Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Bangun Kebiasaan Ini di Rumah untuk Bantu Anak Lebih Mandiri

Bangun Kebiasaan Ini di Rumah untuk Bantu Anak Lebih Mandiri
Ilustrasi anak-anak menikmati es krim (shopee.co.id/Lenodi Official Store)
Intinya Sih
  • Rutinitas harian yang konsisten membantu anak memahami urutan kegiatan, mengambil tanggung jawab lebih besar, serta mengurangi ketergantungan pada arahan orangtua.
  • Orangtua dapat melatih kemandirian dengan memberi pilihan sederhana dan melibatkan anak membantu tugas, sehingga mereka merasa dipercaya, dihargai, dan belajar keterampilan baru.
  • Anak perlu dilibatkan dalam pekerjaan rumah serta diberi ruang mengeksplorasi dan menyelesaikan konflik sendiri secara produktif untuk mengasah tanggung jawab dan kemampuan problem solving.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Kemandirian anak dibentuk melalui kebiasaan di rumah yang diterapkan secara konsisten oleh orangtua. Semakin dini kebiasaan baik pada anak diterapkan, maka semakin besar pula peluang seorang anak meraih kemandirian dalam mengambil keputusan, menyelesaikan masalah, dan lainnya.

Bagi orangtua yang ingin melatih sikap mandiri anak sedini mungkin, mulai terapkan dari kebiasaan sehari-hari di rumah. Dengan pendampingan yang tepat dan rutinitas yang sesuai usia, rumah dapat menjadi tempat pertama bagi anak untuk belajar bertanggung jawab. Simak tipsnya berikut ini!

1. Membangun rutinitas yang konsisten

ilustrasi anak berperan sebagai dokter (pexels.com/Yan Krukau)
ilustrasi anak berperan sebagai dokter (pexels.com/Yan Krukau)

Membangun rutinitas yang konsisten ternyata dapat mendorong kemandirian anak. Menurut penjelasan Ahli Patologi Bahasa, Alexandra Levine dan Neuropsikologis klinis, Laura Philips, dalam Child Mind, membangun rutinitas akan membuat anak lebih siap mengambil tanggung jawab. Rutinitas menjadi urutan peristiwa yang terjadi sepanjang hari, sehingga anak-anak dapat mengantisipasi hari mereka.

Rutinitas yang dilakukan secara konsisten membantu anak mengenali urutan aktivitas sehari-hari. Dari situ, mereka belajar mengambil tanggung jawab lebih banyak dan semakin sedikit bergantung pada arahan orangtua. Kebiasaan ini juga akan membuat anak yakin pada kemampuannya serta memiliki rasa percaya diri untuk melangkah tanpa orangtua.

Orangtua dapat mulai menerapkan kegiatan anak secara berurutan setiap harinya. Mulai dari bangun tidur, menggosok gigi, mandi, makan, dan berbagai kegiatan lainnya. Jika perlu, orangtua dan anak bisa membuat jadwal bersama.

2. Membiasakan anak untuk memilih dan membantu

ilustrasi anak bermain masak-masakan
ilustrasi anak bermain masak-masakan (pexels.com/Polesie Toys)

Langkah lain yang bisa ditempuh untuk mendukung kemandirian anak adalah dengan memberi mereka pilihan. Libatkan anak dalam mengambil keputusan, misalnya pakaian apa yang hendak dikenakan atau mainan yang akan di pakai. Alexandra menilai dengan menawarkan pilihan, anak-anak bisa merasa diberdayakan sementara orangtua menjaga buah hati agar tetap aman.

Selain membiarkan anak membuat pilihan, bebaskan mereka untuk membantu. Pada dasarnya, anak-anak senang dilibatkan dalam berbagai aktivitas. Ketika orangtua memberi mereka kesempatan untuk membantu atau meminta bantuan dalam tugas-tugas sederhana, anak akan merasa dipercaya dan dihargai. Pengalaman tersebut dapat meningkatkan rasa percaya diri sekaligus memberi kesempatan bagi mereka untuk mempelajari keterampilan baru. Dengan cara ini, anak pun belajar mengambil tanggung jawab dan tumbuh menjadi pribadi yang lebih mandiri.

3. Melibatkan anak dalam tugas rumah tangga dan menyelesaikan masalah sendiri

ilustrasi anak-anak bermain
ilustrasi anak-anak bermain (pexels.com/Yan Krukau)

Dorong anak untuk melakukan tugas rumah tangga, seperti membereskan mainan, membersihkan kamar, atau membereskan makanan mereka. Ajak anak untuk berkontribusi untuk memenuhi kebutuhan pribadinya. Kebiasaan semacam ini akan mendorong anak berpikir lebih jauh ke masa mendatang.

Di sisi lain, orangtua dapat memberi ruang bagi anak-anak untuk belajar dan berkemabang. Dilansir laman Parents, dorong kemandirian anak dengan memberi mereka kesempatan melakukan eksplorasi tanpa diawasi. Jika mereka terlibat konflik dengan saudara atau teman, coba beri kesempatan untuk menyelesaikan masalah secara produktif tanpa perantara. Kebiasaan semacam ini akan mengembangkan kemampuan problem solving.

Sejumlah tips di atas bisa diterapkan agar anak dapat menjadi sosok yang lebih mandiri. Coba terapkan secara konsisten dan berikan contoh yang baik untuk mereka.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More