ilustrasi bekerja tim (pexels.com/frauxels)
Dina menyampaikan, pemimpin yang baik bukanlah sosok yang hanya ingin disukai atau ditakuti oleh tim. Seorang pemimpin perlu menjadi pribadi yang dapat dipercaya dan dihormati dengan cara menepati janji, menjaga kredibilitas, serta menerapkan standar yang sama kepada seluruh anggota tim.
Selain kepercayaan, keberanian juga menjadi bekal penting bagi seorang pemimpin. Keberanian diperlukan untuk menghadapi berbagai tantangan, melihat situasi dari sudut pandang baru, hingga menemukan peluang di tengah keterbatasan. Bagi profesional yang sedang mengembangkan karier, sikap berani juga perlu diimbangi dengan kemampuan menentukan prioritas, membangun support system, dan memahami kesuksesan sebagai proses pertumbuhan diri, bukan sekadar mencari pengakuan dari orang lain.
“Pemimpin HR yang hebat selalu memimpin dengan keberanian, membantu orang menjadi versi terbaik dari dirinya, dan membentuk bisnis dengan memastikan kemanusiaan serta kinerja dapat tumbuh bersama,” ungkap Dina.
Sementara itu, Sawitri, Head of Country Marketing Jobstreet by SEEK Indonesia, menilai diskusi tersebut memberikan perspektif yang relevan bagi profesional HR, pemimpin bisnis, maupun pencari kerja. Menurutnya, pemahaman tentang peran SDM menjadi semakin penting untuk menghadapi perubahan dunia kerja.
“Insight dari Bu Dina menunjukkan bahwa HR yang kuat bukan hanya memahami kebijakan dan proses, tetapi juga mampu berbicara dalam bahasa bisnis, membangun kepercayaan, dan mengambil keputusan dengan mempertimbangkan dampaknya bagi manusia. Perpaduan antara kinerja dan kemanusiaan inilah yang penting untuk membangun perusahaan dan SDM yang siap menghadapi masa depan,” pungkasnya.