“Hanya targetkan recruiter yang merekrut di bidangmu untuk meningkatkan kemungkinan kamu mendapatkan respons,” ujar Matt Collingwood, Managing Director VIQU, dikutip dari Forbes.
6 Hal yang Harus Dilakukan Saat Menghubungi Recruiter di LinkedIn

- Pencari kerja perlu menargetkan recruiter yang menangani bidang relevan, lalu mempelajari profil, perusahaan, unggahan, dan koneksi bersama sebelum menghubungi.
- Pesan harus singkat, personal, dan jelas menyebut posisi yang dituju serta pengalaman, keterampilan, atau pencapaian relevan; hindari pesan generik dan permintaan mencarikan kerja.
- Setelah melamar lewat kanal perusahaan, lakukan follow-up sopan sekitar seminggu bila perlu; pastikan profil LinkedIn rapi, terbaru, relevan, dan konsisten dengan CV.
LinkedIn bukan cuma tempat mencari lowongan, tetapi juga bisa menjadi pintu untuk membangun koneksi dengan recruiter. Bagi pencari kerja, menghubungi recruiter dapat membuka peluang kerja sekaligus memperluas jaringan profesional. Namun, mengirim pesan tidak cukup hanya dengan menekan “Connect” lalu menulis “Hi, I’d love to connect!”.
Recruiter menerima banyak pesan setiap hari sehingga pendekatan yang terlalu umum berisiko diabaikan. Karena itu, penting untuk memilih recruiter yang tepat, menyampaikan pesan yang relevan, dan tetap profesional. Berikut beberapa hal yang perlu dilakukan saat menghubungi recruiter di LinkedIn.
1. Cari dan kenali recruiter yang tepat

ilustrasi perempuan menatap fokus ke laptop (pexels.com/lizasummer) Langkah pertama, cari recruiter yang memang menangani bidang pekerjaanmu. Gunakan kata kunci spesifik seperti “marketing recruiter” atau “software engineer recruiter”, lalu manfaatkan filter People, lokasi, dan koneksi untuk mempersempit pencarian, atau cek bagian People di halaman perusahaan incaranmu.
Setelah menemukannya, pelajari profil recruiter sebelum mengirim permintaan koneksi. Perhatikan bidang yang ditangani, perusahaan yang direkrut, unggahan terbaru, hingga koneksi yang sama agar pesanmu lebih personal dan tidak terkesan asal menghubungi.
2. Buat pesan yang personal dan jelas

ilustrasi perempuan berada depan laptop (pexels.com/mareklevak) Setelah menemukan recruiter yang tepat, hindari mengirim pesan generik tanpa konteks. Jelaskan secara singkat alasan menghubungi mereka, misalnya karena tertarik pada lowongan, perusahaan, unggahan, atau memiliki koneksi yang sama agar tujuanmu lebih mudah dipahami.
Pesan yang personal tidak harus panjang, cukup sertakan detail yang relevan dan menunjukkan kamu sudah melakukan riset. Cara ini membuat pendekatan terasa lebih tulus dan menunjukkan bahwa kamu ingin membangun koneksi, bukan sekadar menambah jaringan.
“Saya menghargai ketika seseorang meluangkan beberapa detik untuk membuat pendekatannya terasa personal dan relevan,” ujar Gev Balyan, profesional dengan pengalaman lebih dari 10 tahun di bidang rekrutmen teknologi, dikutip dari The Muse.
3. Sebutkan posisi dan tunjukkan alasan kamu cocok

ilustrasi perempuan bermain laptop (pexels.com/olly) Jika menghubungi recruiter karena menemukan lowongan tertentu, sebutkan posisi yang dituju dan jelaskan secara singkat alasan kamu cocok untuk peran tersebut. Soroti pengalaman, keterampilan, atau pencapaian yang paling relevan agar recruiter bisa langsung melihat kaitannya dengan kebutuhan perusahaan.
Hindari hanya mengatakan bahwa kamu sedang mencari pekerjaan tanpa menyebut posisi yang diinginkan. Semakin jelas hubungan antara pengalamanmu dan lowongan yang dituju, semakin mudah recruiter mempertimbangkan profilmu.
“Hal terpenting adalah menjelaskan dengan jelas pekerjaan spesifik yang kamu minati,” ujar Maria Ada Santos, Senior Recruiter dan Founder, Nettle Agency, dikutip dari Forbes.
4. Jaga pesan tetap singkat dan jangan terlalu banyak meminta

ilustrasi perempuan berada depan laptop (pexels.com/artempodrez) Pesan kepada recruiter sebaiknya menjadi pembuka percakapan, bukan pengganti CV atau cover letter. Hindari menceritakan seluruh perjalanan karier atau menyalin isi CV, dan cukup sampaikan pengalaman serta keterampilan yang paling relevan agar recruiter dapat memahami profilmu dengan cepat.
Jangan pula langsung meminta recruiter mencarikan pekerjaan untukmu. Jika menemukan posisi yang sesuai, lamarlah melalui halaman karier perusahaan terlebih dahulu, kemudian beri tahu recruiter bahwa kamu sudah mengajukan lamaran sebagai bentuk inisiatif dan penghargaan terhadap waktu mereka.
5. Follow-up secara proaktif, tetapi tetap tahu batas

ilustrasi perempuan menatap fokus ke laptop (pexels.com/vladakarpovich) Tidak mendapat balasan bukan berarti recruiter tidak tertarik karena pesanmu bisa saja tenggelam di antara banyak komunikasi lainnya. Jika belum ada respons, lakukan follow-up secara sopan setelah sekitar satu minggu dan bila recruiter tertarik berdiskusi, tawarkan beberapa pilihan waktu untuk memudahkan penjadwalan.
Namun, hindari mengirim pesan berulang kali atau menuntut recruiter segera merespons. Follow-up sebaiknya menunjukkan ketertarikan sekaligus menjaga komunikasi tetap terbuka, bukan membuat recruiter merasa tertekan.
6. Pastikan profil LinkedIn sudah siap dilihat recruiter

ilustrasi perempuan fokus depan laptop (pexels.com/moosephotos) Pesan yang menarik perlu didukung profil LinkedIn yang rapi dan relevan karena recruiter kemungkinan besar akan melihat profilmu setelah membaca pesan. Pastikan foto profil, headline, pengalaman kerja, keterampilan, pendidikan, dan pencapaian sudah mencerminkan posisi yang kamu incar. Jangan sampai recruiter tertarik dengan pesanmu, tetapi menemukan profil yang kosong, tidak diperbarui, atau tidak relevan.
Pastikan informasi di LinkedIn juga konsisten dengan CV yang kamu gunakan saat melamar. Jika sedang beralih karier, tampilkan proyek, sertifikasi, atau pengalaman yang mendukung bidang baru agar arah kariermu lebih jelas. Kamu juga bisa mengaktifkan fitur Open to Work jika sedang aktif mencari pekerjaan, karena LinkedIn menyebut fitur ini dapat meningkatkan peluang menerima InMail dari recruiter.
Menghubungi recruiter di LinkedIn bukan soal menambah koneksi sebanyak-banyaknya, tetapi membangun hubungan dengan orang yang tepat. Pastikan pesanmu singkat, personal, dan relevan agar peluang karier baru semakin terbuka.





















