Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Apa Itu Doomjobbing? Kebiasaan Scrolling Lowongan Kerja tanpa Strategi
Ilustrasi doomjobbing (pexels.com/Anna Tarazevich)

Para pencari kerja saat ini kerap menelusuri iklan lowongan kerja di internet selama berjam-jam, menyimpan daftar lowongan yang tepat, dan terus melanjutkan pencarian. Apa kamu sedang mengalaminya? Ternyata hal ini bernama doomjobbing.

Sama dengan doomscrolling, kondisi kebiasaan scrolling berita negatif di media sosial. Kalau doomjobbing berarti menelusuri website lowongan kerja terus-menerus.

Mencari pekerjaan telah menjadi hal yang sangat melelahkan bagi banyak orang, karena harus menelusuri iklan lowongan kerja yang tak ada hentinya, seringkali tidak sesuai. Lantas, apa yang harus dilakukan? Simak apa itu doomjobbing dan pembahasan penting lainnya mengenai fenomena ini.

1. Apa itu doomjobbing?

Ilustrasi doomjobbing (pexels.com/Vodafone x Rankin everyone.connected)

Doomjobbing adalah perilaku mencari dan melamar pekerjaan secara impulsif, terus-menerus, dan masal tanpa strategi yang jelas, biasanya didorong oleh rasa cemas, stres, atau putus asa terhadap kondisi karier atau pasar kerja. Istilah ini merupakan gabungan dari kata doomscrolling dan job hunting.

Meskipun terasa efektif, hal itu seringkali berubah menjadi siklus penerapan tanpa arah yang jelas. Kamu mengirimkan CV, berharap itu akan mengarah ke wawancara. Tetapi kenyataannya kamu tidak pernah mendapat balasan atau lupa apa yang kamu lamar.

“Seolah-olah kamu hanya melihat-lihat sesuatu tanpa berpikir dan tidak selalu melakukan sesuatu yang produktif dengannya. Saat menelusuri daftar lowongan pekerjaan yang tak ada habisnya dengan menggulir layar, kita mendapatkan lonjakan dopamin," kata Dr. Jamie Shapiro, seorang psikolog organisasi, mengutip laman USA Today.

2. Mengapa melakukan doomjobbing?

Ilustrasi doomjobbing (pexels.com/https://kaboompics.com/)

Seperti halnya dengan doomscrolling, orang sering beralih ke doomjobbing untuk mengatasi stres dan ketidakpastian.

“Dengan kondisi pasar tenaga kerja saat ini yang sangat sulit, orang-orang membawa perasaan putus asa yang sama ke dalam pencarian pekerjaan,” kata Nicole Johnston, CEO innate POWER LLC dan penulis Taboo Topics , mengutip laman Real Simple.

Sebagian pencari kerja terus melamar pekerjaan tanpa hasil, yang memperkuat rasa putus asa. Sebagian lainnya menganggap setiap penolakan sebagai konfirmasi bahwa mereka tidak memenuhi syarat untuk pekerjaan apa pun. Dengan cara itu, sikap pesimis bisa muncul, mempersempit rasa optimisme mereka tentang apa yang mungkin terjadi.

Alasan lain orang melakukan doomjobbing karena merasa telah mencapai kemajuan dalam pencarian pekerjaan. Kamu telah meluangkan waktu dan telah mencoba berbagai peluang.

“Namun kenyataannya, itu hanya menghabiskan waktu dan energi, dan hanya membuatmu merasa sedih,” kata Robyn Sotolov, eksekutif bersertifikasi ICF, pelatih karier, dan pendiri RJ Leadership Coaching serta aplikasi transisi karier, MissionPivot, mengutip Real Simple.

3. Efek negatif doomjobbing

Ilustrasi doomjobbing (pexels.com/Alex Green)

Salah satu sisi negatif dari doomjobbing dapat membuat kamu sibuk tanpa benar-benar upgrade diri sesuai dengan pekerjaan yang diinginkan. Seiring waktu, siklus tersebut dapat berdampak buruk pada kepercayaan diri, jaringan, dan arah karier jangka panjang. 

Bagi banyak orang, terutama lulusan baru, arus lamaran dan penolakan yang mudah secara terus-menerus dapat menguras emosi. Proses tersebut seringkali menciptakan "perasaan gagal yang nyata" bagi orang-orang yang melamar secara luas tetapi belum ada respon.

“Kamu melamar 500 pekerjaan, kemungkinan besar meskipun mendapatkan satu surat penerimaan, kamu akan mendapatkan 499 penolakan, dan itu pasti akan memengaruhi hati kita. Usaha yang dilakukan tidak sebanding dengan hasilnya, dan itu terasa membuat frustrasi," ungkap Mindi Cox, kepala bagian sumber daya manusia dan pemasaran di OC Tanner, mengutip USA Today.

Pendekatan serba cepat dalam melamar pekerjaan juga dapat menjauhkan orang dari upaya membangun jaringan dan hubungan yang lebih terencana. Lebih mudah untuk melamar ke aplikasi kerja, daripada menghubungi langsung atau membangun koneksi. Seiring waktu, pola tersebut dapat mempersulit pekerja untuk tetap selaras dengan arah karier jangka panjang.

Selain itu, melihat ratusan pelamar bersaing untuk posisi yang sama bisa membuat putus asa. Ketika mendengar tentang orang lain yang mendapatkan pekerjaan, kamu mungkin bertanya, "Mengapa mereka, bukan saya?" . Di pasar kerja yang sangat kompetitif, terus-menerus menelusuri situs lowongan kerja dapat meningkatkan kekhawatiran bahwa peluang sangat sedikit dan sulit didapatkan.

4. Tips buat kamu yang mengalami doomjobbing

Ilustrasi doomjobbing (pexels.com/https://kaboompics.com/)

Melamar tanpa membangun jaringan atau menyesuaikan lamaran bukanlah penggunaan waktu yang baik, dan seringkali menyebabkan frustrasi, keputusasaan, dan kelelahan. Berikut beberapa tips menghentikan kebiasaan doomjobbing.

Tentukan pekerjaan yang kamu ingin jalani
Coba buka website lowongan kerja dan memilih 10 pekerjaan yang ingin lakukan, meskipun tidak memenuhi syarat. Dengan menurunkan ekspektasi, latihan ini membantu orang memperjelas apa yang diinginkan dan tidak inginkan dalam pekerjaan.

Tetapkan batas waktu
Layaknya mencegah doomscrolling, menghindari doomjobbing juga membutuhkan batas waktu. Scroll situs lowongan kerja tidak lebih dari 15 menit sehari untuk tujuan yang terarah. Misalnya, temukan pekerjaan yang kamu minati dan lihat skill, hingga sertifikasi apa yang dibutuhkan.

Kembangkan networking
Baik kamu sedang bekerja atau sedang mencari pekerjaan, membangun networking dapat membantu mengakses peluang yang tidak akan kamu temukan di website lowongan kerja mana pun. Cobalah untuk berhubungan kembali dengan mantan rekan kerja dan menjalin koneksi baru.

Membangun networking dapat membantu kamu meraih kesuksesan. Cari perusahaan atau organisasi yang sesuai dengan tujuan dan memeriksa website tersebut untuk lowongan pekerjaan. Follow di media sosial orang-orang dari perusahaan tersebut sehingga kamu dapat melihat unggahannyadan berinteraksi.

Tetaplah rendah hati
Salah satu hal yang dapat dikendalikan adalah sikapmu. Kurangi berpikir "saya sempurna dan orang lain tidak", sebab kemungkinan besar kamu akan menemui beberapa hambatan. Sebaliknya, tetap berpikiran terbuka dapat membantu kamu mengenali di mana kamu perlu berkembang.

Tetap luangkan waktu untuk diri sendiri untuk tetap percaya diri
Kebiasaan berpikir pesimistis dapat berdampak pada bagian lain dalam hidup. Hal itu bisa memengaruhi orang-orang di sekitar, seperti pasangan atau anak-anak. Atau mungkin kamu tidak lagi melakukan aktivitas yang kamu sukai karena membiarkan pesimisme menguasaimu. Penting untuk tetap meluangkan waktu untuk kegiatan yang menenangkan seperti olahraga, meditasi, atau waktu bersama keluarga dan teman.

Jika merasa putus asa, temukan sesuatu yang dapat membantu membangun kepercayaan diri, baik itu menjadi sukarelawan atau mengambil pekerjaan paruh waktu. Siapa tahu orang yang bekerja dengamu bisa memperkenalkanmu kepada peluang kerja baru!

So, itu dia penjelasan yang menjawab pertanyaan apa itu doomjobbing, efek negatifnya, dan tips buat kamu yang sedang mengalami fenomena ini. Semoga bermanfaat dan tetap semangat, ya!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article