Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

IMGR 2026: Meme di Kalangan Fandom: Bahasa Cinta Fans untuk Idolanya

meme KPop
meme KPop (x.com/starfess)
Intinya sih...
  • Dalam IMGR 2025, meme dipercaya sebagai bahasa untuk mengungkapkan cinta dan loyalitas fans terhadap idolanya
  • Meme juga jadi identitas fans dalam sebuah fandom
  • Gak cuma ungkap perasaan cinta dan kesetiaan, meme dijadikan media kritik terhadap idola
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Satu kata sederhana tapi bisa jadi media untuk mengungkapkan segalanya. Itulah kehebatan meme yang selalu muncul di timeline, kolom komentar postingan, hingga diunggah sebagai status warganet di media sosial.

Di kalangan fandom yang memiliki kecintaan terhadap sosok tertentu, meme juga punya peran besar. Bagi penggemar musik, anime, atau seorang idol misalnya, mungkin sering kali sulit menjelaskan rasa cinta atau juga rasa kecewa terhadap hal yang disukai dengan bahasa panjang.

Namun sekarang, lewat sebuah visual gambar dan caption singkat, meme bisa jadi bahas universal yang mempu menyampaikan semua emosi dari seorang fans atau bahkan sebuah fandom.

1. Bahasa untuk mengungkapkan cinta dan loyalitas fans terhadap idolanya

meme Muthe JKT48
meme Muthe JKT48 (tiktok.com/@arisenaaaaa_)

Di fandom idol seperti JKT48 atau juga artis KPop, meme yang dibuat dari screenshot wajah oshi atau bias yang memperlihatkan ekspresi tertentu, atau sebuah potongan video dengan ditambahkan teks di dalamnya, secara ajaib bisa mengungkap soal kecintaan, kesetiaan atau patah hatinya seorang fans terhadap sosok idola, atau kondisi grup yang mereka sukai.

Tak jauh beda dengan fans anime, yang biasanya membuat meme dari screenshot adegan atau ekspresi karakter dan potongan video yang jadi konten anime itu sendiri.

Seperti yang diungkapkan Tiara Dianita dan Desy Maharani dari The Maple Media dalam laporan Indonesia Millennial and Gen Z Report 2026, meme dalam fandom adalah arsip emosional yang merupakan kumpulan rasa cinta, kecewa, lucu, dan bangga dalam format yang sangat sederhana.

2. Meme juga jadi identitas fans dalam sebuah fandom

meme Demon Slayer
meme Demon Slayer (reddit.com/user/EDPShan)

Meme fandom bukan hanya sekadar hiburan, atau luapan emosi fans kepada idolanya. Tapi meme juga berfungsi sebagai identitas dari masing-masing member fandom itu sendiri.

Siapa yang paham tentang meme tertentu, berarti dia merupakan bagian dalam fandom tersebut. Semakin cepat dia menangkap konteks dan maksud dari sebuah meme, maka semakin dalam juga pengetahuannya sebagai fans.

Hal ini membuat meme juga seperti bahasa rahasia di kalangan fans. Mereka merasa saling terhubung dengan hanya melalui satu gambar dan caption singkat saja.

3. Gak cuma ungkap perasaan cinta dan kesetiaan, meme dijadikan media kritik terhadap idola

meme Jennie BLACKPINK
meme Jennie BLACKPINK (x.com/starfess)

Gak cuma dibuat untuk menunjukkan rasa loyalitas dan kecintaan, meme di kalangan fandom juga dijadikan media untuk mengkritik. Fans sering mengomentari sikap idol, plot anime atau keputusan band favorit mereka lewat meme. Bentuknya tetap ringan dan bahkan lucu, tapi pesan kritiknya tetap tersampaikan.

"Meme adalah cerminan kehidupan zaman sekarang. Ia mengubah momen sehari-hari, momen canggung, atau bahkan salah kutip, menjadi sesuatu yang terus melekat di benak audiens. Bukan sekadar viral, tapi soal dipahami, di-share ulang, dan menjadi bagian humor sehari-hari," ujar Tiara Dianita dan Desy Maharani.

IDN menggelar Indonesia Summit 2025, sebuah konferensi independen yang khusus diselenggarakan untuk dan melibatkan generasi Milenial dan Gen Z di Tanah Air. Dengan tema "Theme: Thriving Beyond Turbulence Celebrating Indonesia's 80 years of purpose, progress, and possibility". IS 2025 bertujuan membentuk dan membangun masa depan Indonesia dengan menyatukan para pemimpin dan tokoh nasional dari seluruh nusantara.

IS 2025 diadakan pada 27 - 28 Agustus 2025 di Tribrata Dharmawansa, Jakarta. Dalam IS 2025, IDN juga meluncurkan Indonesia Millennial and Gen-Z Report 2026.

Survei ini dikerjakan oleh IDN Research Institute. Melalui survei ini, IDN menggali aspirasi dan DNA Milenial dan Gen Z, apa nilai-nilai yang mendasari tindakan mereka. Survei dilakukan pada Februari sampai April 2025 dengan studi metode campuran yang melibatkan 1.500 responden, dibagi rata antara Milenial dan Gen Z.

Survei ini menjangkau responden di 12 kota besar di Indonesia, antara lain Jabodetabek, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Denpasar, Medan, Palembang, Solo, Banjarmasin, Balikpapan, dan Makassar.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Indra Zakaria
EditorIndra Zakaria
Follow Us