Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

5 Pelajaran tentang Bahasa Cinta dari Can This Love Be Translated?

5 Pelajaran tentang Bahasa Cinta dari Can This Love Be Translated?
Potret Kim Seon Ho dan Go Youn Jung dalam drama Can This Love Be Translated? (Sumber: Instagram/@netflixkr)

Sebagai drama yang menjadikan penerjemahan sebagai gagasan utama, Can This Love Be Translated? tidak berhenti pada perbedaan bahasa semata. Ceritanya mengarah pada pengalaman yang lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari, ketika perasaan tetap gagal dipahami meski sudah diungkapkan. Lewat hubungan Joo Ho Jin (Kim Seon Ho) dan Cha Mu Hee (Go Yoon Jung), drama ini memperlihatkan bahwa cinta sering tersendat karena cara menyampaikan dan menerima perasaan tidak selalu berada pada frekuensi yang sama.

Dari sudut pandang karakter, bahasa cinta dalam drama ini hadir melalui konflik kecil, kesalahpahaman berulang, dan perubahan sikap yang perlahan. Berikut lima pelajaran tentang bahasa cinta yang tergambar jelas sepanjang perjalanan emosional Ho Jin dan Mu Hee.

1. Perbedaan cara mengekspresikan cinta menjadi sumber konflik utama

cuplikan drama Can This Love Be Translated?
cuplikan drama Can This Love Be Translated? (dok. Netflix/Can This Love Be Translated?)

Joo Ho Jin dan Cha Mu Hee punya cara yang sangat berbeda dalam menunjukkan perasaan mereka. Joo Ho Jin adalah interpreter multibahasa yang ahli menerjemahkan kata orang lain, tetapi justru kesulitan menerjemahkan emosinya sendiri dan cenderung menjaga jarak secara emosional.

Sementara itu, Cha Mu Hee, yang hidup di bawah sorotan media dan sering berekspresi secara terbuka, bisa tampak impulsif namun sebenarnya menyimpan rasa yang dalam. Perbedaan ini menciptakan momen-momen canggung dan konflik batin yang terus menguji hubungan mereka, karena Joo Ho Jin sering ragu dalam mengungkapkan perasaan secara langsung di luar konteks pekerjaannya.

2. Ketulusan bisa tenggelam ketika disampaikan dengan cara yang keliru

cuplikan drama Can This Love Be Translated?
cuplikan drama Can This Love Be Translated? (dok. Netflix/Can This Love Be Translated?)

Cha Mu Hee cenderung jujur terhadap perasaannya, tetapi kejujuran itu sering keluar dalam bentuk emosi yang meledak-ledak. Ia berbicara mengikuti apa yang ia rasakan saat itu, tanpa selalu memikirkan dampaknya bagi orang lain. Dalam banyak situasi, ketulusannya justru memicu jarak karena disampaikan dengan nada yang defensif.

Joo Ho Jin, yang terbiasa dengan struktur dan ketepatan makna, kesulitan menangkap niat baik di balik luapan emosi Cha Mu Hee. Drama ini menunjukkan bahwa ketulusan tidak selalu cukup jika cara penyampaiannya tidak selaras dengan bahasa emosional lawan bicara.

3. Cinta mudah disalahartikan ketika masing-masing merasa sudah cukup berusaha

cuplikan drama Can This Love Be Translated?
cuplikan drama Can This Love Be Translated? (dok. Netflix/Can This Love Be Translated?)

Salah satu konflik berulang dalam hubungan Joo Ho Jin dan Cha Mu Hee muncul dari perasaan bahwa mereka sudah melakukan yang terbaik. Joo Ho Jin merasa telah menjaga, membantu, dan mendampingi tanpa melampaui batas. Cha Mu Hee merasa telah membuka diri dan menunjukkan emosi yang selama ini ia pendam. Masalahnya, upaya tersebut tidak pernah dibicarakan secara terbuka. Keduanya menganggap usaha pribadi sebagai sesuatu yang seharusnya dipahami tanpa penjelasan.

4. Pengalaman cinta di masa lalu membentuk cara mereka bersikap

cuplikan drama Can This Love Be Translated?
cuplikan drama Can This Love Be Translated? (dok. Netflix/Can This Love Be Translated?)

Cara Joo Ho Jin memandang hubungan sangat dipengaruhi oleh pengalamannya menyaksikan relasi yang berjalan tanpa kejelasan emosional. Ia terbiasa bersikap hati-hati dan memilih menahan perasaan agar tidak memperumit keadaan, terutama ketika melihat bagaimana hubungan yang tidak dikomunikasikan dengan baik justru meninggalkan luka. Sikap ini membuatnya cenderung menjaga jarak meski mulai terlibat secara emosional dengan Cha Mu Hee.

Sementara itu, Cha Mu Hee membawa beban dari pengalaman cintanya yang penuh ketidakpastian dan salah paham. Ia pernah berada dalam posisi memberi banyak perasaan tanpa pernah benar-benar dipahami, sehingga membentuk sikap defensif dalam hubungan baru. Drama ini memperlihatkan bahwa masa lalu menjadi faktor aktif yang memengaruhi cara mereka membaca, merespons, dan melindungi diri dalam cinta.

5. Pesan terkuatnya adalah cinta butuh usaha untuk dipahami bersama

cuplikan drama Can This Love Be Translated?
cuplikan drama Can This Love Be Translated? (dok. Netflix/Can This Love Be Translated?)

Can This Love Be Translated? memperlihatkan bahwa menerjemahkan cinta adalah proses dua arah yang sering gagal jika hanya satu pihak yang berusaha. Melalui konflik yang berulang dan respons karakter yang tidak selalu ideal, penonton diajak menyimpulkan sendiri bahwa cinta tidak cukup hanya dirasakan. Ia perlu dipelajari, dibicarakan, dan disesuaikan agar tidak terus menjadi sumber salah paham.

Pada akhirnya, Can This Love Be Translated? menempatkan cinta sebagai sesuatu yang terus bergerak dan berubah seiring usaha dua orang yang terlibat di dalamnya. Bukan untuk disederhanakan atau diseragamkan, melainkan untuk dipahami melalui kesediaan saling mendengar dan menyesuaikan diri.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ananda Zaura
EditorAnanda Zaura
Follow Us