Produktivitas sering dianggap sebagai tanda bahwa seseorang mampu mengatur waktu dan menyelesaikan banyak pekerjaan dengan baik. Namun, di balik tumpukan tugas yang selesai tepat waktu, ada pekerja yang sebenarnya sedang menahan kelelahan yang tidak terlihat. Kondisi ini menunjukkan bahwa menjadi produktif tidak selalu berarti tubuh dan pikiran berada dalam keadaan baik.
Seseorang bahkan bisa tetap aktif bekerja ketika energinya sudah menipis karena merasa harus memenuhi target atau menjaga performa. Jika berlangsung terus-menerus, pola tersebut dapat membuat tubuh dan pikiran kesulitan mendapatkan waktu pemulihan yang cukup. Lantas, mengapa pekerja yang selalu produktif tetap bisa mengalami kelelahan berat?
