Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Hal yang Sebaiknya Tidak Kamu Lakukan Setelah Meninggalkan Salon

Hal yang Sebaiknya Tidak Kamu Lakukan Setelah Meninggalkan Salon
ilustrasi di salon rambut (pexels.com/cottonbro studio)
Intinya Sih
  • Setelah pewarnaan rambut di salon, tunda keramas selama dua hingga tiga hari agar kutikula menutup dan warna baru lebih terkunci.
  • Hindari suhu tinggi pada alat styling; gunakan pengaturan lebih rendah serta pelindung panas untuk mengurangi risiko rambut kering, patah, atau terbakar.
  • Jangan menyisir berlebihan dan memakai pewarna berkualitas rendah, karena rambut pascaperawatan rentan patah serta bahan tertentu dapat merusak hasil warna.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Hasil penataan rambut di salon yang terlihat lebih rapi, segar, dan berkilau, tentu bisa membuatmu tampil lebih percaya diri ketika berada di ruang publik. Gak heran, jika banyak orang juga ingin tampilan tersebut dapat bertahan selama mungkin.

Namun, untuk menjaga kualitas hasil perawatan ada beberapa hal yang sebaiknya tidak kamu lakukan setelah keluar dari salon. Kira-kira apa saja, ya? Yuk, simak di bawah!

1. Keramas keesokan harinya

keramas
ilustrasi keramas (pexels.com/Photo By: Kaboompics.com)

Jika kamu berpikir bahwa keramas sehari setelah proses pewarnaan akan membuat hasilnya lebih maksimal, percayalah anggapan tersebut kurang tepat. Menurut Ashley Pineda, penata warna di High Brow Hippie Salon dan Tesler Salon di Los Angeles, dikutip dari Byrdie, waktu terbaik untuk keramas setelah proses pewarnaan rambut, yaitu dua hingga tiga hari kemudian.

Meskipun terdengar cukup lama, namun estetimasi waktu tersebut sudah diperhitungkan dengan matang, sehingga bisa membantu warna baru meresap dengan baik ke rambut asli.

“Meskipun keramas keesokan harinya tidak selalu membahayakan rambut atau warna, menunggu beberapa saat dapat memberikan dorongan tambahan agar cat rambut bertahan lebih lama. Langkah ini juga memberi waktu bagi kutikula rambut untuk menutup dan mengunci warna indah yang baru ditambahkan agar hasilnya lebih optimal," imbuh Kathy Debski, seorang colorist yang berbasis di SPACE by ALEX BROWN di Chicago, dilansir Byrdie.

2. Menaikan suhu pada alat styling rambut

menggunakan hair dryer
ilustrasi menggunakan hair dryer (shopee.co.id/Beyzanur K.)

Kamu mungkin sulit untuk tidak menggunakan hair styling tools demi mendapatkan gaya rambut yang sesuai harapan. Namun perlu diingat, memakainya dengan bijaksana akan membantu menjaga gaya atau warna rambutmu tetap on point setelah dari salon.

“Penggunaan alat styling rambut terlalu panas bisa membuat rambut cepat rusak, seperti mudah patah dan kering, bahkan terbakar. Sebaliknya, menerapkan pengaturan suhu yang lebih rendah pada hair styling tools serta selalu menggunakan semprotan pelindung panas sebelum memakai alat styling akan membantu menjaga kesehatan rambutmu,” imbuhnya.

3. Menyisir rambut secara berlebihan

perempuan menyisir rambutnya
ilustrasi perempuan menyisir rambutnya (pexels.com/www.kaboompics.com)

Kebiasaan yang sering dilakukan orang tanpa disadari bisa memengaruhi tampilan rambut setelah dari salon ialah menyisir rambut secara berlebihan. Dilansir Real Simple, Keith Shore, penata gaya selebriti di Sally Hershberger, mengungkapkan bahwa rambut yang sudah melalui proses bleaching, highlighting, atau dyeing sebenarnya berada dalam kondisi cukup rentan selama beberapa hari, bahkan minggu.

“Dan jika kamu menyisir rambut secara berlebihan, termasuk menggunakan sisir logam usai proses pewarnaan, yang terjadi adalah rambut akan patah dan tidak lagi terlihat indah,” kata Shore.

Pada dasarnya, menyisir merupakan langkah penting demi menjaga rambut tetap terlihat rapi. Hanya saja, setelah melakukan perawatan atau pewarnaan di salon, kamu harus lebih hati-hati menerapkannya. Shore menyarankan untuk menggunakan kondisioner tanpa bilas atau sisir yang lebih halus supaya rambut tidak mudah patah.

4. Menggunakan cat rambut berkualitas rendah untuk mempertahankan warna rambut

mewarnai rambut
ilustrasi mewarnai rambut (pexels.com/Nataliya Vaitkevich)

Terakhir, hal yang sebaiknya kamu hindari setelah dari salon, yaitu menggunakan cat rambut berkualitas rendah demi mempertahankan warna. Saint-Croq mengatakan bahwa melakukan proses pewarnaan rambut secara profesional memang membutuhkan biaya besar. Namun, hal itu sepadan dengan hasil yang akan diperoleh.

Debski juga menambahkan bahwa memilih pewarna rambut kemasan sering kali menjadi solusi cepat, sederhana, dan murah untuk mengganti sekaligus mempertahankan warna rambut. Namun, di sisi lain ada juga pewarna rambut kemasan yang justru bisa merusak rambut karena kualitasnya kurang bagus, sehingga akan membuatmu menghabiskan lebih banyak waktu serta uang untuk memperbaikinya.

“Tidak semua pewarna rambut kemasan itu bagus. Banyak di antaranya yang mengandung garam logam, bahan kimia, dan pewarna lain dalam jumlah tinggi. Kandungan tersebut justru bisa berdampak buruk pada rambut, terutama jika kamu ingin mengubah warna rambut menjadi lebih terang,” imbuhnya.

Rambut yang baru selesai ditata di salon memang terlihat lebih rapi dan on point. Hal ini tentu tidak terlepas dari keahlian penata rambut serta produk-produk berkualitas yang mereka gunakan. Meskipun memperoleh rambut yang indah bisa kamu lakukan dengan mudah di salon, tapi menjaganya tetap indah setelah dari salon bisa membuatmu tampil percaya diri kapan pun dan di mana pun.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More