Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Hacks Simpel agar Deadline Gak Terasa Menakutkan
Ilustrasi fokus mengerjakan tugas (pexels.com/Liza Summer)
  • Prioritaskan tugas dengan tenggat paling dekat dan selesaikan satu per satu agar fokus tidak terpecah saat beberapa pekerjaan datang bersamaan.
  • Pecah pekerjaan besar menjadi tahapan kecil, lalu tetapkan batas waktu per bagian sambil mengurangi gangguan dan mengambil jeda singkat.
  • Selesaikan draf utama tanpa mengejar kesempurnaan sejak awal, serta sisakan waktu cadangan untuk revisi, pengecekan, dan kendala mendadak.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Deadline yang terus mendekat bisa bikin pekerjaan terasa lebih berat dari seharusnya. Apalagi kalau beberapa tugas datang bersamaan dan semuanya terasa penting. Baru selesai satu pekerjaan, sudah ada tugas lain yang menunggu untuk dikerjakan.

Kebiasaan menunda juga bisa membuat waktu pengerjaan semakin sempit. Ketika pekerjaan baru dimulai mendekati deadline, kamu jadi punya lebih sedikit waktu untuk menyelesaikan, mengecek, dan memperbaiki hasilnya. Kondisi ini bisa membuat proses kerja terasa lebih terburu-buru dan melelahkan.

Supaya gak terus bekerja dalam kondisi seperti itu, kamu bisa mencoba beberapa hack sederhana untuk mengatur pekerjaan dengan lebih terarah. Mulai dari menentukan prioritas, membagi tugas menjadi bagian kecil, hingga memberikan batas waktu untuk setiap pekerjaan bisa membantu membuat prosesnya terasa lebih ringan.

1. Mulai dari tugas yang paling dekat deadlinenya

Ilustrasi mengerjakan tugas (pexels.com/cottonbro studio)

Ketika melihat banyak pekerjaan sekaligus, kamu mungkin ingin mengerjakan semuanya secara bersamaan. Cara ini justru bisa membuat fokus terbagi dan pekerjaan terasa semakin lama selesai. Kamu juga bisa lebih mudah kehilangan arah karena terus berpindah dari satu tugas ke tugas lainnya.

Coba lihat kembali semua deadline yang ada dan tentukan pekerjaan mana yang perlu diselesaikan lebih dulu. Tandai tugas dengan tenggat paling dekat, terutama pekerjaan yang membutuhkan waktu cukup panjang untuk dikerjakan. Dengan begitu, kamu punya gambaran yang lebih jelas tentang tugas yang perlu mendapat perhatian terlebih dahulu.

Kerjakan tugas yang menjadi prioritas sampai selesai sebelum berpindah ke pekerjaan lain. Setelah satu tugas selesai, kamu bisa melanjutkan ke prioritas berikutnya dengan pikiran yang lebih lega. Cara ini membantu kamu mengatur pekerjaan secara bertahap tanpa merasa harus menyelesaikan semuanya dalam waktu yang sama.

2. Pecah pekerjaan menjadi tugas-tugas kecil

Ilustrasi pecah tugas (pexels.com/Alena Darmel)

Tugas besar sering terasa menakutkan karena kamu melihatnya sebagai satu pekerjaan yang panjang. Akhirnya, kamu malah terus menunda karena bingung harus mulai dari mana. Semakin lama ditunda, pekerjaan tersebut bisa terasa semakin berat karena waktu yang tersedia semakin sedikit.

Coba pecah tugas tersebut menjadi beberapa bagian kecil yang lebih mudah dikerjakan. Misalnya, mulai dari membuat outline, mencari data, menulis bagian pertama, melakukan revisi, lalu mengecek hasil akhirnya. Kamu bisa mengerjakan setiap bagian secara bertahap tanpa harus memikirkan seluruh pekerjaan sekaligus.

Setiap bagian akan terasa lebih mudah diselesaikan karena kamu punya target yang lebih jelas. Kamu juga bisa melihat perkembangan pekerjaan dari satu tahap ke tahap berikutnya. Dengan begitu, tugas yang awalnya terasa besar dan sulit dimulai bisa menjadi rangkaian pekerjaan kecil yang lebih mudah dikendalikan.

3. Gunakan batas waktu untuk setiap pekerjaan

Ilustrasi memeriksa jam (magnific.com/katemangostar)

Memberikan batas waktu bisa membantu kamu menjaga fokus saat mengerjakan sesuatu. Tentukan berapa lama waktu yang ingin digunakan untuk menyelesaikan satu bagian pekerjaan, lalu usahakan menyelesaikannya dalam rentang waktu tersebut. Batas sederhana ini bisa membuat pekerjaan terasa lebih terarah.

Selama waktu tersebut, kurangi hal-hal yang bisa mengalihkan perhatian. Letakkan ponsel agak jauh dari jangkauan atau matikan notifikasi yang gak berhubungan dengan pekerjaan. Dengan begitu, perhatianmu gak mudah berpindah setiap kali ada pesan atau notifikasi yang masuk.

Setelah waktunya selesai, ambil jeda singkat sebelum melanjutkan pekerjaan. Kamu bisa berdiri, minum, atau mengalihkan pandangan dari layar selama beberapa menit. Cara ini membantu menjaga energi dan membuatmu gak terus bekerja tanpa jeda sampai merasa kelelahan.

4. Hindari mengejar hasil sempurna di awal

Ilustrasi fokus pada tugas (pexels.com/ Vitaly Gariev)

Ketika ingin hasil pekerjaan terlihat sempurna sejak awal, kamu bisa menghabiskan terlalu banyak waktu pada satu bagian. Akibatnya, bagian lain belum sempat dikerjakan meski deadline semakin dekat. Fokus yang terlalu lama pada detail kecil juga bisa membuat proses kerja terasa lebih berat.

Coba selesaikan dulu draf atau bagian utama pekerjaan secara keseluruhan. Setelah semua bagian selesai, kamu bisa kembali melakukan pengecekan dan perbaikan pada bagian yang masih kurang. Dengan urutan seperti ini, kamu tetap punya kesempatan untuk memperbaiki detail tanpa menghambat pekerjaan lainnya.

Cara ini membuat alur kerja lebih lancar karena kamu punya gambaran utuh tentang hasil pekerjaan. Setelah melihat keseluruhan hasil, kamu bisa menentukan bagian mana yang memang perlu diperbaiki dan mana yang sudah cukup. Waktu yang tersedia pun bisa digunakan dengan lebih terarah sebelum deadline tiba.

5. Sisakan waktu untuk revisi dan kendala mendadak

Ilustrasi menulis revisi (pexels.com/Tima Miroshnichenko)

Menggunakan seluruh waktu sampai menit terakhir untuk mengerjakan tugas bisa membuatmu panik ketika muncul masalah. File bermasalah, data perlu diperiksa ulang, atau ada revisi tambahan bisa membuat jadwal langsung berantakan. Karena itu, usahakan menyelesaikan pekerjaan lebih awal dari deadline jika memungkinkan. Sisakan waktu khusus untuk mengecek hasil dan menghadapi hal-hal yang gak terduga. Kamu jadi punya ruang untuk memperbaiki kesalahan tanpa harus terburu-buru. Deadline pun terasa lebih mudah dihadapi karena masih ada waktu cadangan.

Sering dikejar deadline memang melelahkan, apalagi kalau pekerjaan terus datang tanpa jeda. Namun, cara kamu mengatur pekerjaan bisa membantu mengurangi tekanan yang muncul menjelang tenggat. Mulai dengan menentukan prioritas, membagi tugas menjadi bagian kecil, dan memberikan waktu cadangan. Semakin terbiasa mengatur pekerjaan dari awal, semakin kecil kemungkinan kamu harus menyelesaikan semuanya dalam kondisi terburu-buru.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article