Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

5 Paradoks Do Ji Ui yang Menarik di Doctor On The Edge

5 Paradoks Do Ji Ui yang Menarik di Doctor On The Edge
still cut drama Korea Doctor On The Edge (instagram.com/ena_drama)
Share Article

Do Ji Ui (Lee Jae Wook) menjadi salah satu karakter yang mudah mencuri perhatian dalam Doctor On The Edge. Di balik citranya sebagai dokter spesialis yang kompeten, ia memiliki banyak sisi unik yang membuat kepribadiannya terasa lebih hidup. Tidak sedikit sifatnya yang justru terlihat bertolak belakang dan menciptakan kesan yang menarik bagi penonton.

Keunikan tersebut membuat Do Ji Ui terasa lebih manusiawi dibanding karakter yang selalu sempurna. Ia memiliki ketakutan, keluhan, dan kelemahan, tetapi di saat yang sama mampu menunjukkan keberanian dalam situasi tertentu. Berikut lima paradoks Do Ji Ui yang membuat karakternya semakin menarik untuk diikuti.

1. Mabuk laut, tetapi tidak mabuk alkohol

still cut drama Korea Doctor On The Edge
still cut drama Korea Doctor On The Edge (instagram.com/ena_drama)

Salah satu kelemahan terbesar Do Ji Ui adalah ketidakmampuannya beradaptasi dengan perjalanan laut. Setiap kali harus menaiki kapal, ia sering menunjukkan tanda-tanda mabuk yang cukup parah. Padahal sebagai penghuni Pyeongdong Do, perjalanan laut menjadi bagian yang sulit dihindari dari kehidupan sehari-hari.

Menariknya, kondisi tersebut berbanding terbalik dengan reaksinya terhadap alkohol. Do Ji Ui dikenal memiliki toleransi yang cukup baik saat minum dibanding ketika harus menghadapi ombak di lautan. Kontras inilah yang membuat banyak orang di sekitarnya merasa heran sekaligus terhibur.

2. Takut hantu, tetapi tidak takut darah

still cut drama Korea Doctor On The Edge
still cut drama Korea Doctor On The Edge (instagram.com/ena_drama)

Sebagai dokter, Do Ji Ui terbiasa menghadapi luka, operasi, dan berbagai kondisi medis yang mungkin membuat orang lain bergidik. Darah dan situasi darurat bukanlah hal yang membuatnya kehilangan ketenangan. Ia mampu tetap fokus ketika keselamatan pasien sedang dipertaruhkan.

Namun keberanian tersebut seolah menghilang saat berhadapan dengan cerita atau hal-hal yang berhubungan dengan hantu. Topik yang dianggap sepele oleh sebagian orang justru mampu membuatnya gelisah. Paradoks ini menunjukkan bahwa keberanian seseorang bisa muncul dalam bentuk yang sangat berbeda.

3. Sering mengeluhkan pasien, tetapi tidak pernah menolak merawat mereka

still cut drama Korea Doctor On The Edge
still cut drama Korea Doctor On The Edge (instagram.com/ena_drama)

Do Ji Ui beberapa kali terlihat frustrasi menghadapi tingkah warga Pyeongdong Do. Banyak pasien mengabaikan nasihat dokter, tidak meminum obat sesuai aturan, atau merasa lebih tahu tentang kondisi kesehatannya sendiri. Kebiasaan tersebut tentu membuatnya kesal.

Meski demikian, rasa jengkel itu tidak pernah memengaruhi profesionalismenya. Ketika pasien membutuhkan bantuan, Do Ji Ui tetap hadir dan memberikan penanganan terbaik yang ia mampu. Di balik semua keluhannya, ia tetap menempatkan keselamatan pasien sebagai prioritas utama.

4. Takut serangga, tetapi tidak takut merawat pasien dalam kondisi berat

still cut drama Korea Doctor On The Edge
still cut drama Korea Doctor On The Edge (instagram.com/ena_drama)

Kehidupan di pulau membuat Do Ji Ui sering berhadapan dengan berbagai jenis serangga yang tidak disukainya. Bahkan kehadiran serangga kecil sekalipun dapat membuatnya panik dan kehilangan ketenangan. Reaksi tersebut sering menjadi sumber humor dalam cerita.

Sebaliknya, ia mampu tetap tenang saat menghadapi pasien dengan kondisi serius atau situasi medis yang menegangkan. Ketika nyawa seseorang berada dalam bahaya, fokusnya sebagai dokter langsung mengambil alih rasa takut yang dimilikinya. Perbedaan ini memperlihatkan betapa kuatnya rasa tanggung jawab yang ada dalam dirinya.

5. Ingin segera meninggalkan pulau, tetapi terus membantu warganya

still cut drama Korea Doctor On The Edge
still cut drama Korea Doctor On The Edge (instagram.com/ena_drama)

Sejak awal penugasan, Do Ji Ui tidak pernah menyembunyikan keinginannya untuk kembali ke daratan utama. Ia menganggap Pyeongdong Do sebagai tempat sementara yang harus dijalani sampai masa tugasnya berakhir. Berbagai kesulitan yang ditemui semakin memperkuat keinginannya untuk pergi.

Akan tetapi, tindakan yang ia lakukan justru menunjukkan hal yang berbeda. Ia terus membantu warga, memikirkan kesehatan pasien, dan terlibat dalam berbagai persoalan yang terjadi di pulau. Tanpa disadari, keterikatannya dengan masyarakat Pyeongdong Do semakin kuat meskipun ia terus mengatakan ingin meninggalkan tempat tersebut.

Berbagai paradoks yang dimiliki Do Ji Ui membuat karakternya terasa lebih kompleks karena penonton tidak hanya melihat sosok dokter yang andal, tetapi juga seseorang yang memiliki ketakutan, kebiasaan unik, dan kontradiksi yang menarik untuk diikuti. Melalui Doctor On The Edge, sisi-sisi yang saling bertentangan itu justru menjadi bagian penting yang membuat perjalanan Do Ji Ui di Pyeongdong Do terasa semakin hidup dan berkesan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Kirana Mulya
EditorKirana Mulya

Related Articles

See More

4 Idol KPop yang Menangis saat Wajib Militer, Merasa Kesulitan?

08 Jun 2026, 10:39 WIBKorea