Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

5 Lagu Sting yang Ditulis setelah Perceraiannya, Penuh Emosi!

5 Lagu Sting yang Ditulis setelah Perceraiannya, Penuh Emosi!
Sting dalam lagu "Shape of My Heart"(YouTube.com/Sting)
  • Perceraian Sting dengan Frances Tomelty pada awal 1980-an mendorongnya menulis lirik lebih jujur, menjadikan gejolak pribadi sebagai materi lagu-lagu ikonik.
  • "Every Breath You Take", "King of Pain", dan "Fortress Around Your Heart" menggambarkan kecemburuan, kesedihan batin, serta konflik dalam hubungan yang retak.
  • Melalui "I'm So Happy I Can't Stop Crying" dan "Shape of My Heart", Sting mengangkat penerimaan perubahan, dinamika pascaperceraian, dan pencarian makna hidup.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Sting dikenal sebagai salah satu musisi yang piawai mengubah pengalaman hidup menjadi karya yang mampu menyentuh banyak orang. Di balik lagu-lagunya yang terdengar indah, sering kali tersimpan kisah pribadi yang penuh gejolak, termasuk masa-masa sulit setelah perceraiannya dengan Frances Tomelty pada awal 1980-an.

Peristiwa tersebut menjadi titik balik yang memengaruhi cara Sting menulis lirik dengan lebih jujur dan mendalam. Alih-alih menjadikan kesedihan sebagai beban, Sting menuangkannya ke dalam lagu-lagu yang kemudian menjadi karya ikonik.

Berikut lima lagu Sting yang diyakini lahir dari fase emosional setelah perceraiannya dan masih relevan didengarkan hingga sekarang. Apakah salah satunya adalah lagu kesukaanmu?

  1. 1. "Every Breath You Take"

    Banyak orang menganggap "Every Breath You Take" sebagai lagu cinta romantis karena melodi dan aransemennya terdengar lembut. Namun, Sting berkali-kali menepis anggapan tersebut. Lagu ini justru lahir ketika ia sedang berusaha menghadapi dampak perceraian sekaligus sorotan media terhadap kehidupan pribadinya. Saat mengasingkan diri di Jamaika, ia terbangun di tengah malam dengan ide lagu yang langsung mengalir begitu saja.

    Menurut Sting, lagu ini sebenarnya berbicara tentang kecemburuan, obsesi, dan keinginan mengendalikan seseorang setelah hubungan berakhir. Ia bahkan pernah menyebutnya sebagai lagu yang cukup gelap dan jauh dari kesan romantis. Ironisnya, banyak pasangan justru menjadikannya lagu pernikahan tanpa menyadari makna sesungguhnya.

  2. 2. "King of Pain"

    "King of Pain" juga ditulis saat Sting masih berada di Jamaika untuk menenangkan pikirannya setelah perceraiannya. Inspirasi lagu ini muncul dari percakapan sederhana bersama Trudie Styler saat mereka melihat sebuah titik hitam kecil di matahari. Sting mengibaratkan titik tersebut sebagai jiwanya yang sedang dipenuhi kesedihan, hingga Trudie menyebutnya sebagai "raja penderitaan" atau "King of Pain".

    Lirik lagu ini dipenuhi berbagai metafora yang menggambarkan rasa sakit batin yang terus menghantui. Sting menuliskan perasaan kehilangan dan kelelahan emosional tanpa terdengar berlebihan, sehingga pendengar bisa ikut merasakan suasana hati yang ingin ia sampaikan. Walaupun bernuansa muram, lagu ini juga memperlihatkan proses seseorang menerima luka sebagai bagian dari kehidupan.

  3. 3. "Fortress Around Your Heart"

    Meski dirilis dalam album solo Dream of the Blue Turtles, "Fortress Around Your Heart" berakar dari pengalaman Sting menghadapi hubungan yang telah retak. Lagu ini menggunakan gambaran benteng dan ladang ranjau sebagai simbol tembok emosional yang dibangun seseorang untuk melindungi orang yang dicintai. Sayangnya, benteng tersebut justru berubah menjadi penghalang yang memisahkan keduanya.

    Sting pernah menjelaskan bahwa lagu ini berbicara tentang upaya memperbaiki hubungan yang telah dipenuhi konflik. Ia menyadari bahwa niat baik terkadang justru menciptakan jarak jika dilakukan dengan cara yang salah. Melalui lirik yang puitis, ia mengajak pendengar merenungkan betapa sulitnya memperbaiki hubungan yang sudah dipenuhi luka.

  4. 4. "I'm So Happy I Can't Stop Crying"

    Berbeda dari lagu-lagu sebelumnya yang dipenuhi simbol dan metafora, "I'm So Happy I Can't Stop Crying" menyampaikan kisah secara lebih lugas. Sting menceritakan kehidupan seorang ayah setelah perceraian yang harus menjalani hak asuh bersama dan hanya bisa bertemu anak-anaknya pada waktu tertentu. Lagu ini menunjukkan bahwa kebahagiaan dan kesedihan bisa hadir bersamaan dalam satu momen kehidupan.

    Judulnya sendiri terdengar paradoks karena menggabungkan rasa bahagia dan tangisan. Namun, justru di situlah kekuatan lagu ini. Sting ingin menunjukkan bahwa seseorang bisa tetap bersyukur meski sedang menghadapi kenyataan yang pahit. Lagu bernuansa folk ini terasa hangat sekaligus menyentuh karena menggambarkan proses menerima perubahan tanpa kehilangan harapan untuk terus melangkah.

  5. 5. "Shape of My Heart"

    "Shape of My Heart" sering dianggap sebagai refleksi Sting setelah melalui berbagai perubahan besar dalam hidupnya. Lagu ini menggunakan sosok pemain kartu sebagai metafora seseorang yang tidak mengejar kemenangan atau kekayaan, melainkan sedang mencari makna kehidupan. Pendekatan tersebut membuat lagunya terasa lebih filosofis dibanding karya-karya sebelumnya.

    Setelah melewati berbagai pengalaman emosional, ia tampak lebih tertarik mengeksplorasi sisi batin manusia daripada sekadar bercerita tentang patah hati. Hal itulah yang membuat "Shape of My Heart" tetap terasa relevan hingga kini. Lagu ini bukan hanya indah untuk didengarkan, tetapi juga mengajak pendengar memahami bahwa setiap orang memiliki pergulatan yang tidak selalu terlihat.

    Perceraian menjadi salah satu pengalaman hidup yang paling membekas bagi Sting, tetapi dari fase tersebut lahir sejumlah lagu yang kini dianggap sebagai karya klasik. Dari kelima lagu di atas, mana yang menurutmu paling emosional dan paling menggambarkan perjalanan seseorang setelah sebuah hubungan berakhir?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More