7 Strategi Baek Ki Tae Mencapai Puncak Kekuasaan di Made in Korea

Baek Ki Tae (Hyun Bin) di Made in Korea menunjukkan ambisi besar untuk menduduki puncak kekuasaan. Gak hanya berakar dari ketamakan, ambisinya ini lahir dari memori kelam akan kemiskinan dan keterasingan sebagai seorang zainichi.
Bagi Baek Ki Tae, kekuasaan merupakan alat perlindungan diri agar gak ada lagi orang yang berani merendahkannya. Termasuk menjadi bandar narkorba, berikut strategi Baek Ki Tae dalam mencapai puncak kekuasaan di drakor Made in Korea.
1. Sebagai agen KCIA, Baek Ki Tae memanfaatkan otoritas negara untuk mengontrol jaringan bisnis terlarang dan membangun pengaruh

2. Demi menciptakan sumber dana tak terbatas, Baek Ki Tae bekerja sama dengan Geng Manjae dalam memonopoli jaringan produksi narkotika

3. Baek Ki Tae menjalin kesepakatan bisnis dengan calon penerus klan Yakuza Ikeda untuk memperluas jangkauan distribusinya ke Jepang

4. Untuk mencapai kekuasaan yang lebih tinggi, Baek Ki Tae gak segan menggunakan cara-cara brutal, termasuk membunuh atasannya sendiri

5. Baek Ki Tae menggunakan pengaruhnya untuk memanipulasi bukti, membungkam saksi, dan menghentikan investigasi jaksa Jang Geun Young

6. Ia juga memanfaatkan situasi ekonomi dan politik untuk menawarkan solusi pengumpulan dana taktis bagi stabilitas pemerintahan saat itu

7. Baek Ki Tae yang diam-diam mengincar posisi Cheon Seok Jung (Jung Sung Il) pun meminta untuk mendukung dan melindungi bisnis ilegalnya

Didorong oleh ambisinya yang kuat, Baek Ki Tae di drakor Made in Korea bertransformasi menjadi agen KCIA yang haus kuasa. Usahanya untuk naik kekuasaan digambarkan melalui cara-cara yang brutal dan sering kali berada di luar batas hukum, memanfaatkan koneksi dan pengalamannya di dunia intelijen.