Apa Saja Konsekuensi yang Harus Ditanggung Seorang Pemimpin?

- Tidak boleh hanya memikirkan dirinya sendiri
- Harus punya kemampuan pemecahan masalah yang baik
- Wajib memiliki kepekaan terhadap kondisi orang-orang yang dipimpinnya
Tidak dapat dimungkiri bahwa seorang pemimpin, terlepas dalam bidang apa saja, kerap kali punya pesona tersendiri. Sosok-sosok seperti ini tampak berwibawa, tegas, dan mampu mengendalikan banyak orang yang menaruh kepercayaan besar kepadanya. Saking keren dan inspiratif, figur ini berhasil membuat orang-orang tertentu tertarik untuk mengikuti jejaknya menjadi seorang pemimpin.
Sayangnya, tidak semua orang paham apa artinya menjadi seorang pemimpin. Alih-alih menjadi pelindung dengan tanggung jawab yang berat, mereka malah melihat bahwa sosok ini punya kuasa besar, sehingga boleh berlaku semena-mena, apa lagi kepada siapa saja yang tidak setuju terhadap langkah yang diambilnya. Selain itu, mereka juga mau hidup santai, tinggal perintah sana-sini sambil mengumpulkan harta agar semakin kaya. Pemikiran semacam ini jelas keliru. Pasalnya, tidak seperti yang dibayangkan, menjalankan peran sebagai atasan justru melahirkan konsekuensi yang harus ditanggung seorang pemimpin. Hal ini belum tentu sanggup ditanggung oleh sembarang orang sebagai berikut.
1. Tidak boleh hanya memikirkan dirinya sendiri

Pemimpin memang menempati posisi puncak, entah itu dalam konteks lingkup kecil seperti rumah tangga, perusahaan, atau lingkup besar seperti daerah atau negara. Kendati begitu, bukan berarti dirinya bisa menikmati hidup dengan santai. Pasalnya, alih-alih egois karena punya kuasa, seorang pemimpin sejati justru akan sering hidup menderita karena waktu, tenaga, dan pemikirannya harus didedikasikan untuk orang-orang yang dipimpinnya.
Seorang pemimpin yang baik akan mengutamakan kepentingan bersama dan baru memikirkan dirinya setelah semua orang mendapatkan haknya. Ini jelas merupakan tanggung jawab yang tidak main-main. Tanpa adanya rasa pengendalian diri yang baik, tugas mulia sebagai sosok pemimpin pasti tidak akan terlaksana dengan sebagaimana mestinya.
2. Harus punya kemampuan pemecahan masalah yang baik

Banyak orang mengalami sesat pikir bahwa menjadi pemimpin itu mudah karena tinggal menyuruh orang untuk melakukan sesuatu, termasuk dalam urusan mencari jalan keluar saat berhadapan dengan masalah. Padahal, perbuatan ini sebenarnya terbalik. Ketika ada masalah, terlebih bila itu rumit, justru figur pemimpinlah yang harus pasang badan lebih dulu dan bersiap memimpin orang-orangnya untuk segera menemukan solusi terbaik.
Pemimpin wajib pintar dan memiliki kemampuan pemecahan masalah yang baik. Bayangkan saja, saat sebuah tantangan sudah tidak lagi dapat diatasi oleh para anak buah dan pemimpinnya juga tidak bisa diandalkan, jelas akan terjadi kekacauan. Jadi, jangan pernah lagi berpikir bahwa menjalankan peran sebagai seorang pemimpin itu mudah, ya!
3. Wajib memiliki kepekaan terhadap kondisi orang-orang yang dipimpinnya

Pemimpin yang baik bisa dilihat dari bagaimana dia diperlakukan oleh anak buahnya. Jika anak buah begitu segan, menaruh rasa hormat yang tinggi, serta begitu bangga dengan pemimpinnya, maka bisa dipastikan bahwa seorang pemimpin sudah berhasil melaksanakan tugasnya dengan tingkat kesuksesan yang tidak main-main. Namun, hal semacam ini juga tentunya tidak diperoleh secara cuma-cuma. Sering kali, pemimpin yang demikian punya rasa kepekaan tinggi terhadap kondisi orang-orang yang dipimpinnya dan mau membantu dengan maksimal.
Oleh karena itu, siapa saja yang merasa berminat untuk menjalankan peran sebagai seorang pemimpin wajib memiliki kepekaan terhadap kondisi anak buahnya. Jika ada keluhan, kritik, dan juga saran, dengarkan dengan saksama dan berikan respons yang tepat. Dengan begini, anak buah akan merasa dilindungi, diperhatikan, dan dijaga oleh pemimpinnya, sehingga mereka pun berbalik memberikan ungkapan rasa terima kasih yang sungguh luar biasa.
Menjadi seorang pemimpin memang tampak hebat, tetapi jangan lupa bahwa di balik citra luar biasa itu terdapat konsekuensi yang harus ditanggung seorang pemimpin. Oleh sebab itu, bukan sesuatu yang mengherankan bila posisi ini sebenarnya bukan untuk semua orang. Jadi, sebelum memutuskan ingin memainkan peran seperti ini, alangkah baiknya untuk benar-benar sadar diri akan kemampuan dan kesanggupan untuk menerima segala konsekuensinya, ya!


















