Keputusan untuk resign sering terasa lebih berat daripada bertahan, meski setiap pagi kamu sudah menarik napas panjang sebelum membuka laptop. Bukan karena pekerjaannya sulit, melainkan karena ada rasa sesak yang pelan-pelan menjadi kebiasaan. Situasi seperti ini sering muncul saat kamu berada di lingkungan kerja toxic tanpa benar-benar menyadarinya.
Banyak orang terus meyakinkan diri bahwa semuanya akan membaik kalau lebih sabar atau lebih kuat. Padahal, tubuh dan pikiran sering memberi sinyal jauh lebih dulu sebelum benar-benar menyerah. Berikut ini lima tanda yang layak kamu dengarkan sebelum semuanya berubah menjadi mental breakdown.
