Kemajuan teknologi digital telah mengubah cara manusia bekerja. Berbagai aplikasi komunikasi, penyimpanan berbasis cloud, hingga sistem kolaborasi daring memungkinkan pekerjaan diselesaikan lebih cepat tanpa dibatasi tempat dan waktu. Fleksibilitas ini memang membawa banyak keuntungan, terutama bagi perusahaan maupun pekerja yang menginginkan efisiensi.
Namun, di balik kemudahan tersebut muncul tantangan baru. Banyak orang merasa pekerjaan tidak benar-benar berakhir ketika jam kantor usai. Notifikasi yang terus berdatangan, tuntutan untuk selalu responsif, hingga derasnya arus informasi membuat batas antara kehidupan pribadi dan pekerjaan semakin kabur. Berikut lima fakta yang menjelaskan mengapa era digital membuat pekerjaan terasa tak pernah selesai.
