4 Alasan Aplikasi Girigo di If Wishes Could Kill Menyeramkan

- Aplikasi Girigo di If Wishes Could Kill awalnya tampak membantu, tapi setiap permintaan yang dikabulkan selalu membawa konsekuensi fatal bagi penggunanya.
- Girigo menelan korban jiwa dengan sistem hitung mundur 24 jam dan membuat pengguna merasa ketergantungan meski tahu risikonya sangat berbahaya.
- Aplikasi ini juga memecah hubungan antar karakter lewat ilusi dan manipulasi emosi, memperlihatkan sisi gelap dari keinginan manusia sendiri.
Aplikasi Girigo di drama Korea If Wishes Could Kill awalnya terlihat menawarkan jalan keluar dari berbagai masalah para karakternya. Namun seiring cerita berjalan, aplikasi ini justru memperlihatkan sisi yang jauh lebih mengganggu daripada sekadar alat pengabul keinginan. Setiap permintaan yang dikabulkan selalu datang dengan konsekuensi yang tidak bisa dianggap sepele.
Hal yang membuat Girigo terasa menyeramkan bukan hanya karena dampaknya, tetapi juga cara aplikasi ini seolah memahami dan menargetkan keinginan terdalam penggunanya. Berikut beberapa alasan Girigo menjadi sosok yang terasa menyeramkan di drakor If Wishes Could Kill.
1. Menawarkan solusi saat emosi tidak stabil

Lim Na Ri (Kang Mi Na) diceritakan sedang mabuk di klub bersama teman-temannya yang lebih dewasa. Ia saat itu sudah mendapat tautan link aplikasi Girigo dari Choi Hyeong Wook (Lee Hyo Je). Sebelumnya, Lim Na Ri sering mengungkapkan kekesalannya terhadap Choi Hyeong Wook. Laki-laki itu terlihat sangat menyebalkan di matanya.
Dalam kondisi yang tidak sepenuhnya sadar, Lim Na Ri iseng membuat permohonan. Lewat aplikasi Girigo, ia mengungkapkan bahwa ada setidaknya dua orang yang ingin ia lihat cepat mati. Satu yang sudah pasti adalah Choi Hyeong Wook. Kecerobohannya itu berakibat fatal. Ia yang membuat permohonan dalam kondisi emosi yang tidak menentu harus merasakan konsekuensi yang gak pernah ia sangka.
2. Memakan korban jiwa

Meskipun bisa mengabulkan permohonan secara sungguhan, aplikasi Girigo ternyata meminta bayaran yang sangat mahal. Timer pada aplikasi pemohon akan menyala selama 24 jam. Jika sudah habis atau menjadi angka nol, pemohon akan kehilangan nyawanya.
Hal tersebut tentu sangat menakutkan. Seperti yang dirasakan Choi Hyeong Wook. Ia hanya minta nilai matematika yang sempurna, tetapi sebagai balasannya, ia harus kehilangan nyawanya di hadapan banyak orang.
3. Membuat pengguna merasa butuh lagi

Mengetahui bahwa Girigo dapat menelan korban jiwa, Yoo Se Ah (Jeon So Young) tetap membuat permohonan melalui aplikasi tersebut. Ia gak bisa menemukan solusi lain selain menggunakan aplikasi Girigo karena ia sudah melihat sendiri cara kerja Girigo dapat memberikan hasil yang nyata.
Yoo Se Ah merasa bahwa ia benar-benar membutuhkan Girigo sebagai penyelamatnya. Ia ingin Kim Geon Woo (Baek Sun Ho) yang terluka parah karena menjadi korban aplikasi tersebut untuk segera disembuhkan. Singkatnya, aplikasi ini jelas berbahaya, tetapi sulit untuk ditinggalkan dalam kondisi krisis.
4. Memecah hubungan antar karakter

Girigo adalah aplikasi yang diliputi kutukan. Setiap orang yang menggunakannya akan dibuat seolah-olah dikhianati oleh orang-orang terdekatnya. Choi Hyeong Wook yang jadi korban pertama sempat merasa marah pada Yoo Se Ah, Lim Na Ri, dan Kim Geon Woo. Ia mendengar dari telepon bahwa mereka bertiga menjelek-jelekkannya dan enggan datang ke acara ulang tahunnya. Padahal, percakapan itu hanya ilusi yang dibuat Girigo.
Girigo membuat hubungan setiap karakternya terpecah belah. Yoo Se Ah dkk. dihadapkan dengan perasaan bingung karena harus memilih antara memercayai apa yang ada di hadapan mereka atau bisikan lain yang masuk ke telinga mereka.
Girigo ternyata dianggap menyeramkan karena bisa membuat pemohonnya merasa ketergantungan dan menelan korban jiwa. Pada akhirnya, aplikasi tersebut bukan cuma media pengabul keinginan, tapi sesuatu yang justru memperlihatkan sisi berbahaya dari keinginan itu sendiri.


















