Baru duduk di kubikel, tapi rasanya energi sudah kesedot habis karena kerjaan kamu dipantau tiap detik. Setiap detail kecil didebat, plus kamu harus terus-terusan memuji ide-ide atasan yang sebenarnya biasa aja. Menghadapi bos micromanage yang juga punya sifat narsistik itu emang super melelahkan dan menguras emosi. Situasi toksik kayak gini sering bikin kamu merasa gak dihargai dan serbasalah saat di kantor, kan?
Kalau dibiarkan terus, kesehatan mental kamu taruhannya dan bisa berujung pada burnout parah. Kamu bakal kehilangan motivasi kerja, skill gak berkembang, bahkan mulai meragukan kemampuan diri sendiri karena terus dikritik. Makanya, sebelum kamu buru-buru kirim surat resign tanpa persiapan, kamu perlu menyimak cara menghadapi bos micromanage dan narsistik berikut ini biar karier kamu tetap aman!
