Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
7 Cara Decluttering Tanpa Menambah Sampah, Rapi dan Ramah Lingkungan
ilustrasi memasukkan buku ke dalam kardus (pexels.com/karolinagrabowska)
  • Artikel menekankan pentingnya decluttering berkelanjutan dengan memanfaatkan ruang penyimpanan, memperbaiki barang lama, dan menghindari pembuangan yang menambah limbah rumah tangga.
  • Ditekankan pula pentingnya mendonasikan barang ke pihak yang benar-benar membutuhkan serta mengelompokkan barang sejenis agar lebih mudah menentukan mana yang masih berguna.
  • Penulis mengajak pembaca untuk mendaur ulang dengan benar, memanfaatkan kembali barang di rumah, dan menyimpan kenangan tanpa harus menimbun benda fisiknya.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Decluttering sering kali dianggap sebagai proses membuang sebanyak mungkin barang agar rumah terasa lebih lega. Padahal, tidak semua barang yang sudah tidak digunakan harus berakhir di tempat sampah. Dengan pendekatan yang lebih bijak, kamu tetap bisa menciptakan rumah yang rapi tanpa menambah limbah yang sebenarnya masih bisa dimanfaatkan.

Banyak orang juga merasa kesulitan memulai decluttering karena khawatir barang-barang mereka akan terbuang sia-sia. Perasaan bersalah terhadap lingkungan atau kenangan yang melekat pada suatu benda sering kali membuat proses merapikan rumah tertunda. Jika kamu termasuk salah satunya, cara berikut bisa membantu melakukan decluttering yang lebih berkelanjutan dan minim sampah.

1. Maksimalkan ruang penyimpanan yang sudah ada

ilustrasi decluttering (pexels.com/olly)

Sebelum mengurangi jumlah barang, coba evaluasi dulu sistem penyimpanan di rumahmu. Sering kali rumah terasa penuh bukan karena terlalu banyak barang, melainkan karena ruang penyimpanan yang ada belum dimanfaatkan secara maksimal. Rak bertingkat, organizer vertikal, atau kotak penyimpanan sederhana bisa menjadi solusi untuk menciptakan ruang tambahan tanpa perlu menambah banyak perabot.

"Barang yang dimiliki setiap orang berbeda-beda, sehingga mungkin perlu waktu untuk menemukan solusi penyimpanan yang tepat. Namun, solusi itu pasti ada," ujar Madison Popper, desainer dan pendiri Chill Casa, dikutip oleh Homes & Gardens.

Menata ulang area penyimpanan juga membuat barang lebih mudah ditemukan dan digunakan. Cara ini membantu mengurangi pembelian barang yang sebenarnya sudah dimiliki sekaligus membuat rumah terasa lebih rapi tanpa menghasilkan sampah tambahan.

2. Ubah atau perbaiki barang yang sudah tidak sesuai kebutuhan

ilustrasi kotak tissue (pexels.com/zvolskiy)

Tidak semua barang yang sudah tidak terpakai harus langsung disingkirkan. Furnitur lama bisa dicat ulang, pakaian dimodifikasi, atau wadah bekas diubah menjadi tempat penyimpanan yang lebih fungsional. Dengan sedikit kreativitas, barang lama pun bisa kembali berguna.

Kebiasaan memperbaiki dan mengalihfungsikan barang juga membantu mengurangi limbah sekaligus menghemat pengeluaran. Daripada membeli yang baru, manfaatkan dulu apa yang sudah ada di rumah. Dengan begitu, proses decluttering jadi lebih ramah lingkungan dan minim sampah.

3. Donasikan barang ke tempat yang benar-benar membutuhkan

ilustrasi relawan (pexels.com/rdne)

Salah satu kesalahan yang sering terjadi saat decluttering adalah mengumpulkan barang donasi tanpa tujuan yang jelas. Akhirnya, barang hanya berpindah dari satu sudut rumah ke sudut lainnya atau bahkan akhirnya ikut terbuang. Karena itu, penting untuk mengetahui siapa yang benar-benar membutuhkan barang yang ingin dilepaskan.

Pakaian layak pakai dapat diberikan ke panti sosial, buku ke perpustakaan atau taman baca, dan perlengkapan sekolah ke komunitas pendidikan. Ketika mengetahui ke mana barang akan pergi dan siapa yang akan menggunakannya, proses melepaskannya biasanya terasa lebih mudah.

"Semakin spesifik tujuan akhirnya, semakin bermakna dan berkelanjutan proses donasi tersebut," jelas Amy Bergman, professional organizer, dikutip oleh Martha Stewart.

4. Kumpulkan barang sejenis dalam satu tempat

ilustrasi membersihkan rak buku (pexels.com/cottonbro)

Sering kali kita tidak menyadari jumlah barang yang dimiliki karena tersebar di berbagai sudut rumah. Coba kumpulkan barang dalam satu kategori, seperti buku, alat tulis, tas, atau perlengkapan dapur, ke satu tempat. Cara ini membantu kamu melihat dengan jelas apa saja yang sebenarnya dimiliki.

Saat semua barang terkumpul, akan lebih mudah menentukan mana yang masih digunakan dan mana yang berlebihan. Selain membantu proses decluttering, metode ini juga bisa mencegah kebiasaan membeli barang yang sebenarnya sudah ada di rumah.

"Ketika semua barang dalam satu kategori dikumpulkan di satu tempat, kamu bisa melihat sendiri seberapa banyak yang sebenarnya dimiliki dan betapa sedikitnya yang benar-benar dibutuhkan," ujar Bonnie Borromeo Tomlinson, professional organizer dan penulis Stop Buying Bins, dikutip oleh Homes & Gardens.

5. Manfaatkan kembali barang yang sudah ada di rumah

ilustrasi keranjang rotan (pexels.com/conojeghuo)

Sebelum membeli organizer, keranjang, atau kotak penyimpanan baru, cobalah berkeliling rumah terlebih dahulu. Mungkin ada koper lama, kotak kosong, keranjang bekas, atau wadah yang selama ini tidak digunakan. Barang-barang tersebut sering kali masih bisa dimanfaatkan untuk membantu menata rumah dengan lebih rapi.

Konsep ini dikenal sebagai shop your home, yaitu mencari solusi dari barang yang sudah dimiliki sebelum membeli sesuatu yang baru. Selain lebih hemat, cara ini juga mengurangi konsumsi berlebihan dan mencegah penambahan barang yang sebenarnya tidak terlalu diperlukan.

6. Daur ulang melalui jalur yang tepat

ilustrasi cincin dalam bingkai (freepik.com/freepik)

Tidak semua barang bisa dibuang ke tempat daur ulang biasa. Baterai, perangkat elektronik, kabel, cat, hingga obat-obatan memerlukan penanganan khusus agar tidak mencemari lingkungan. Karena itu, pastikan kamu mengetahui fasilitas daur ulang yang tersedia di daerahmu.

Meski membutuhkan sedikit usaha ekstra, cara ini jauh lebih ramah lingkungan. Daripada menumpuk barang di rumah karena bingung harus membuangnya ke mana, menyalurkannya ke tempat daur ulang yang tepat bisa menjadi solusi yang lebih bertanggung jawab.

7. Simpan kenangan, bukan semua bendanya

ilustrasi memasukkan buku ke dalam kardus (pexels.com/karolinagrabowska)

Barang sentimental sering menjadi bagian tersulit saat decluttering. Foto lama, surat, kartu ucapan, atau kaus favorit memang menyimpan banyak kenangan sehingga sulit untuk dilepaskan. Namun, menyimpan semuanya juga bisa membuat ruang penyimpanan cepat penuh.

Alih-alih menyimpan seluruh barangnya, cobalah fokus pada kenangannya. Foto bisa dipindai secara digital, kaus favorit dibingkai sebagai dekorasi, dan surat penting disimpan dalam album khusus. Melalui cara ini, kenangan tetap terjaga tanpa membuat rumah terasa sesak.

Decluttering bukan soal seberapa banyak barang yang kamu buang, tapi bagaimana setiap barang bisa tetap punya tujuan tanpa menambah sampah baru. Dengan langkah kecil yang lebih bijak, rumah rapi, hati tenang, dan lingkungan pun tetap terjaga.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

Related Article