex

Homelander berhalusinasi mendapatkan ilmah untuk jadi Mesias.
Homelander berhalusinasi mendapatkan ilmah untuk jadi Mesias. (dok. Kripke Enterprises/The Boys)

The Boys Season 5 menunjukkan ego Homelander yang semakin tinggi. Dalam salah satu episode, ia berhalusinasi mendapatkan ilham untuk menjadi tuhan baru untuk umat manusia. Atas dasar tersebut, Homelander akhirnya memulai kampanye untuk mempromosikan dirinya sebagai tuhan dan mendirikan agama baru.

Homelander memulai dengan memerintahkan Firecracker (Valorie Curry) dan Oh Father (Daveed Diggs), yang dikenal sebagai telepenginjil dengan banyak pengikut, untuk mempromosikan dirinya. Bahkan, pada The Boys Season 5 episode 7, Homelander membuat film yang memperlihatkan adegan Yesus Kristus memberikan mandat padanya untuk membimbing umat manusia. Semua yang Homelander lakukan tersebut sudah termasuk gangguan mental yang bernama God Complex. Adapun, God Complex bukan diagnosis klinis resmi, tetapi istilah populer untuk menggambarkan seseorang yang merasa dirinya superior layaknya dewa.

5. Borderline Personality Disorder (BPD)

Homelander dan Soldier Boy
Homelander dan Soldier Boy (dok. Kripke Enterprises/The Boys)

Salah satu ciri utama dari penderita Borderline Personality Disorder (BPD) adalah susahnya membangun ikatan emosional dengan orang lain dan juga rasa takut akan ditinggalkan. Rupanya, Homelander juga memiliki ciri-ciri tersebut. Sejak awal cerita, Homelander seolah punya segalanya. Ia punya The Seven yang loyal, Becca Butcher (Shantel VanSanten) mencintainya, dan anaknya, Ryan Butcher (Cameron Crovetti), seolah bangga padanya. Namun, semuanya ternyata hanyalah pura-pura. Homelander tidak bisa membangun ikatan berarti dan semua orang memilih untuk dekat dengannya karena takut.

Pada The Boys Season 5 episode 7, Homelander juga menyerang ayahnya, Soldier Boy, yang hendak pergi meninggalkannya. Ia memilih memasukkan sang ayah ke dalam cyrosleep dibandingkan dengan harus melihat sang ayah pergi meninggalkannya. Ekstrem banget, ya?

Kombinasi trauma, kekuasaan mutlak, dan haus validasi membuat Homelander menjadi sosok yang sangat berbahaya sekaligus tragis. Hal inilah yang membuatnya terasa jauh lebih kompleks dibandingkan dengan villain superhero biasa.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Diana Hasna
EditorDiana Hasna

Related Articles

See More