Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Cara Merawat Buku agar Tidak Cepat Menguning dan Lapuk
Ilustrasi buku yang menguning (pexels.com/Jess Bailey Designs)
  • Kertas buku menguning akibat oksidasi, yang dipercepat sinar matahari, kelembapan, debu, dan sirkulasi udara buruk; kondisi ini juga memicu jamur, bau apek, serta halaman lapuk.
  • Simpan buku di ruang kering dengan sirkulasi cukup, jauh dari lantai, dinding lembap, dan sinar matahari langsung; gunakan penyerap kelembapan atau tirai bila diperlukan.
  • Bersihkan buku dan rak secara rutin dengan alat kering, beri ruang penyusunan, gunakan sampul serta pembatas buku, dan periksa berkala tanda kelembapan atau kerusakan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Bagi pecinta buku, melihat halaman koleksi kesayangan berubah warna menjadi kuning atau muncul bercak kecokelatan tentu cukup menyebalkan. Perubahan warna pada kertas sebenarnya merupakan proses alami yang dapat terjadi seiring waktu karena oksidasi bahan penyusun kertas. Namun, proses tersebut bisa berlangsung lebih cepat jika buku sering terpapar sinar matahari, kelembapan tinggi, debu, atau disimpan di tempat yang kurang memiliki sirkulasi udara.

Selain menguning, buku juga bisa mengalami masalah lain seperti halaman lembap, berjamur, berbau apek, hingga lapuk dan mudah sobek. Kabar baiknya, kondisi tersebut dapat diperlambat dengan perawatan dan cara penyimpanan yang tepat. Tidak harus menggunakan perlengkapan khusus, berikut lima cara sederhana yang bisa dilakukan agar buku tetap bersih, rapi, dan lebih awet.

1. Simpan buku di tempat yang kering dan tidak lembap

Ilustrasi rak penyimpanan buku (pexels.com/Chu Chup Hinh)

Kelembapan merupakan salah satu musuh utama buku. Ruangan yang terlalu lembap dapat membuat kertas menyerap air dari udara sehingga menjadi lebih mudah berjamur dan mengeluarkan bau apek. Jika berlangsung terus-menerus, kondisi tersebut juga dapat membuat halaman menjadi bergelombang, rapuh, bahkan lapuk.

Karena itu, pilih tempat penyimpanan yang kering dengan sirkulasi udara cukup. Hindari meletakkan koleksi buku langsung di lantai atau menempelkan rak terlalu rapat ke dinding yang berpotensi lembap. Jika ruangan cenderung lembap, penggunaan alat pengurang kelembapan atau bahan penyerap kelembapan di sekitar rak dapat membantu menjaga kondisi lingkungan penyimpanan.

2. Hindari paparan sinar matahari langsung

Ilustrasi terkenan paparan sinar matahari (pexels.com/Ánh Đặng)

Sinar matahari memang baik untuk beberapa kebutuhan rumah tangga, tetapi tidak untuk koleksi buku. Paparan cahaya secara langsung dan terus-menerus dapat mempercepat perubahan warna pada kertas serta membuat sampul dan tinta lebih cepat memudar. Buku yang diletakkan di dekat jendela tanpa perlindungan biasanya lebih rentan mengalami perubahan warna pada bagian yang terkena cahaya.

Sebaiknya letakkan rak buku di area yang tidak terkena sinar matahari langsung. Jika posisi rak berada dekat jendela, gunakan tirai atau blind untuk mengurangi intensitas cahaya yang masuk. Dengan begitu, buku tetap mendapatkan lingkungan yang terang tetapi tidak terus-menerus terpapar sinar matahari secara langsung.

3. Bersihkan buku dan rak secara berkala

Ilustrasi membersihkan buku (pexels.com/cottonbro studio)

Debu yang menumpuk pada buku tidak hanya membuat koleksi terlihat kotor, tetapi juga dapat menempel di sela-sela halaman dan punggung buku. Jika bercampur dengan kelembapan, debu dapat menciptakan kondisi yang kurang baik bagi kertas. Karena itu, membersihkan buku dan rak secara rutin merupakan bagian penting dari perawatan koleksi.

Gunakan kemoceng lembut atau kain microfiber yang kering untuk membersihkan permukaan sampul dan bagian luar buku. Untuk sela-sela halaman, kamu bisa membalik halaman secara perlahan sambil memastikan tidak ada debu yang menumpuk. Hindari menggunakan kain yang terlalu basah karena air yang terserap kertas justru dapat menyebabkan halaman lembap dan berisiko rusak.

4. Jangan menyimpan buku terlalu padat

Ilustrasi menyimpan buku (pexels.com/SHVETS production)

Rak yang penuh memang terlihat seperti tanda bahwa koleksi buku semakin banyak, tetapi menyusun buku terlalu rapat justru dapat menyulitkan proses mengambil dan mengembalikannya. Jika buku harus ditarik dengan paksa, bagian punggung atau sampul dapat mengalami kerusakan. Buku yang terjepit terlalu lama juga bisa berubah bentuk.

Berikan sedikit ruang di antara buku agar kamu bisa mengambilnya tanpa menarik bagian atas punggung. Untuk buku berukuran besar dan berat, sebaiknya letakkan dalam posisi horizontal jika diperlukan agar tidak memberikan tekanan berlebihan pada struktur buku. Menata koleksi berdasarkan ukuran juga dapat membantu rak terlihat lebih rapi sekaligus mengurangi risiko buku miring atau terjatuh.

5. Gunakan sampul dan hindari kebiasaan yang merusak

Ilustrasi memberi sampul buku (pexels.com/Marta Branco)

Memberikan sampul tambahan dapat membantu melindungi buku dari debu, goresan, dan kotoran yang berasal dari penggunaan sehari-hari. Pilih bahan sampul yang aman untuk buku dan tidak terlalu ketat agar tidak memberikan tekanan berlebihan pada cover. Untuk buku yang sering dibawa bepergian, gunakan pelindung tambahan agar tidak mudah tertekuk atau terkena tumpahan cairan.

Selain itu, perhatikan kebiasaan ketika membaca. Hindari melipat sudut halaman sebagai penanda karena dapat meninggalkan bekas permanen dan membuat bagian tersebut lebih mudah rusak. Gunakan pembatas buku dan pastikan tangan dalam keadaan bersih ketika membaca. Jangan pula menaruh makanan atau minuman terlalu dekat dengan buku untuk mengurangi risiko noda dan tumpahan.

Merawat buku bukan hanya tentang membersihkannya ketika sudah terlihat kotor. Luangkan waktu secara berkala untuk mengecek kondisi setiap koleksi, terutama jika buku disimpan dalam jumlah banyak. Perhatikan apakah terdapat bercak, bau apek, halaman bergelombang, atau tanda-tanda kelembapan. Semakin cepat masalah ditemukan, semakin mudah pula dilakukan penanganan sebelum kerusakan menyebar ke buku lainnya.

Dengan menjaga kelembapan ruangan, menghindari sinar matahari langsung, rutin membersihkan debu, menata buku dengan benar, dan menggunakan pelindung yang sesuai, koleksi buku dapat bertahan dalam kondisi yang jauh lebih baik. Buku mungkin tetap mengalami perubahan warna seiring bertambahnya usia, tetapi perawatan yang konsisten dapat membantu memperlambat proses tersebut sekaligus menjaga koleksi tetap nyaman dibaca dan enak dipandang selama bertahun-tahun.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article