Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Gaji Pertama Sebaiknya Dipakai untuk Apa?

Gaji Pertama Sebaiknya Dipakai untuk Apa?
ilustrasi gaji (pexels.com/Jonathan Borba)
Share Article

Menerima gaji pertama merupakan salah satu momen yang paling berkesan dalam perjalanan karier seseorang. Setelah bertahun-tahun belajar atau menjalani proses mencari pekerjaan, akhirnya usaha tersebut membuahkan hasil dalam bentuk penghasilan pertama. Tidak heran jika banyak orang ingin merayakannya dengan membeli barang impian atau mengajak keluarga makan bersama.

Hal itu sah-sah saja, selama tetap disertai dengan perencanaan keuangan yang bijak. Oleh karena itu, penting untuk menentukan prioritas agar gaji pertama tidak habis begitu saja tanpa memberikan manfaat jangka panjang.

1. Sisihkan untuk dana darurat sejak awal

Ilustrasi mengatur keuangan sesuai kebutuhan (pexels.com./Tima Miroshnichenko)
Ilustrasi mengatur keuangan sesuai kebutuhan (pexels.com./Tima Miroshnichenko)

Salah satu langkah paling bijak setelah menerima gaji pertama adalah mulai membangun dana darurat. Dana ini berfungsi sebagai cadangan ketika menghadapi situasi tak terduga, seperti kehilangan pekerjaan, biaya kesehatan, atau kebutuhan mendesak lainnya.

Tidak perlu menunggu memiliki penghasilan tinggi untuk memulai dana darurat. Menyisihkan sebagian kecil dari setiap gaji secara konsisten jauh lebih efektif daripada menunda hingga merasa 'sudah mapan'. Kebiasaan ini juga membantu mengurangi ketergantungan pada utang ketika menghadapi keadaan darurat.

"Memiliki dana darurat adalah suatu kebutuhan. Anggap saja sebagai 'peredam guncangan' untuk mengatasi guncangan hidup, yang akan mencegahkamu menambah beban utang yang kemungkinan besar sudah kamu tanggung," dikutip dari Investopedia yang telah ditinjau oleh pakar perencanaan keuangan Pamela Rodriguez.

2. Berikan apresiasi kepada orangtua atau orang yang mendukungmu

ilustrasi acara makan malam keluarga (pexels.com/Tima Miroshnichenko)
ilustrasi acara makan malam keluarga (pexels.com/Tima Miroshnichenko)

Banyak orang memilih menggunakan sebagian gaji pertama untuk membahagiakan orangtua, pasangan, atau anggota keluarga yang telah mendukung perjalanan mereka. Bentuknya tidak harus mahal, bisa berupa makan bersama, membelikan kebutuhan sederhana, atau memberikan hadiah yang bermakna.

Selain menjadi ungkapan rasa syukur, tindakan ini juga memperkuat hubungan emosional dengan orang-orang terdekat. Berbagi kebahagiaan atas pencapaian pertama sering kali memberikan kepuasan yang lebih besar dibanding membeli barang untuk diri sendiri.

3. Investasikan untuk pengembangan diri

ilustrasi pelatihan keterampilan (pexels.com/Kaboompics.com)
ilustrasi pelatihan keterampilan (pexels.com/Kaboompics.com)

Gaji pertama juga dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kemampuan yang akan mendukung karier. Mengikuti kursus, membeli buku, mengambil sertifikasi profesional, atau mempelajari keterampilan baru merupakan investasi yang nilainya bisa terus dirasakan dalam jangka panjang.

Di tengah perkembangan teknologi dan persaingan dunia kerja, kemampuan baru sering kali membuka peluang karier yang lebih baik. Pengeluaran untuk belajar sebaiknya dipandang sebagai investasi, bukan sekadar biaya.

"Izinkan saya mengatakan bahwa growth mindset tidak mengharuskan kamu untuk terus-menerus memperbaiki segala hal. Tetapi ketika menyangkut bidang keterampilan, tampaknya growth mindse biasanya lebih menguntungkan," kata Carol S. Dweck, Ph.D., profesor psikologi dari Stanford University kepada Fs Blog.

 

4. Nikmati sebagian untuk menghargai diri sendiri

ilustrasi belanja online (pexels.com/cottonbro studio)
ilustrasi belanja online (pexels.com/cottonbro studio)

Mengatur keuangan dengan bijak bukan berarti harus menahan semua keinginan. Tidak ada salahnya menggunakan sebagian kecil gaji pertama untuk membeli sesuatu yang sudah lama diimpikan atau menikmati pengalaman yang menyenangkan sebagai bentuk apresiasi atas kerja keras.

Namun, penting untuk menentukan batas pengeluaran agar tidak menghabiskan seluruh penghasilan hanya demi kepuasan sesaat. Menyeimbangkan kebutuhan, tabungan, dan hiburan akan membantu menjaga kondisi finansial tetap sehat.

5. Mulai menabung atau berinvestasi secara konsisten

ilustrasi menabung (freepik.com/jcomp)
ilustrasi menabung (freepik.com/jcomp)

Selain dana darurat, gaji pertama juga menjadi waktu yang tepat untuk mulai berinvestasi sesuai kemampuan. Pilihan instrumen dapat disesuaikan dengan tujuan keuangan, profil risiko, dan jangka waktu investasi. Yang terpenting adalah membangun kebiasaan menyisihkan uang secara rutin.

Prinsip investasi bukan tentang seberapa besar modal yang dimiliki, melainkan konsistensi dalam melakukannya. Bahkan nominal kecil yang diinvestasikan secara berkala dapat berkembang dalam jangka panjang.

Gaji pertama adalah simbol awal kemandirian finansial sekaligus kesempatan membangun kebiasaan keuangan yang sehat. Dengan membuat keputusan yang bijak sejak penghasilan pertama, kamu tidak hanya menikmati hasil kerja hari ini, tetapi juga mempersiapkan kondisi keuangan yang lebih aman dan stabil di masa depan.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More