Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
4 Cara Seo Mi Rae Memandang Cinta di Boyfriend on Demand
cuplikan drama Boyfriend on Demand (dok. Netflix/Boyfriend on Demand)

Drama Korea Boyfriend on Demand menghadirkan cerita romansa yang tidak biasa. Tokoh utamanya, Seo Mi Rae (Kim Jisoo), digambarkan sebagai perempuan karier yang lelah dengan kehidupan kerja sekaligus skeptis terhadap hubungan romantis. Di tengah tekanan hidup dan pengalaman percintaan yang tidak mudah, ia justru mencoba layanan kencan virtual yang menawarkan pengalaman memiliki “pacar sesuai keinginan”.

Melalui perjalanan Seo Mi Rae, drama ini memperlihatkan bagaimana cara pandang generasi muda terhadap cinta mulai berubah. Tidak lagi sekadar mengejar romansa, tetapi juga mempertimbangkan kenyamanan emosional dan realitas hidup. Berikut beberapa di antaranya.

1. Cinta bukan prioritas utama ketika hidup sudah cukup melelahkan

cuplikan drama Boyfriend on Demand (dok. Netflix/Boyfriend on Demand)

Seo Mi Rae digambarkan sebagai produser webtoon yang hidupnya dipenuhi deadline dan tekanan pekerjaan. Dalam kondisi seperti itu, hubungan romantis bukan lagi hal yang ia cari secara aktif.

Bagi Seo Mi Rae, menjaga kestabilan hidup terasa lebih penting daripada memaksakan hubungan yang berpotensi menambah masalah. Perspektif ini sangat mencerminkan anak muda yang sering kali lebih fokus pada karier, kesehatan mental, dan kemandirian sebelum memikirkan hubungan jangka panjang.

2. Fantasi romantis terasa lebih aman daripada hubungan nyata

cuplikan drama Boyfriend on Demand (dok. Netflix/Boyfriend on Demand)

Ketika Seo Mi Rae mencoba layanan kencan virtual dalam Boyfriend on Demand, ia bisa merasakan berbagai skenario romantis tanpa risiko patah hati. Pasangan virtualnya selalu hadir dengan karakter yang hampir sempurna dan sesuai preferensinya.

Hal ini membuat Seo Mi Rae merasa hubungan virtual jauh lebih aman dibanding hubungan nyata yang penuh ketidakpastian. Pandangan ini menggambarkan fenomena generasi digital yang kadang lebih nyaman mengeksplorasi perasaan melalui ruang virtual sebelum benar-benar membuka diri secara emosional.

3. Hubungan yang terlalu sempurna justru terasa tidak nyata

cuplikan drama Boyfriend on Demand (dok. Netflix/Boyfriend on Demand)

Seiring waktu, Seo Mi Rae mulai menyadari bahwa hubungan yang terlalu ideal dalam dunia virtual terasa kurang memiliki kedalaman. Semua berjalan sesuai skenario, tetapi tidak menghadirkan emosi yang benar-benar hidup.

Kesadaran ini membuatnya mulai mempertanyakan apa sebenarnya makna hubungan yang ia inginkan. Apakah kesempurnaan yang terprogram, atau hubungan nyata yang mungkin berantakan tetapi terasa tulus.

4. Cinta tetap membutuhkan keberanian untuk menghadapi ketidaksempurnaan

cuplikan drama Boyfriend on Demand (dok. Netflix/Boyfriend on Demand)

Perjalanan Seo Mi Rae dalam drama ini perlahan mengubah cara pandangnya. Ia mulai memahami bahwa hubungan yang nyata memang tidak selalu nyaman, tetapi justru di situlah makna kedekatan terbentuk.

Alih-alih mencari hubungan yang sempurna seperti di dunia virtual, Mi Rae belajar menerima bahwa cinta selalu datang bersama risiko, konflik, dan ketidaksempurnaan. Namun jika dijalani dengan jujur, hubungan seperti itu justru terasa lebih berarti.

Melalui karakter Seo Mi Rae, Boyfriend on Demand menghadirkan refleksi menarik tentang cara generasi modern memandang cinta di era teknologi. Di tengah berbagai pilihan dan pelarian digital, drama ini menunjukkan bahwa hubungan yang paling bermakna tetap datang dari keberanian untuk terhubung secara nyata.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team