kover manga Daten Sakusen (dok. Shogakukan/Daten Sakusen)
Manga Daten Sakusen buata Soichi Yamamoto pun berhenti dipublikasikan, namun, hanya sampai Maret 2020. Ia didenda atas pelanggaran terhadap Undang-undang Anti Pornografi Anak dan hanya membayar 200 ribu Yen. Setelah itu, pihak korban mengklaim pada 2021 Yamamoto sempat berusaha mengajak berdamai dengan uang sebesar 1,5 juta Yen atau sekitar Rp162 juta, tapi ditolak.
Pada Juli 2022, korban menggugat Yamamoto secara perdata. Meski manga Daten Sakuksen tamat di Manga ONE sejak Oktober 2022, ternyata Yamamoto masih menulis manga untuk Shogakukan dengan nama pena baru, yaitu Ichiro Hajime.
Akhirnya, pada 20 Februari 2026, gugatan tersebut menghasilkan putusan bahwa Soichi Yamamoto harus membayar kerugian sebesar 11 juta Yen atau sekitar Rp1,2 miliar. Pengadilan menyebutnya bertanggung jawab karena telah menyebabkan PTSD terhadap korban usai mengeksploitasinya saat masih di bawah umur.