Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Tips Menjawab “Berapa Ekspektasi Gajimu?” Saat Interview Kerja
ilustrasi zoom interview (pexels.com/shvetsa)
  • Kandidat disarankan meriset kisaran gaji dari beberapa sumber, termasuk pekerja di posisi serupa, dengan mempertimbangkan pengalaman, keterampilan, industri, ukuran perusahaan, dan lokasi.
  • Penentuan ekspektasi perlu menghitung kebutuhan hidup serta batas bawah yang nyaman, lalu menilai paket kompensasi secara utuh, termasuk bonus, asuransi, cuti, tunjangan, dan peluang pengembangan karier.
  • Siapkan kisaran dan alasan pendukung sebelum interview, latih penyampaiannya dengan percaya diri, serta utamakan diskusi langsung agar negosiasi gaji dan benefit bisa berlangsung dua arah.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Pertanyaan mengenai ekspektasi gaji menjadi salah satu hal yang cukup bikin gugup saat interview kerja. Kamu tentu tidak ingin menyebut angka terlalu tinggi hingga kehilangan kesempatan, tetapi memberikan angka terlalu rendah juga bisa membuatmu menerima gaji di bawah nilai yang seharusnya. Karena itu, penting untuk mempersiapkan jawaban sebelum recruiter menanyakan berapa gaji yang kamu harapkan.

Selain mengetahui kisaran gaji di bidang yang kamu incar, kamu juga perlu mempertimbangkan pengalaman, kebutuhan hidup, hingga benefit yang ditawarkan perusahaan. Dengan persiapan yang matang, kamu bisa menjawab pertanyaan tersebut dengan lebih percaya diri dan tetap memiliki ruang untuk bernegosiasi. Berikut beberapa tips yang bisa kamu coba sebelum menghadapi interview.

1. Riset kisaran gaji di bidang dan lokasi pekerjaan

ilustrasi wanita fokus depan laptop (pexels.com/moosephotos)

Langkah pertama yang perlu dilakukan adalah mencari tahu kisaran gaji untuk posisi yang kamu inginkan. Kamu bisa menggunakan berbagai sumber di internet dengan memasukkan jabatan, lokasi pekerjaan, dan jumlah tahun pengalaman untuk mendapatkan gambaran mengenai rata-rata gaji di pasar. Informasi tersebut dapat menjadi dasar untuk menentukan angka yang realistis saat recruiter menanyakan ekspektasi gajimu.

Jangan hanya berpatokan pada satu informasi ketika melakukan riset gaji. Bandingkan beberapa sumber agar kamu memiliki gambaran yang lebih akurat mengenai standar kompensasi untuk posisi tersebut. Dengan mengetahui nilai pasar, kamu juga akan lebih mudah menjelaskan alasan di balik angka yang kamu sebutkan saat interview.

2. Cari tahu gaji dari orang yang bekerja di posisi serupa

ilustrasi wanita berada depan laptop (pexels.com/mareklevak)

Selain mencari informasi secara online, kamu bisa membandingkan gaji dengan orang yang bekerja di posisi serupa. Jennifer Fink, CEO sekaligus pendiri Fink Development, dikutip dari The Muse, menyarankan menggunakan beberapa sumber serta mempertimbangkan keterampilan, kualifikasi, ukuran perusahaan, industri, perjalanan karier, dan lokasi saat membandingkan gaji.

Kamu juga bisa memperluas pencarian melalui teman dari teman di LinkedIn yang baru meninggalkan perusahaan atau posisi yang kamu incar. Menurut Eloise Eonnet, career coach di The Muse, orang cenderung lebih bersedia membagikan penghasilan dari pekerjaan sebelumnya dibandingkan gaji yang mereka terima saat ini.

“Orang-orang cenderung lebih bersedia membagikan berapa penghasilan yang mereka dapatkan di pekerjaan sebelumnya dibandingkan dengan berapa penghasilan yang mereka terima saat ini,” ujar Eloise Eonnet.

3. Pertimbangkan kebutuhan hidup sebelum menentukan angka

ilustrasi mencatat (pexels.com/vladakarpovich)

Setelah mengetahui standar gaji di pasaran, tentukan penghasilan yang kamu butuhkan dengan mempertimbangkan pengeluaran rutin dan biaya tambahan. Misalnya, tempat tinggal, transportasi, penitipan anak, atau biaya pindah jika pekerjaan mengharuskanmu tinggal di kota lain.

Jangan sampai gaji yang kamu pilih terlihat besar, tapi tetap tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Karena itu, tentukan batas bawah yang membuat kondisi keuanganmu tetap nyaman sebelum mulai bernegosiasi.

“Saat menentukan kisaran gaji, kamu sebaiknya memulai dari angka yang membuatmu nyaman sebagai batas bawah,” ujar Eloise Eonnet.

4. Pertimbangkan benefit selain gaji pokok

ilustrasi kelompok diskusi di kantor (pexels.com/fauxels)

Jangan hanya melihat nominal gaji pokok saat menilai apakah sebuah tawaran sesuai dengan harapanmu. Joyel Crawford, career coach dan host podcast Career View Mirror, dikutip dari The Muse, menyarankan mempertimbangkan opsi saham, cuti berbayar, bonus tahunan, tunjangan transportasi, hingga penitipan anak karena beberapa benefit bisa lebih bernilai daripada tambahan gaji.

Sebaliknya, minimnya benefit juga dapat memengaruhi angka yang kamu harapkan, misalnya ketika perusahaan tidak menyediakan asuransi kesehatan. Karena itu, cek fasilitas dan benefit perusahaan sebelum interview agar kamu bisa mempertimbangkan keseluruhan paket kompensasi.

5. Ketahui kapan pertanyaan ekspektasi gaji biasanya muncul

ilustrasi interview kerja (pexels.com/Edmond Dantès)

Pertanyaan mengenai ekspektasi gaji umumnya dapat muncul setelah kamu melewati beberapa tahap interview. Menurut Eonnet, hal tersebut bisa menjadi tanda bahwa perusahaan sudah benar-benar tertarik denganmu dan ingin memastikan kecocokan dari sisi kompensasi. Namun jika kamu berkomunikasi dengan recruiter, pertanyaan mengenai gaji bisa muncul lebih awal dalam proses rekrutmen.

Karena itu, jangan menunggu sampai interview berlangsung untuk mulai memikirkan angka yang kamu inginkan. Kamu sebaiknya sudah memiliki kisaran gaji yang dapat diterima sebelum proses wawancara dimulai. Dengan begitu, kamu tidak akan terlalu panik jika pertanyaan mengenai gaji muncul secara tiba-tiba.

6. Siapkan jawaban yang tidak hanya berisi angka

ilustrasi proses interview (pexels.com/shvetsa)

Ketika ditanya mengenai ekspektasi gaji, kamu tidak harus hanya menyebutkan nominal tertentu. Jennifer Fink menyarankan untuk menjelaskan bahwa gaji merupakan salah satu bagian dari keseluruhan kesempatan kerja yang sedang kamu pertimbangkan. Kamu juga dapat menghubungkan angka tersebut dengan pengalaman, keterampilan, dan kontribusi yang bisa kamu berikan kepada perusahaan.

Pertimbangkan pula pengalaman atau peluang pengembangan karier yang mungkin kamu dapatkan dari posisi tersebut. Menurut Eonnet, pengalaman yang bisa menjadi batu loncatan menuju pekerjaan berikutnya juga dapat memiliki nilai tersendiri. Kamu jadi bisa melihat tawaran pekerjaan secara lebih menyeluruh dan tidak hanya terpaku pada angka gaji.

7. Latih jawaban agar lebih percaya diri

ilustrasi berjabat tangan dengan rekan kerja (pexels.com/fauxels)

Membicarakan gaji secara spontan bisa membuatmu gugup atau tidak nyaman. Karena itu, Eloise Eonnet menyarankan untuk melatih jawaban dengan mengucapkannya bersama teman atau keluarga beberapa kali sebelum berbicara dengan HR. Cara ini membuat jawaban terasa lebih natural karena kamu sudah terbiasa mengatakannya.

Selain nominal, pahami juga alasan di balik kisaran gaji yang kamu ajukan dan apa yang kamu butuhkan jika perusahaan tidak menawarkan angka tertinggi. Saat menyampaikannya, gunakan ekspresi positif, kontak mata, dan nada bicara percaya diri agar pembicaraan terasa lebih nyaman.

“Tempatkan dirimu dalam situasi tersebut agar itu bukan pertama kalinya kamu mengucapkannya. Akan jauh lebih mudah jika kamu sudah mengatakannya dengan lantang sebelumnya,” ujar Eloise Eonnet.

8. Sebisa mungkin hindari menjawab secara tertulis

ilustrasi berkomunikasi dengan rekan kerja (pexels.com/fauxels)

Jika memungkinkan, hindari memberikan ekspektasi gaji melalui email atau formulir lamaran. Eonnet menyarankan kandidat mengusulkan percakapan singkat melalui telepon agar pembahasan gaji dapat dilakukan secara langsung.

Cara ini juga memberi kamu kesempatan menjelaskan alasan di balik angka yang diajukan sekaligus menanyakan benefit atau hal lain yang belum jelas. Dengan begitu, pembahasan gaji bisa menjadi percakapan dua arah, bukan sekadar pertukaran angka.

Menjawab pertanyaan soal ekspektasi gaji memang perlu persiapan agar kamu tidak asal menyebut angka saat interview. Dengan riset dan pertimbangan yang tepat, kamu bisa lebih percaya diri menyampaikan nilai yang sesuai dengan kemampuanmu.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article