Ada fase ketika kerja rasanya bukan lagi tentang mengejar target, tetapi cuma berusaha bertahan sampai akhir minggu. Aku pernah berpikir, mungkin aku cuma butuh istirahat sebentar. Tapi begitu membayangkan career break, muncul pertanyaan lain, mulai dari nanti CV-ku gimana, karierku bakal tertinggal gak, atau orang-orang malah menganggap aku gak berkembang?
Padahal, mengambil jeda dari pekerjaan gak selalu berarti berhenti mengejar karier. Career break bisa menjadi kesempatan untuk menarik napas, mengevaluasi arah, atau sekadar memberi ruang untuk menjalani hidup di luar pekerjaan. Yang sering bikin berat justru tekanan untuk segera punya jawaban tentang langkah berikutnya. Lantas, bagaimana menjalani career break tanpa terus merasa bersalah karena sedang berhenti?
